Ambon// Media Humas Polri
Polda Maluku memperkuat upaya pencegahan penyakit degeneratif di lingkungan kepolisian melalui sosialisasi kesehatan bagi personel Polri dan aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun personel yang sehat, tangguh, dan siap menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, pengayoman masyarakat, serta penegakan hukum.
Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku tersebut berlangsung di Aula Plaza Presisi Polda Maluku, Ambon, Selasa (20/10/2026), pukul 09.30 WIT. Sosialisasi secara resmi dibuka oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., serta dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, para pejabat utama, dan personel serta ASN Polda Maluku.
Fokus sosialisasi meliputi kewaspadaan terhadap penyakit degeneratif yang berisiko mengganggu kesehatan dan produktivitas, terutama hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Kegiatan ini juga menghadirkan dokter mitra Polda Maluku sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, pentingnya pemeriksaan kesehatan, dan penerapan pola hidup sehat.
Kapolda: Kenali Kondisi Tubuh dan Jangan Abaikan Pemeriksaan Kesehatan
Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kesehatan personel merupakan hal mendasar yang harus dijaga secara konsisten. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan data kesehatan yang diterimanya dari Biddokkes, terdapat personel yang mengalami masalah kesehatan, antara lain hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, obesitas, dan kadar kolesterol tinggi.
Kapolda mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Setiap personel perlu meningkatkan kesadaran untuk mengenali kondisi tubuhnya, menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, mengendalikan berat badan, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Setiap personel harus lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya masing-masing. Kita perlu menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, mengendalikan berat badan, dan memeriksakan kesehatan secara berkala. Jangan menunggu sampai kondisi tubuh menurun baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan,” demikian pesan Kapolda Maluku dalam sambutannya.
Kapolda juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan yang dapat berkembang tanpa disadari. Karena itu, personel diminta tidak mengabaikan pemeriksaan medis, terutama apabila memiliki faktor risiko atau mengalami keluhan kesehatan.
Menurut Kapolda, sosialisasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemahaman yang diperoleh harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terbentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan personel yang sedang sakit agar mengikuti petunjuk dan penanganan dokter, termasuk dalam penggunaan obat, sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
“Harapan saya, kegiatan ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk lebih disiplin menjaga pola hidup. Jika kesehatan terjaga, kita dapat menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih baik,” tegasnya.
Biddokkes Perkuat Edukasi dan Kesadaran Pencegahan
Biddokkes Polda Maluku menempatkan edukasi kesehatan sebagai salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran personel terhadap risiko penyakit degeneratif. Hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung memerlukan perhatian karena faktor risikonya dapat berkaitan dengan pola hidup, kondisi kesehatan individu, serta keteraturan pemeriksaan dan penanganan medis.
Kabid Dokkes Polda Maluku, AKBP. dr. Purwadi, S.Ked., Sp.THT-KL., M.M pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa
“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel tentang pentingnya mengenali faktor risiko penyakit degeneratif sejak dini. Kami mengimbau seluruh personel dan ASN Polda Maluku untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan makanan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta memanfaatkan pemeriksaan kesehatan berkala. Apabila ditemukan faktor risiko atau keluhan kesehatan, segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.”
Melalui kegiatan tersebut, personel diharapkan tidak hanya memahami bahaya penyakit degeneratif, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melakukan langkah pencegahan secara konsisten. Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis menjadi bagian penting dalam mendeteksi masalah kesehatan serta menentukan penanganan sesuai kondisi masing-masing individu.
Upaya pencegahan ini juga perlu ditunjang dengan lingkungan kerja yang mendukung kebiasaan hidup sehat dan kesadaran untuk mencari pertolongan medis ketika diperlukan.
Kabid Humas: Personel Sehat, Pelayanan kepada Masyarakat Lebih Optimal
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan personel merupakan bagian dari upaya membangun institusi kepolisian yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap personel sekaligus bagian dari kesiapan dalam menjalankan tugas kepolisian. Melalui sosialisasi ini, kami berharap kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga personel dapat bekerja secara optimal, memberikan pelayanan yang humanis, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujar Rositah.
Ia menambahkan, upaya membangun kepolisian yang profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan kedisiplinan dalam bertugas, tetapi juga perlu ditopang kondisi fisik dan kesehatan yang terjaga.
Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia Polri agar pelaksanaan tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum dapat berjalan secara optimal.
Bangun Budaya Hidup Sehat di Lingkungan Kepolisian
Sosialisasi kesehatan yang berlangsung hingga selesai tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan penyakit perlu dimulai dari kesadaran individu dan didukung pemeriksaan medis yang tepat. Personel diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam rutinitas sehari-hari, bukan hanya selama kegiatan sosialisasi.
Polda Maluku melalui Biddokkes juga diharapkan terus memperkuat edukasi dan pemantauan kesehatan sesuai program serta kebutuhan personel. Langkah ini penting untuk mendorong budaya kerja yang memperhatikan kesehatan, tanpa mengabaikan kesiapsiagaan dan tanggung jawab pelayanan publik.
Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Polda Maluku menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus ditopang oleh personel yang menjaga kesehatan, disiplin, dan mampu menjalankan tugas secara profesional.
Personel yang lebih sadar akan kondisi kesehatannya diharapkan dapat menjalankan pengabdian dengan lebih baik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
OngenLeano









