FGD Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan  Ditsamapta Polda Maluku Dorong Gerakan Lingkungan Berkelanjutan Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Persoalan Lingkungan

oleh -179 Dilihat

Media Humas Polri//Maluku

POLDA MALUKU- Persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi semata. Dibutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, generasi muda, komunitas, akademisi, hingga aparat kepolisian untuk membangun kesadaran, kepatuhan terhadap aturan, dan aksi bersama dalam menjaga lingkungan.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan *Focus Group Discussion (FGD) “Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan”*, yang digelar di Ruang Rapat Vlisingen, Kantor Wali Kota Ambon, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian *Program Kolaborasi Pemuda untuk Banda Neira – Pengabdian Masyarakat PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa Tahun 2026*, yang dilaksanakan melalui kolaborasi PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa, Kawan Alam Indonesia, Pemerintah Kota Ambon, Direktorat Samapta Korsabhara Polda Maluku, serta berbagai unsur terkait.

Kehadiran *Ditsamapta Korsabhara Polda Maluku* dalam forum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat perspektif bahwa gerakan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan konservasi, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan ketertiban umum, kepatuhan terhadap peraturan, pencegahan pelanggaran, serta partisipasi aktif masyarakat.

Ditsamapta Polda Maluku dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Brigpol Iskandar Lallo.

FGD mengusung semangat membangun ruang dialog lintas sektor mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Berbagai isu dibahas, mulai dari kesadaran masyarakat, pengelolaan sampah, pemanfaatan sumber daya alam, peran pemerintah, hingga keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Melkias Wattimena, M.Si., Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Politik, Hukum dan Aparatur Fenly Masahoi, S.STP., peraih Kalpataru Tahun 2026 Wutmaili Romuty, S.Pd., S.T., M.T., mahasiswa Pascasarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB University Syavin Al Farisie, Brigpol Iskandar Lallo mewakili Ditsamapta Polda Maluku, Co-Founder Kawan Alam Indonesia Wanda Syahputra selaku moderator, serta unsur pemuda, komunitas, dan peserta lainnya.

Dalam forum tersebut, unsur kepolisian menyampaikan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat. Upaya menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan sehat membutuhkan keterlibatan seluruh pihak melalui pendekatan edukasi, pencegahan, pembinaan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Direktur Samapta Polda Maluku menegaskan, fungsi Samapta sebagai salah satu unsur yang berada di garis depan pelayanan kepolisian memiliki peran penting dalam membangun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, termasuk melalui upaya preventif dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.

> *“Kehadiran Ditsamapta dalam forum ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Persoalan lingkungan tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Lingkungan yang bersih dan terpelihara membutuhkan kesadaran, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab bersama,”* ujar Dirsamapta Polda Maluku.

Ia menekankan bahwa langkah penanganan persoalan lingkungan harus mengedepankan upaya pencegahan. Edukasi kepada masyarakat dan generasi muda menjadi salah satu investasi penting untuk membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

> *“Kami mendorong agar gerakan lingkungan dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara konsisten. Kepatuhan terhadap aturan, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum, serta berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan merupakan bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman,”* katanya.

Menurutnya, Ditsamapta siap mendukung kolaborasi positif bersama pemerintah daerah, komunitas, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik dan menciptakan lingkungan yang lebih tertib.

Keterlibatan Ditsamapta Polda Maluku dalam FGD tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Peran kepolisian, khususnya fungsi Samapta, tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif, edukatif, pembinaan, serta membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.

Melalui ruang dialog tersebut, terbangun komunikasi antara unsur kepolisian, pemerintah, organisasi pemuda, komunitas lingkungan, akademisi, dan masyarakat mengenai pentingnya membangun gerakan sadar lingkungan secara bersama-sama.

Kepatuhan terhadap Peraturan Daerah dan ketentuan lain yang berkaitan dengan kebersihan dan ketertiban menjadi salah satu aspek yang turut mendapat perhatian. Namun demikian, upaya membangun masyarakat yang peduli lingkungan harus dimulai dengan membangun kesadaran, bukan semata-mata mengandalkan tindakan penegakan aturan.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting untuk membangun rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa kehadiran unsur Ditsamapta dalam kegiatan tersebut merupakan wujud keterbukaan Polri untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi bersama.

