Jumat Keliling Kapolda Maluku Serap Aspirasi Warga Perkuat Pelayanan Polri yang Humanis 

oleh -224 Dilihat

Ambon// Media Humas Polri

Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., memanfaatkan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Jamie Al-Ukhuwah, Kapaha, Kota Ambon, Jumat (23/10/2026), untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Salah satu persoalan yang disampaikan jemaah ialah gangguan kenyamanan di kawasan pendidikan akibat suara musik angkutan kota (angkot) yang terlalu keras.

Kegiatan tersebut menegaskan pendekatan Polda Maluku yang menempatkan komunikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian. Jumat Keliling juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog untuk mendengar kebutuhan masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Maluku didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, antara lain Karo Ops, Karo Rena, Dansat Brimob, Ka SPKT, serta personel Polda Maluku yang beragama Islam.

Dalam pertemuan bersama jemaah, Suwondo memohon doa restu dan dukungan masyarakat untuk menjalankan amanah sebagai Kapolda Maluku, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kehidupan yang aman, harmonis, dan sejahtera.

“Saya sebagai Kapolda yang baru di wilayah Maluku ini mohon restu untuk dapat melaksanakan tugas. Apa yang akan kita bawa ke depan tentunya membuat Maluku baik—baik orangnya, baik kita semua petugasnya, dan tentunya membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Maluku,” kata Suwondo.

Dalam sesi dialog, salah seorang jemaah, Abdullah Ely, menyampaikan keluhan mengenai ketertiban dan kenyamanan lalu lintas di koridor jalan dari Batu Merah menuju kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon.

Menurut Abdullah, penggunaan musik dengan volume keras oleh sejumlah pengemudi angkot mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya di sepanjang jalur yang menjadi kawasan pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

“Jalur dari Batu Merah hingga UIN itu merupakan kawasan pendidikan yang padat dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Suara musik keras dari angkot sangat mengganggu kenyamanan dan proses belajar mengajar,” ujar Abdullah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga dan menegaskan bahwa masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

“Aspirasi dan masukan yang disampaikan langsung hari ini akan kami bawa untuk dievaluasi dan disesuaikan dengan pelayanan kepolisian di lapangan. Bagi warga yang belum sempat menyampaikan langsung, silakan hubungi petugas Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing, karena setiap bulan kami selalu mengevaluasi seluruh keluhan masyarakat,” jelas Suwondo.

Aspirasi tersebut menjadi perhatian penting karena menyangkut kenyamanan masyarakat dan aktivitas belajar mengajar di kawasan pendidikan. Penanganannya membutuhkan koordinasi dengan satuan kerja kepolisian terkait serta, sesuai kewenangan, instansi yang menangani operasional angkutan dan ketertiban lalu lintas.

Polda Maluku diharapkan dapat menindaklanjuti masukan tersebut melalui evaluasi dan langkah yang sesuai dengan ketentuan, sehingga dialog yang berlangsung tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi menjadi bagian dari perbaikan pelayanan publik.

Jumat Keliling merupakan salah satu kegiatan yang diarahkan untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan, silaturahmi, dan komunikasi langsung. Kegiatan ini sejalan dengan semangat program prioritas 100 hari kerja Kapolri dalam memperkuat pelayanan yang humanis serta membangun kepercayaan publik melalui kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Maluku mendorong masyarakat untuk menyampaikan saran, kritik, maupun keluhan terkait kamtibmas dan pelayanan kepolisian. Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing juga menjadi salah satu saluran komunikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan persoalan di lingkungannya.

Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa kedekatan Polri dengan masyarakat harus diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka dan tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan.

“Jumat Keliling bukan sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi juga ruang bagi Polri untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi menjadi masukan penting bagi evaluasi pelayanan. Kami mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dengan kepolisian agar berbagai persoalan di lingkungan masing-masing dapat ditangani secara tepat, bersama-sama, dan sesuai ketentuan,” demikian draf pernyataan Kabidhumas yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.

Menurut pendekatan tersebut, pelayanan kepolisian yang baik tidak hanya diukur dari kehadiran personel, tetapi juga dari kemampuan mendengar, merespons, dan mengevaluasi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Mengakhiri kegiatan, Kapolda kembali memohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh personel Polda Maluku dapat menjalankan tugas secara amanah dan profesional.

“Kami mohon restu supaya kami amanah dalam melaksanakan tugas. Apabila ada kekurangan atau kekhilafan, kami mohon untuk saling mengingatkan sebagai bagian dari keluarga besar Provinsi Maluku. Terima kasih dan salam hormat untuk keluarga di rumah,” tutup Suwondo.

Melalui semangat *Polisi Bersama Masyarakat*, Polda Maluku berkomitmen memperkuat komunikasi dengan warga, membuka ruang bagi penyampaian aspirasi, serta mendorong pelayanan kepolisian yang responsif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

OngenLeano


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.