Hadir di Sekolah Rakyat Taruna Akpol Tanamkan Karakter dan Disiplin Tanpa Kekerasan

oleh -60 Dilihat

Media Humas Polri//Ambon

POLDA MALUKU– Kehadiran Polri di tengah generasi muda tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Lima Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) hadir di Sekolah Rakyat di Ambon untuk berbagi pengetahuan sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kebersamaan dan karakter melalui pendekatan edukatif tanpa kekerasan maupun perpeloncoan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026 yang digelar di Panti Sosial Bina Remaja Hiti Hiti Hala Hala, Ambon, Selasa (4/8/2026).

Sebanyak 85 siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas kelas XI mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Para siswa tidak hanya menerima materi dalam kelas besar, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para Taruna Akpol dalam suasana dialogis dan penuh keakraban.

Lima Taruna Akpol yang terlibat yakni Brigadir Kepala Taruna Sultan Pasha Ramadhan, Brigadir Kepala Taruna Andika Thariq Siraj Simatupang, Brigadir Kepala Taruna Achmad Rasya Rifai, Brigadir Kepala Taruna Teuku Satria Nurkholid, dan Brigadir Kepala Taruna Narendra Darma Salman Soumena.

Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Dosen Madya Akpol Lemdiklat Polri AKBP Indra Heryanto, S.S., M.H., serta Wakapolsek Leihitu Ipda Johanis Darmapan, S.Tr.I.K. sebagai pendamping resmi selama pelaksanaan Taruna Bhakti.

Berbeda dengan pola pembinaan yang bersifat satu arah, para Taruna Akpol mengambil peran sebagai sahabat belajar sekaligus teladan bagi para siswa.

Interaksi berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan, sementara para Taruna memberikan materi dan pengalaman yang relevan dengan kehidupan pelajar.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka aktif berinteraksi dengan para Taruna, baik saat kegiatan berlangsung di ruang kelas besar maupun ketika para Taruna turun langsung memberikan pendampingan pada masing-masing kelas.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang dibawa dalam Taruna Bhakti: bahwa kedisiplinan dan pembentukan karakter dapat ditanamkan melalui keteladanan, komunikasi dan penghargaan terhadap peserta didik, bukan melalui kekerasan.

Nilai-nilai yang ditekankan meliputi kedisiplinan, kerapian, tanggung jawab, kerja sama, kebersamaan, serta pentingnya membangun sikap positif dalam proses pendidikan.

Seluruh rangkaian pembinaan dilaksanakan tanpa kekerasan dan tanpa perpeloncoan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan kehadiran Taruna Akpol di Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya menghadirkan wajah Polri yang dekat, humanis dan peduli terhadap masa depan generasi muda.

“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan keamanan. Polri juga harus hadir dalam proses membangun generasi bangsa. Melalui Taruna Bhakti ini, para Taruna Akpol belajar untuk menjadi bagian dari masyarakat sekaligus memberikan keteladanan kepada para siswa,” ujar Rositah.

Menurutnya, pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki integritas, disiplin dan rasa tanggung jawab.

Karena itu, kata Rositah, pembentukan karakter harus dilakukan melalui pendekatan yang mendidik dan membangun, bukan dengan tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut atau kekerasan.

“Kedisiplinan tidak harus dibangun melalui kekerasan. Keteladanan, komunikasi yang baik dan konsistensi justru menjadi cara yang lebih efektif untuk menumbuhkan kesadaran disiplin pada generasi muda,” tegasnya.

Rositah menambahkan, kegiatan seperti Taruna Bhakti juga menjadi ruang pembelajaran bagi para calon perwira Polri untuk memahami bahwa profesi kepolisian memiliki dimensi pengabdian sosial yang luas.

“Seorang calon perwira Polri harus memiliki kemampuan profesional sekaligus kepekaan sosial. Mereka harus mampu berkomunikasi, mendengar dan memahami masyarakat. Pengalaman berinteraksi dengan para siswa ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter calon pemimpin Polri,” katanya.

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan manfaat kepada para siswa, tetapi juga menjadi pengalaman langsung bagi para Taruna Akpol dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian yang diperoleh selama pendidikan.

Kehadiran mereka di tengah siswa menjadi sarana untuk membangun komunikasi lintas generasi sekaligus memperkenalkan sosok calon anggota Polri yang dekat dengan masyarakat.

Bagi para siswa, interaksi tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman positif sekaligus membuka perspektif bahwa anggota Polri dapat hadir sebagai sahabat, pendamping dan inspirator bagi generasi muda.

Sementara bagi para Taruna Akpol, kegiatan ini menjadi pembelajaran untuk memahami bahwa tugas kepolisian tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup aspek perlindungan, pengayoman, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026, Polda Maluku menegaskan komitmen untuk terus mendorong pendekatan kepolisian yang humanis dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.

Kegiatan tersebut diharapkan meninggalkan pesan sederhana namun penting: membangun kedisiplinan tidak harus dengan kekerasan, dan membentuk karakter tidak cukup dengan kata-kata—tetapi membutuhkan keteladanan.

Dari Sekolah Rakyat di Ambon, para Taruna Akpol membawa semangat bahwa kehadiran Polri harus dirasakan sejak dini oleh generasi muda, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai bagian dari proses membangun masa depan bangsa.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.