Jelang Hari Jadi ke-78 Polwan R.I Polda Maluku Perkuat Profesionalisme dan Disiplin Polisi Wanita

oleh -55 Dilihat

Media Humas Polri//Ambon

POLDA MALUKU – Menjelang peringatan *Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia Tahun 2026*, Polda Maluku memperkuat pembinaan profesionalisme, integritas dan disiplin seluruh personel Polisi Wanita.

Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan arahan dan pembinaan yang dipimpin Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., bersama Kabid Propam Polda Maluku di Aula Basudara Manise Lantai 5 Polda Maluku, Senin (31/8/2026).

Kegiatan diikuti personel Polwan Polda Maluku serta jajaran Polres/Ta secara virtual. Turut hadir Kabid Humas Polda Maluku, Kasubbid Wabprof Bid Propam Polda Maluku, Kaur Litpers Subbid Paminal Bid Propam Polda Maluku, Kanit Hartib Propam Polda Maluku, Pakor Polwan Polda Maluku, serta Kapolres Buru.

Mengusung tema nasional *“One Police Woman, Extraordinary Impact”* atau *Satu Polwan, Memberikan Dampak Yang Besar* kepada institusi, momentum Hari Jadi ke-78 Polwan tidak hanya diarahkan sebagai perayaan atas perjalanan pengabdian Polisi Wanita, tetapi juga menjadi ruang evaluasi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, disiplin, integritas dan kontribusi Polwan kepada institusi maupun masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, aspek disiplin menjadi salah satu perhatian penting. Berdasarkan evaluasi Bidpropam Polda Maluku terhadap personel Polwan dalam kurun waktu 2024 hingga 2026, terdapat kecenderungan peningkatan pelanggaran yang melibatkan personel Polwan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pimpinan karena disiplin merupakan fondasi penting dalam menjaga profesionalisme dan kehormatan anggota Polri.

Pembinaan dilakukan bukan semata-mata sebagai bentuk penindakan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar setiap personel memahami konsekuensi dari setiap tindakan serta mampu menjaga perilaku, etika dan integritas, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Jarot Sungkowo, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa status sebagai anggota Polri melekat pada setiap personel, termasuk ketika berada di luar kedinasan.

*“Kami memberikan perhatian serius terhadap disiplin personel Polwan. Evaluasi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan pelanggaran, dan ini menjadi bahan pembinaan sekaligus pengawasan agar ke depan tidak terus terjadi,”* ujar Kabid Propam Polda Maluku.

Menurutnya, setiap personel Polwan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan diri, keluarga dan institusi Polri.

*“Polwan memiliki tanggung jawab sebagai anggota Polri yang dituntut profesional dan berintegritas, sekaligus sebagai bagian dari keluarga. Keduanya harus berjalan seimbang. Jangan sampai persoalan disiplin maupun perilaku pribadi mencederai kehormatan diri, keluarga maupun institusi Polri,”* tegasnya.

Kabid Propam mengingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap disiplin maupun kode etik profesi Polri akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

*“Tidak ada pembenaran terhadap pelanggaran. Penegakan disiplin dan kode etik berlaku bagi seluruh anggota Polri tanpa pengecualian. Kami ingin pembinaan ini menjadi pengingat bahwa menjadi Polwan bukan hanya tentang seragam dan tugas, tetapi juga tentang integritas, keteladanan dan tanggung jawab,”* katanya.

Ia juga mengajak seluruh Polwan untuk menjadikan momentum Hari Jadi ke-78 sebagai titik evaluasi pribadi.

*“Jaga marwah sebagai Polisi Wanita. Jaga sikap, ucapan dan perilaku. Jadilah teladan di tempat tugas, di tengah masyarakat dan di lingkungan keluarga. Prestasi yang dibangun dengan kerja keras dapat rusak apabila tidak diikuti dengan disiplin dan integritas,”* ujarnya.

Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., selaku Pembina Harian Polwan, mengatakan pembinaan personel merupakan bagian penting dari upaya membangun Polwan yang profesional, kompeten dan berintegritas.

Menurutnya, Polwan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri, terutama dalam menghadirkan pendekatan yang humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

*“Hari Jadi ke-78 Polwan harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen. Polwan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis kepolisian, tetapi juga integritas, disiplin dan kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,”* ujar Jemi.

Ia meminta seluruh Polwan terus meningkatkan kemampuan melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman tugas.

*“Profesionalisme tidak lahir secara instan. Harus dibangun melalui kemauan untuk belajar, meningkatkan kompetensi, memahami aturan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,”* katanya.

