Bangun Integritas dan Cegah Kejahatan Sejak Dini Ditreskrimsus Polda Maluku Bekali Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ambon

oleh -39 Dilihat

Ambon Media Humas Polri//POLDA MALUKU

Upaya membangun generasi muda Indonesia yang berintegritas, sadar hukum, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai bentuk kejahatan harus dimulai sejak dini, termasuk ketika mahasiswa memasuki lingkungan pendidikan tinggi. Berangkat dari semangat tersebut, Polda Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Politeknik Negeri Ambon dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (26/8/2026).

Kehadiran Polda Maluku dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Polri dan dunia pendidikan dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran dan tindak pidana.

Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Handy Senonugroho, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir sebagai narasumber mewakili Direktur Reskrimsus Polda Maluku. Di hadapan mahasiswa baru, ia membawakan materi bertajuk “Polri dan Mahasiswa Sinergi Membangun Negeri.”

Dalam pemaparannya, AKBP Handy menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai calon pemimpin dan agen perubahan. Karena itu, pembentukan karakter, integritas, disiplin, serta kesadaran terhadap hukum harus menjadi fondasi penting sejak awal menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Selain penguatan nilai integritas, pembekalan juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat, bebas dari kekerasan dan perundungan, serta menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.Mahasiswa juga didorong untuk memahami pentingnya wawasan kebangsaan dan berperan aktif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat melalui kolaborasi positif antara dunia akademik dan Polri.

AKBP Handy menegaskan, pencegahan berbagai bentuk kejahatan tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum setelah suatu peristiwa terjadi. Menurutnya, langkah pencegahan melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan integritas merupakan investasi penting dalam membangun masa depan bangsa.

“Mahasiswa adalah aset besar bangsa dan akan menjadi bagian dari penentu arah masa depan Indonesia. Karena itu, sejak memasuki dunia kampus harus dibangun karakter yang kuat, integritas, dan kesadaran hukum. Pencegahan kejahatan harus dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat, serta dari keberanian untuk menolak segala bentuk penyimpangan,” tegas AKBP Handy.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang sehat dengan menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

“Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi yang kritis, cerdas, tetapi juga berkarakter. Jangan sampai kecerdasan tanpa integritas justru membawa seseorang pada penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran hukum. Karena itu, nilai antikorupsi, kejujuran, dan tanggung jawab harus tertanam sejak dini,” ujarnya.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung mengenai kesadaran hukum, pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini, bahaya narkoba, serta bentuk kolaborasi yang dapat dibangun antara Polri dan civitas akademika.

Antusiasme peserta dalam sesi interaktif tersebut menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu hukum dan peran mereka dalam menjaga lingkungan pendidikan serta masyarakat dari berbagai potensi pelanggaran.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, penguatan kemitraan antara Polri dan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari strategi pencegahan kejahatan melalui pendekatan edukatif dan pembangunan kesadaran hukum.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya harus dibekali dengan kemampuan akademik, tetapi juga nilai moral, integritas, dan tanggung jawab sosial yang kuat.

“Pencegahan kejahatan tidak semata-mata dilakukan melalui penegakan hukum. Yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman hukum dan karakter yang kuat. Perguruan tinggi menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai integritas dan membangun generasi yang menolak segala bentuk penyimpangan,” ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi

Kabidhumas menegaskan, Polda Maluku akan terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam memberikan edukasi dan literasi kepada generasi muda mengenai berbagai isu yang menjadi perhatian bersama, mulai dari pencegahan narkoba, kekerasan, perundungan, tindak pidana korupsi, hingga penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri di kampus dapat memberikan nilai edukasi dan membangun kesadaran. Mahasiswa adalah mitra strategis Polri dalam menjaga masa depan bangsa. Dengan generasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan taat hukum, kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.

Melalui pembekalan tersebut, Ditreskrimsus Polda Maluku berharap kesadaran hukum dan nilai-nilai integritas dapat tumbuh semakin kuat di kalangan mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan kampus.

Sinergi Polri dan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga melahirkan gerakan bersama untuk mencegah kejahatan, menolak korupsi, memperkuat karakter generasi muda, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu membawa Maluku dan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, bersih, dan berintegritas.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.