Gandeng BKPRMI Kapolda Maluku Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan Generasi Muda dan Pencegahan Konflik Sosial

oleh -119 Dilihat

Ambon// Media Humas Polri

Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Ambon memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda, peningkatan kesadaran hukum, serta pencegahan konflik sosial. Kolaborasi kepolisian dan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan tersebut diharapkan mampu membangun ketahanan sosial sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat di Maluku.

Ajakan itu disampaikan Kapolda saat menerima audiensi pengurus BKPRMI Kota Ambon di Ruang Tamu Polda Maluku, Kamis (24/9/2026), pukul 13.30 WIT. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Polri dengan organisasi kepemudaan Islam dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan dan pembinaan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Intelkam, Direktur Binmas dan Kabid Humas Polda Maluku. Sementara rombongan BKPRMI dipimpin Ketua Umum La Arufin, didampingi Sekretaris Umum La Ode Hairudin, Komandan Brigade Masjid Takbir Tukloy serta sejumlah pengurus lainnya.

Kapolda: Menjaga Ambon Berarti Menjaga Maluku

Kapolda Maluku menegaskan bahwa Kota Ambon memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi dan sosial masyarakat Maluku. Dengan tingkat kepadatan penduduk serta keberagaman suku, agama dan budaya, stabilitas keamanan di Ambon memiliki pengaruh penting terhadap situasi keamanan di wilayah Maluku secara keseluruhan.

Menurut Kapolda, perkembangan teknologi informasi dan media sosial turut menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keamanan. Peristiwa yang terjadi di suatu wilayah dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi masyarakat di wilayah lain, sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah

“Ambon merupakan pusat aktivitas masyarakat Maluku dengan keberagaman suku, agama dan berbagai latar belakang sosial. Ketika kita mampu menjaga Ambon, kita juga turut menjaga Maluku secara keseluruhan. Karena itu, kami berharap BKPRMI dapat mengambil peran strategis dalam membangun generasi muda yang religius, memiliki kesadaran hukum serta menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat,” ujar Kapolda.

Kapolda menekankan bahwa pembinaan generasi muda merupakan salah satu langkah penting dalam pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Berbagai persoalan sosial, termasuk pertikaian antar kelompok pemuda, dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas apabila tidak ditangani sejak dini.

Oleh karena itu, BKPRMI diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif menjangkau remaja dan pemuda yang belum terlibat dalam aktivitas masjid maupun kegiatan sosial yang produktif.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya mengembangkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin, yakni membawa kebaikan dan rahmat bagi seluruh umat manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Melalui pendekatan tersebut, BKPRMI diharapkan mampu menjadi penggerak dalam memperkuat toleransi, persaudaraan dan kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat Maluku yang majemuk.

Masjid Didorong Menjadi Pusat Pendidikan, Teknologi dan Pemberdayaan Pemuda

Dalam audiensi tersebut, Kapolda turut mendorong BKPRMI Kota Ambon mengembangkan sebuah masjid percontohan yang dapat menjadi model pembinaan dan pemberdayaan generasi muda.

Masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an, pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hukum, pembelajaran teknologi serta pengembangan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Kapolda, berbagai potensi yang dimiliki generasi muda perlu diarahkan melalui kegiatan positif dan berkelanjutan. Terlebih, perubahan gaya hidup sebagian generasi muda yang mulai menggemari aktivitas produktif dapat menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pembinaan remaja masjid

“Saya berharap BKPRMI dapat memilih satu masjid sebagai percontohan pembinaan generasi muda di Kota Ambon. Manfaatkan seluruh potensi pemuda di lingkungan masjid tersebut, bukan hanya untuk belajar mengaji dan salat, tetapi juga untuk mempelajari teknologi serta mengembangkan berbagai keterampilan positif. Jika berhasil, model ini dapat dikembangkan di masjid-masjid lainnya,” jelas Kapolda.

Ia juga mendorong pengurus BKPRMI untuk lebih aktif menghadirkan kegiatan yang menarik bagi generasi muda, termasuk membangun kebiasaan beribadah dan memperkuat keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kapolda mencontohkan meningkatnya partisipasi pemuda dan remaja dalam salat Subuh berjemaah sebagai salah satu indikator keberhasilan pembinaan keagamaan yang dapat dikembangkan BKPRMI.

Melalui berbagai program tersebut, masjid diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang beriman, berdisiplin, produktif, memiliki kepedulian sosial serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.

BKPRMI Siap Bersinergi dengan Polda Maluku

Ketua Umum BKPRMI Kota Ambon, La Arufin, menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan arahan Kapolda Maluku. Ia berharap audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara BKPRMI dan Polda Maluku, khususnya dalam pembinaan remaja masjid di Kota Ambon.

Menurutnya, dukungan dan pendampingan kepolisian diperlukan untuk memperluas jangkauan kegiatan organisasi sekaligus meningkatkan peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap Polda Maluku dapat menjadi sahabat dan mitra strategis BKPRMI dalam menjalankan berbagai program pembinaan remaja masjid di Kota Ambon. Melalui kerja sama dan koordinasi yang baik, kami ingin bergerak bersama untuk membina generasi muda agar semakin aktif dalam kegiatan keagamaan dan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap La Arufin.

Ia juga menyampaikan harapan agar pengurus BKPRMI terus memperoleh arahan dan pandangan dari Kapolda Maluku dalam mengembangkan program organisasi, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan pemuda dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara kepolisian dan organisasi kepemudaan Islam dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk upaya pencegahan kenakalan remaja serta potensi konflik di lingkungan masyarakat.

Polda Maluku: Pembinaan Pemuda Bagian dari Pencegahan Konflik Sejak Dini

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa penguatan kemitraan dengan organisasi kepemudaan dan keagamaan merupakan bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

Menurutnya, pencegahan konflik sosial tidak dapat hanya mengandalkan tindakan kepolisian setelah suatu peristiwa terjadi, tetapi juga memerlukan upaya berkelanjutan untuk membangun kesadaran hukum, memperkuat karakter generasi muda dan meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.

“Pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga keamanan dan kedamaian Maluku. Melalui kolaborasi dengan BKPRMI, kami berharap masjid semakin berperan sebagai pusat pembentukan karakter, pendidikan dan pemberdayaan pemuda, sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan serta kesadaran hukum sejak dini,” ujar Rositah.

Kabid Humas menambahkan bahwa keterlibatan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan sangat penting dalam memperkuat komunikasi sosial, menangkal provokasi serta mencegah penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh adat dan elemen masyarakat untuk terus membangun kolaborasi dengan kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai dan kondusif.

“Menjaga keamanan Maluku merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap generasi muda dapat tampil sebagai pelopor perdamaian, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dan persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas,” pungkasnya.

Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Polda Maluku dan BKPRMI Kota Ambon dalam mendukung pembinaan generasi muda serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.