Media Humas Polri // Tamiang
Terima laporan masyarakat adanya tanggul Sungai Tamiang jebol di Desa Gelung Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at, 11 September 2026 berdampak banjir melanda desa binaan.
Kapolsek Seruway, AKP Marias, S.H., bersama personil Polsek dibantu masyarakat gerak cepat dengan sigap lakukan aksi pencegahan bencana banjir sebelum melanda pemukiman masyarakat saat debit air sungai tinggi dari kawasan Hulu.
Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Seruway, AKP Marias, S.H., mengatakan, pihaknya bersama personil menerima laporan warga terkait tingginya debit air sungai dalam wilayah hukum setempat dan langsung gerak cepat
melaksanakan pemantauan dan pemeriksaan debit air sungai.
“Sasaran kami lakukan pemantauan dan pemeriksaan situasi dan kondisi air sungai di wilayah Desa Muka Sungai Kuruk dan Desa Gelung Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang bersama masyarakat,” ujar AKP Marias, S.H.
Sambung Kapolsek, dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui bahwa debit air sungai saat ini cukup tinggi dan kondisi permukaan air sudah hampir menyentuh daratan/bibir sungai.
“Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, mengingat apabila terjadi peningkatan debit air akibat curah hujan yang tinggi, dikhawatirkan air sungai dapat meluap ke wilayah daratan dan lahan masyarakat,” kata Kapolsek Seruway dilokasi.
Selain itu, kata Kapolsek, ditemukan kondisi tanggul sungai di wilayah Desa Muka Sungai Kuruk mengalami jebol dengan panjang diperkirakan mencapai kurang lebih 300 meter.
“Kondisi tanggul tersebut merupakan dampak dari banjir bandang yang terjadi pada bulan November 2025 dan sampai saat ini belum mendapatkan penanganan secara maksimal,” jelas AKP Marias.
Selanjutnya Kapolsek Seruway bersama Datok Penghulu Desa Gelung melaksanakan pemantauan terhadap kondisi tanggul/aliran sungai berada di wilayah Desa Gelung, Kecamatan Seruway.
“Dari hasil pemantauan atau monitoring di Desa Gelung, terlihat kondisi aliran air cukup deras dan terdapat bagian tanggul/tebing sungai yang mengalami kerusakan dan tergerus aliran air, sehingga berpotensi semakin terkikis apabila debit air sungai meningkat,” terang Kapolsek Seruway.
Lebih lanjut, sebut Kapolsek, “Kondisi tanggul di Desa Muka Sungai Kuruk maupun Desa Gelung memerlukan perhatian dan penanganan dari instansi terkait sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya luapan air yang dapat berdampak terhadap masyarakat serta lahan perkebunan dan pertanian di sekitar aliran sungai,” terangnya.
Kapolsek Seruway bersama para Datok Penghulu melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi sungai dan tanggul serta mengimbau masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, Datok Penghulu Kampung Muka Sungai Kuruk, Alpian, S.H., menerangkan, dipandang perlu antisipasi dan penanganan dampak bencana banjir melanda pemukiman masyarakat, Kapolsek Seruway AKP Marias pimpin personil bersama masyarakat timbul tanggul di Desa Gelung.
“Ini luar biasa langkah sigap dan respon cepat tim polri melakukan upaya Mitigasi bencana demi menyelamatkan masyarakat,” ucap Datok Alpian, S.H., diketahui Ketua Forum Datok Penghulu Kampung Kecamatan Seruway.
Datok Penghulu Kampung Gelung, Zul Azwarsyah membenarkan, aksi cepat tanggap oleh pihak Polsek Seruway dipimpin langsung oleh Kapolsek, AKP Marias bergotong royong menimbun tanggul yang jebol di Desa Gelung.
“Langkah cepat Kapolsek AKP Marias bersama personil demi penyelamatan pemukiman masyarakat dan penyelamatan bagi kepentingan warga, terutama kelompok warga rentan di desa dari ancaman bencana banjir,” kata Datok Zul Azwarsyah, akrab disapa Tok Ngah.
Datok Ngah mengucapkan terima kasih tak terhingga atas respon cepat Polsek Seruway dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Marias, S.H., demi kepentingan masyarakat.
(Syahrudin)









