Pasien BPJS Diduga Terpaksa Pulang Sebelum Operasi Krisis Obat RSUD Masohi Disorot Publik

oleh -437 Dilihat

Media Humas Polri//Maluku

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah pasien peserta BPJS Kesehatan mengeluhkan buruknya pelayanan, terutama terkait dugaan kelangkaan obat di depo farmasi rumah sakit yang membuat pasien harus membeli obat secara mandiri di apotek luar dengan biaya sendiri.

Keluhan tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu, terlebih ketika kondisi tersebut diduga berdampak langsung pada keberlangsungan pengobatan pasien.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian menimpa seorang pasien yang menurut pihak keluarga telah dijadwalkan menjalani tindakan operasi pada Senin mendatang berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter. Namun, menjelang operasi, keluarga pasien mengaku harus mencari pinjaman uang untuk membeli sejumlah obat yang disebut tidak tersedia di depo farmasi RSUD Masohi.

Di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, keluarga mengaku tidak lagi sanggup menanggung biaya tambahan untuk membeli obat di luar rumah sakit. Kondisi tersebut akhirnya membuat pasien memilih mengajukan pulang atas permintaan sendiri (APS), meski menyadari risiko medis yang dapat mengancam keselamatannya.

“Pasien memilih keluar dari rumah sakit bukan karena sudah sembuh, tetapi karena tidak mampu lagi menanggung biaya pembelian obat,” ungkap salah satu sumber keluarga kepada Media ini, Jumat (24/7/2026).

Peristiwa tersebut memicu keprihatinan berbagai kalangan. Sejumlah elemen masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, BPJS Kesehatan, serta instansi pengawas terkait untuk segera melakukan investigasi terhadap dugaan kelangkaan obat dan tata kelola pelayanan di RSUD Masohi.

Mereka menilai apabila keluhan tersebut terbukti benar, maka kondisi itu berpotensi menghambat hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak sebagaimana dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

Seorang praktisi kesehatan senior di RSUD Masohi yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku sangat prihatin dengan adanya pasien yang memilih menghentikan pengobatan atau pulang atas permintaan sendiri karena alasan ekonomi.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan situasi yang sangat memprihatinkan dalam pelayanan kesehatan publik.

“Kesembuhan adalah hak setiap warga negara. Sangat menyakitkan bagi kami sebagai tenaga medis ketika melihat pasien menyerah pada penyakitnya bukan karena medis tidak mampu mengobati, melainkan karena dompet mereka yang tidak lagi mampu menebus resep,” ujarnya.

Ia berharap persoalan ketersediaan obat dapat segera menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan pasien tidak lagi dihadapkan pada pilihan sulit antara melanjutkan pengobatan atau menghentikannya karena keterbatasan biaya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Masohi, Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, maupun BPJS Kesehatan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.MEDIA HUMAS POLRI,telah berupaya menghubungi pihak-pihak terkait dan akan memuat klarifikasi atau hak jawab mereka pada pemberitaan berikutnya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.