Media Humas Polri//Ambon
POLDA MALUKU – Sebanyak *empat Pejabat Utama (PJU) dan tiga Kapolres jajaran Polda Maluku* mengalami pergantian berdasarkan *Surat Keputusan Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026*.
Mutasi tersebut mencakup jabatan strategis di bidang sumber daya manusia, kepolisian perairan, pendidikan, kebijakan pimpinan hingga kepemimpinan kewilayahan. Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier personel sekaligus memastikan kebutuhan organisasi dapat berjalan secara efektif.
Bagi Polda Maluku, pergantian tujuh pejabat tersebut memiliki arti strategis. Karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan membutuhkan organisasi kepolisian yang adaptif, kepemimpinan yang responsif, mobilitas yang kuat serta kemampuan membangun koordinasi lintas wilayah untuk memastikan pelayanan dan perlindungan masyarakat dapat menjangkau seluruh wilayah hukum.
Empat PJU yang mengalami pergantian meliputi *Karo SDM Polda Maluku, Dirpolair Polda Maluku, Ka SPN Polda Maluku dan Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. III Polda Maluku*.
Sementara tiga Kapolres yang mengalami pergantian masing-masing adalah *Kapolres Buru, Kapolres Seram Bagian Barat dan Kapolres Seram Bagian Timur*.
Pada posisi *Karo SDM Polda Maluku*, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., mendapat penugasan sebagai Karo SDM Polda Lampung. Jabatan Karo SDM Polda Maluku selanjutnya diemban *Kombes Pol. Dicky Irawan Kesuma, S.I.K., M.Si*, yang sebelumnya menjabat Psikolog Kepolisian Madya Tk. II SSDM Polri.
Pada fungsi kepolisian perairan, *Dirpolair Polda Maluku Kombes Pol. Handoyo Santoso, S.I.K., M.Si.*, mendapat penugasan sebagai Navigator Laut Madya Tk. II Baharkam Polri. Posisi Dirpolair Polda Maluku selanjutnya diisi *Kombes Pol. Welly Djatmiko, S.H., S.I.K., M.Si.*, yang sebelumnya menjabat Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. III Polda Kaltim.
Selanjutnya, *Ka SPN Polda Maluku Kombes Pol. Romi Agusriansyah, S.I.K.*, mendapat penugasan sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tk. III SSDM Polri. Jabatan Ka SPN Polda Maluku selanjutnya dipercayakan kepada *AKBP Nurhadiansyah, S.I.K., M.H.*, yang sebelumnya menjabat Wakapolresta Jambi Polda Jambi.
Sementara itu, *Kombes Pol. Rustanto, S.I.K.*, yang sebelumnya menjabat Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. III Polda Maluku, mendapat penugasan sebagai Dirpamobvit Polda Kalbar.
Mutasi juga membawa perubahan pada tiga posisi Kapolres jajaran Polda Maluku, diantaranya :
*Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M.*, mendapat penugasan sebagai Pamen Polda Maluku. Jabatan Kapolres Buru selanjutnya diisi *AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M.*, yang sebelumnya menjabat Kapolres Seram Bagian Barat.
Posisi Kapolres Seram Bagian Barat selanjutnya dipercayakan kepada *AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A.*, yang sebelumnya menjabat Kanit IV Subdit Kerawanan Sendi Kehidupan Bernegara Ditpolitik Baintelkam Polri.
Sementara itu, *Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Alhajat, S.I.K.*, mendapat penugasan sebagai Kabagdalops Roops Polda Maluku.
Jabatan Kapolres Seram Bagian Timur selanjutnya diisi *AKBP Ricky Pranata Vivaldy, S.P., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasubdenperintis I Denperintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri.
Pergantian pada tiga satuan kewilayahan tersebut diharapkan memperkuat kepemimpinan di tingkat Polres sekaligus meningkatkan kemampuan jajaran dalam merespons dinamika keamanan dan kebutuhan pelayanan masyarakat di masing-masing wilayah.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas di lingkungan Polda Maluku dan jajaran.
Menurut Kapolda, para pejabat tersebut telah memberikan kontribusi melalui dedikasi dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Maluku.
*“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat yang telah melaksanakan tugas di Polda Maluku dan jajaran. Dedikasi, loyalitas dan kontribusi yang telah diberikan merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,”* ujar Kapolda Maluku.