Jemi juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku di ruang digital. Menurutnya, media sosial harus digunakan secara bijak dan tidak menjadi ruang yang justru merugikan diri sendiri maupun institusi.

*“Status sebagai anggota Polri tetap melekat meskipun berada di ruang digital. Karena itu, gunakan media sosial secara bijak, hindari perilaku yang dapat menimbulkan persepsi negatif, dan manfaatkan ruang digital untuk menyampaikan informasi positif serta membangun kepercayaan masyarakat,”* ujarnya.

Selain profesionalisme dan disiplin, Jemi menekankan pentingnya keseimbangan kehidupan pribadi dan kedinasan.

*“Polwan memiliki peran yang tidak sederhana. Sebagai anggota Polri harus profesional serta menjadi role model ketaatan hukum dan etika dalam menjalankan tugas, sementara dalam keluarga juga memiliki tanggung jawab sebagai ibu dan istri yang bertanggung jawab dalam mendukung moral keluarga serta untuk memperkaya empati dan kematangan dalam tugas. Keseimbangan ini harus dikelola dengan baik agar keduanya dapat berjalan secara harmonis,”** katanya.

Di tengah evaluasi disiplin, Polda Maluku juga memberikan apresiasi terhadap berbagai prestasi yang telah ditorehkan Polwan Maluku.

Sejumlah personel Polwan Polda Maluku telah menunjukkan kemampuan dan prestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga pada tingkat nasional maupun internasional.

Di antaranya *Iptu Esterlina Titiheru* yang meraih medali emas dan perak pada ajang binaraga internasional di Malaysia.

Sementara *Briptu Arni Silva Pattipeiluhu* tengah mempersiapkan diri untuk membela Indonesia dalam cabang olahraga dayung pada ajang internasional.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa ruang pengabdian Polwan tidak terbatas pada pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kemampuan, prestasi dan kontribusi di berbagai bidang.

Karena itu, pembinaan disiplin dan pengembangan prestasi menjadi dua sisi yang tidak terpisahkan dalam membangun sosok Polwan yang profesional.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-78 Polwan Polda Maluku mengatakan peringatan tahun ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Polisi Wanita sekaligus memperkuat semangat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

*“Tema One Police Woman, Extraordinary Impact mengandung pesan bahwa setiap Polwan harus mampu memberikan dampak yang positif melalui tugas, sikap dan pengabdiannya. Karena itu, peringatan Hari Jadi ke-78 bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen,”* ujarnya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan Hari Jadi Polwan diarahkan untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial dan menunjukkan kontribusi Polwan kepada masyarakat.

*“Kami ingin peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh Polwan untuk semakin kompak, profesional dan mampu memberikan manfaat nyata. Setiap Polwan memiliki ruang untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan bidang tugasnya,”* katanya.

Ia berharap semangat Hari Jadi ke-78 dapat memberi energi baru bagi seluruh personel Polwan Polda Maluku.

*“One Police Woman, Extraordinary Impact berarti satu Polwan dapat memberikan dampak luar biasa. Dimulai dari disiplin terhadap diri sendiri, profesional dalam melaksanakan tugas, kemudian hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,”* ujarnya.

Sementara itu Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan penguatan profesionalisme dan disiplin merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Menurutnya, setiap perilaku anggota dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap institusi secara keseluruhan.

*“Polwan merupakan bagian penting dari wajah Polri di tengah masyarakat. Karena itu, profesionalisme, disiplin dan integritas bukan hanya menjadi tuntutan organisasi, tetapi juga menjadi modal utama untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan publik,”* ujar Rositah.

Ia menilai Polwan memiliki keunggulan tersendiri dalam membangun komunikasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

*“Polwan harus mampu menjadi komunikator yang baik, hadir dengan empati dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendekatan yang humanis harus berjalan seiring dengan ketegasan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum,”* katanya.

Rositah juga mengajak masyarakat untuk melihat peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan sebagai momentum untuk semakin memperkuat hubungan antara Polisi Wanita dan masyarakat.

*“Kami ingin semangat Hari Jadi ke-78 Polwan tidak berhenti pada internal organisasi. Dampaknya harus dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka dan kehadiran Polwan dalam berbagai persoalan sosial,”* ujarnya.

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan di Polda Maluku pada akhirnya membawa dua pesan penting: *meningkatkan prestasi dan memperkuat integritas*.

Prestasi menjadi cerminan kemampuan dan kerja keras, sementara disiplin serta integritas menjadi fondasi agar prestasi tersebut memiliki nilai yang berkelanjutan.

Bagi Polda Maluku, pembinaan Polwan bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga membangun karakter, menjaga etika dan memastikan setiap personel mampu menjadi teladan.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.