Menurutnya, isu lingkungan merupakan persoalan strategis yang membutuhkan partisipasi luas. Karena itu, Polri mendorong terbangunnya kemitraan yang produktif antara pemerintah, masyarakat, komunitas, pemuda, akademisi, dan institusi terkait.

> *“Polda Maluku sangat mengapresiasi inisiatif yang mempertemukan generasi muda, komunitas lingkungan, pemerintah, akademisi dan kepolisian dalam satu ruang dialog. Ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Polri hadir bukan hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya pencegahan, edukasi, pembinaan, dan kemitraan dengan masyarakat,”* ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi.

Ia menilai, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan keberlanjutan gerakan lingkungan. Energi, kreativitas, jejaring, dan kemampuan generasi muda untuk menggerakkan masyarakat perlu diarahkan menjadi kekuatan positif bagi pembangunan dan pelestarian lingkungan.

> *“Kolaborasi seperti ini harus terus dikembangkan. Ketika pemerintah, komunitas, pemuda, akademisi dan aparat berjalan bersama, maka kesadaran lingkungan tidak berhenti sebagai wacana. Harus ada perubahan perilaku dan aksi nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil, kemudian berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,”* katanya.

Kabidhumas menambahkan, menjaga lingkungan juga berkaitan dengan upaya menciptakan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik. Lingkungan yang terjaga, bersih, tertib, dan sehat akan mendukung terciptanya ruang hidup yang aman dan nyaman.

> *“Semangatnya adalah mencegah sebelum persoalan menjadi lebih besar. Karena itu, Polda Maluku melalui seluruh fungsi kepolisian terus membuka ruang kemitraan dengan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama, bukan hanya kegiatan seremonial,”* tegasnya.

Program Kolaborasi Pemuda untuk Banda Neira merupakan bagian dari komitmen PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa dalam mendorong kontribusi pemuda Indonesia melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang bersentuhan dengan kebutuhan dan persoalan di daerah.

Melalui kegiatan ini, PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa membangun jembatan antara jejaring pelajar dan pemuda Indonesia di luar negeri dengan pemerintah, komunitas, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan di dalam negeri.

Kolaborasi bersama Kawan Alam Indonesia juga diarahkan untuk mempertemukan pengalaman akademik, jejaring pemuda, perspektif konservasi, pengalaman komunitas, serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

FGD menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai berbagai langkah yang dapat dikembangkan, antara lain penguatan edukasi dan kampanye sadar lingkungan, pengelolaan sampah dan kebersihan, peningkatan kapasitas generasi muda, kegiatan konservasi, serta pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan menghasilkan kesamaan pandangan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang konsisten. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

Forum tersebut juga membuka komunikasi awal untuk memperkuat jejaring antara PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa, Kawan Alam Indonesia, Pemerintah Kota Ambon, Ditsamapta Polda Maluku, akademisi, komunitas, dan generasi muda.

Dari Ambon, semangat kolaborasi itu diharapkan dapat terus berkembang menjadi program-program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya melalui edukasi, gerakan kebersihan, penguatan peran pemuda, konservasi, dan pengabdian masyarakat.

Bagi Polda Maluku, keterlibatan dalam gerakan tersebut merupakan bagian dari semangat kehadiran Polri yang humanis, preventif, dan kolaboratif.

*“Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga masa depan. Karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif dan aksi bersama. Polda Maluku siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mendorong masyarakat yang semakin sadar aturan, peduli terhadap lingkungan, serta bersama-sama menciptakan Maluku yang aman, tertib, bersih, dan berkelanjutan,”* tutup Kombes Pol. Rositah Umasugi.

Kegiatan *Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan* tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa persoalan lingkungan adalah agenda bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi nyata, dengan generasi muda sebagai salah satu motor penggerak perubahan dan seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari solusi.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.