Dari Anjangsana HKGB Ke-74 Tak Sekadar Berbagi Sembako Kapolda Maluku Siapkan Renovasi Fasilitas Panti Pascakebakaran

oleh -12 Dilihat

Media Humas Polri//Maluku

POLDA MALUKU – Kunjungan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., ke Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph, Ahuru, Kota Ambon, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial.

Setelah melihat langsung kondisi dapur dan gudang penyimpanan makanan yang sebelumnya terdampak kebakaran, Kapolda Maluku menyatakan kesiapan untuk membantu merenovasi kedua fasilitas tersebut agar kembali layak dan dapat menunjang kebutuhan anak-anak yang berada dalam pengasuhan panti.

Komitmen itu disampaikan Kapolda saat mendampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto dalam kegiatan anjangsana di Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph, Jalan Dr. Wem Tehupeiory, Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (30/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan **HKGB ke-74 Tahun 2026**, sekaligus memperlihatkan bagaimana semangat kepedulian sosial Bhayangkari diterjemahkan dalam tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Maluku bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku tidak hanya berinteraksi dengan anak-anak panti dan menyerahkan bantuan sembako, tetapi juga meninjau langsung dapur serta gudang penyimpanan makanan yang beberapa waktu sebelumnya mengalami musibah kebakaran.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus mengetahui kebutuhan panti setelah peristiwa tersebut.

Dapur dan gudang penyimpanan makanan dinilai memiliki fungsi vital dalam keberlangsungan aktivitas panti. Dapur menjadi fasilitas utama untuk menyiapkan makanan bagi anak-anak, sementara gudang digunakan untuk menyimpan kebutuhan pangan sehari-hari.

Setelah melihat kondisi di lapangan, Kapolda Maluku menyatakan kesiapan membantu proses renovasi kedua fasilitas tersebut.

*“Kami melihat langsung kondisi fasilitas yang terdampak kebakaran. Dapur dan gudang ini sangat penting bagi aktivitas panti, terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan anak-anak. Karena itu, kami siap membantu agar fasilitas tersebut dapat direnovasi dan kembali digunakan dengan layak,”* ujar Kapolda Maluku.

Bagi Kapolda, kepedulian tersebut bukan semata-mata persoalan memperbaiki bangunan, tetapi memastikan kebutuhan dasar anak-anak yang berada di panti tetap terpenuhi dengan baik.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian, kehadiran tersebut diupayakan untuk berlanjut menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata.

Selain meninjau kondisi fasilitas panti, Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku meluangkan waktu untuk menyapa dan berbicara langsung dengan anak-anak.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolda memberikan motivasi agar anak-anak tetap bersemangat menjalani pendidikan, disiplin, menghormati orang tua dan pengasuh, serta tidak pernah merasa rendah diri dalam mengejar cita-cita.

*“Jangan pernah merasa minder dengan keadaan. Kalian semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Rajin belajar, disiplin, hormati orang lain, dan terus berusaha menjadi pribadi yang baik. Jangan berhenti bermimpi,”* pesan Kapolda kepada anak-anak panti.

Kapolda menegaskan, kondisi seseorang pada hari ini tidak menentukan masa depannya. Kemauan untuk belajar, bekerja keras, menjaga perilaku dan terus mengembangkan diri menjadi modal penting bagi setiap anak untuk menentukan masa depannya.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi masing-masing. Ada yang unggul dalam bidang akademik, olahraga, seni, maupun keterampilan lainnya.

 

Karena itu, lingkungan yang aman, perhatian yang cukup, pendidikan yang baik dan dukungan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak mengembangkan potensi tersebut.

*“Anak-anak adalah bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, pendidikan dan kesempatan untuk berkembang. Tanggung jawab ini bukan hanya milik keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,”* tegasnya.

Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto mengatakan, anjangsana HKGB ke-74 merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Menurutnya, kehadiran Bhayangkari di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan material, tetapi juga melalui perhatian, komunikasi dan kebersamaan.

*“Kami ingin kehadiran Bhayangkari dapat benar-benar dirasakan. Bukan hanya melalui bantuan yang diberikan, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang dan kebersamaan. Anak-anak ini memiliki masa depan yang panjang dan harus terus kita dukung agar mereka tumbuh dengan percaya diri serta mampu meraih cita-citanya,”* ujar Ny. Vitri.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang sangat penting untuk terus dirawat di Maluku.

Semangat kebersamaan, gotong royong dan nilai *ale rasa beta rasa* menjadi kekuatan sosial yang dapat mendorong masyarakat untuk saling membantu ketika ada pihak yang menghadapi kesulitan.

*“Semangat saling membantu seperti ini harus terus kita hidupkan. Ketika ada yang mengalami kesulitan, kita hadir dan membantu sesuai kemampuan kita. Itulah makna kebersamaan yang ingin terus kami bangun melalui kegiatan Bhayangkari,”* katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph.

Bantuan diterima oleh pengurus dan pengasuh panti untuk mendukung kebutuhan sehari-hari anak-anak yang berada dalam pengasuhan.

Namun, bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kepedulian yang lebih luas.

Peninjauan fasilitas pascakebakaran dan kesiapan membantu renovasi dapur serta gudang makanan menjadi bentuk keberlanjutan dari kunjungan tersebut.

Dengan demikian, anjangsana tidak hanya menghasilkan bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan, tetapi juga membuka ruang untuk membantu pemulihan fasilitas yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari panti.

Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku untuk membangun kehadiran Polri yang dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, tugas Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

*“Kehadiran Kapolda Maluku bersama Ketua Bhayangkari di panti asuhan ini menunjukkan bahwa kepedulian Polri dibangun melalui kehadiran langsung dan tindakan nyata. Ketika masyarakat membutuhkan perhatian, Polri berupaya hadir untuk memberikan dukungan dan mencari solusi sesuai kebutuhan,”* ujar Rositah.

Ia menilai perhatian terhadap anak-anak memiliki arti penting karena menyangkut masa depan generasi bangsa.

Karena itu, sinergi antara Polri, Bhayangkari, pemerintah, pengelola panti, dunia pendidikan dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang anak.

*“Semangat HKGB ke-74 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Di Maluku, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan modal sosial yang sangat kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,”* kata Rositah.

Bagi Polda Maluku, kunjungan ke Panti Asuhan Santa Maria/Santo Yoseph memperlihatkan bahwa pendekatan humanis dapat diwujudkan melalui tindakan yang sederhana namun memiliki dampak langsung.

Memberikan sembako membantu memenuhi kebutuhan pangan. Menyapa dan memberikan motivasi dapat membangun kepercayaan diri anak-anak. Sementara komitmen membantu renovasi fasilitas pascakebakaran menjadi langkah untuk memastikan aktivitas panti dapat kembali berjalan secara lebih layak.

Semangat tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pelayanan kepada masyarakat bukan hanya mengenai bagaimana Polri menjaga keamanan, tetapi juga bagaimana institusi negara hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan kepedulian.

Kehadiran Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku di tengah anak-anak panti juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

Di tengah keberagaman masyarakat Maluku, kepedulian sosial menjadi ruang bersama untuk merawat persaudaraan, memperkuat solidaritas dan membangun rasa saling memiliki.

Kegiatan anjangsana dalam rangka HKGB ke-74 Tahun 2026 tersebut turut dihadiri Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Ambon, Kapolsek Sirimau serta pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.

Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 14.45 WIT dalam keadaan aman, tertib dan terkendali.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.