Kapolda juga menyampaikan selamat kepada para pejabat yang mendapat penugasan baru. Menurutnya, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier yang memberikan kesempatan kepada setiap personel untuk terus mengembangkan pengalaman serta memberikan pengabdian pada ruang tugas yang berbeda.
*“Kepada para pejabat yang mendapat penugasan di tempat yang baru, saya menyampaikan selamat dan sukses. Laksanakan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, integritas dan profesionalisme. Pengalaman selama bertugas di Maluku hendaknya menjadi bekal untuk melaksanakan tugas dan pengabdian berikutnya,”* katanya.
Kepada para pejabat baru yang akan mengemban tugas di Polda Maluku dan jajaran, Kapolda berharap dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja serta memahami karakteristik wilayah dan masyarakat.
*“Kepada pejabat yang baru, segera beradaptasi, pahami karakteristik wilayah dan masyarakat, bangun komunikasi serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Lanjutkan program yang sudah baik dan hadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat,”* tegasnya.
Kapolda menekankan bahwa tantangan tugas kepolisian di Maluku membutuhkan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif dan responsif.
*“Maluku memiliki karakter wilayah kepulauan dengan tantangan yang tidak sederhana. Diperlukan kepemimpinan yang mampu bergerak cepat, membangun koordinasi dan memastikan pelayanan kepolisian dapat menjangkau seluruh masyarakat. Saya berharap pejabat yang baru dapat menjawab tantangan tersebut dengan kerja nyata,”* ujarnya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa pergantian pejabat bukan berarti terputusnya program dan pengabdian organisasi.
*“Jabatan boleh berganti, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan ditingkatkan. Apa yang masih kurang harus dievaluasi dan diperbaiki. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan,”* pungkasnya.
Selaras dengan Kapolda Maluku, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus mekanisme pembinaan karier dan pemenuhan kebutuhan organisasi.
*“Mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus pembinaan karier personel. Setiap penugasan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan profesional, berintegritas dan penuh tanggung jawab,”* ujar Kombes Jemi.
Menurutnya, pergantian pejabat harus dipandang sebagai bagian dari kesinambungan organisasi. Program yang telah berjalan dengan baik perlu diteruskan, sementara evaluasi dan inovasi tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.
*“Yang harus dijaga adalah kesinambungan organisasi. Pejabat yang baru diharapkan dapat melanjutkan program yang sudah baik, melakukan evaluasi dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan satuan kerja maupun wilayah penugasan,”* katanya.
Kombes Jemi menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan organisasi Polri mampu menghadapi perkembangan tantangan tugas yang semakin kompleks.
*“Kualitas organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pembinaan personel, peningkatan kompetensi dan profesionalisme harus terus menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan tugas,”* ujarnya.
Pergantian tujuh pejabat tersebut berlangsung dalam konteks kebutuhan penguatan pelayanan kepolisian di wilayah Maluku yang memiliki karakter geografis kepulauan.
Sebaran pulau, kondisi transportasi antarpulau, wilayah pesisir serta keberagaman karakter masyarakat membutuhkan pola kerja kepolisian yang adaptif, koordinatif dan responsif.
Pada fungsi kepolisian perairan, penguatan kepemimpinan menjadi penting untuk mendukung keamanan aktivitas masyarakat di laut, termasuk masyarakat pesisir dan pengguna transportasi perairan.
Sementara pada fungsi pendidikan, SPN memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan tugas kepolisian.
Di tingkat kewilayahan, Kapolres menjadi ujung tombak organisasi dalam menerjemahkan kebijakan Polri agar dapat menjawab kebutuhan keamanan dan pelayanan masyarakat secara langsung.
Karena itu, pergantian Kapolres Buru, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur diharapkan semakin memperkuat kemampuan jajaran dalam menjaga situasi kamtibmas, meningkatkan pelayanan publik dan membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Sementara Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan pergantian empat PJU dan tiga Kapolres tersebut merupakan bagian dari mutasi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026.
*“Pergantian empat PJU dan tiga Kapolres jajaran Polda Maluku ini merupakan bagian dari mutasi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026. Mutasi merupakan dinamika organisasi sekaligus bagian dari pembinaan karier untuk memastikan kebutuhan organisasi dapat berjalan secara optimal,”* ujar Rositah.
Menurutnya, setiap pejabat yang mendapat amanah baru membawa pengalaman dan kompetensi yang diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap satuan kerja maupun wilayah penugasannya.
(OngenLeano)











