Pelatihan Balawista di Ambon Jadi Langkah Awal Bangun Keselamatan Wisata Air

oleh -172 Dilihat

Media Humas Polri//Ambon

Pelatihan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) di Kota Ambon menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menjaga keselamatan di kawasan perairan dan pantai,Ambon (waiheru) Sabtu 12 september 2026.

Program tersebut merupakan kerja sama Balawista Indonesia dengan pihak dari Marseille, Prancis. Kegiatan ini diprakarsai oleh Willem, seorang guru lifeguard di Prancis yang memiliki hubungan dengan Ambon dan ingin ikut mendorong penguatan keselamatan air di Maluku.

Presiden Balawista Indonesia menjelaskan, kerja sama tersebut berawal dari pertemuan dengan Willem dalam Kongres Dunia International Life Saving Federation (ILS) di Gold Coast, sekitar dua tahun lalu.

“Willem merasa punya darah orang Ambon. Dari sana kemudian kami bertemu dan membicarakan kemungkinan membuat proyek bersama,” jelasnya.

Menurutnya, setelah pertemuan tersebut, Willem kembali datang ke Bali bersama istrinya untuk mematangkan rencana kerja sama. Program pelatihan di Ambon kemudian direalisasikan dengan pendanaan dari Willem dan sponsor yang berada di Prancis.

Ia mengatakan, Ambon dipilih sebagai lokasi awal karena keberadaan Balawista belum banyak dikenal masyarakat.

“Di Indonesia kita menyebutnya Balawista, Badan Penyelamat Wisata Tirta. Harapan kita ke depan di Ambon atau Maluku bisa berdiri Balawista,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik berenang yang benar, pertolongan di air, hingga pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan CPR.

Peserta juga akan mendapatkan latihan lanjutan mengenai teknik penyelamatan di air, baik menggunakan peralatan maupun tanpa peralatan.

“Preventifnya dulu, pencegahan, kemudian pertolongan. Setelah itu pertolongan lanjutan berupa P3K dan CPR,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan berenang para peserta yang mengikuti pelatihan cukup baik. Karena itu, diharapkan mereka dapat meningkatkan kemampuan hingga memperoleh sertifikasi lifeguard pada tingkat yang lebih tinggi.

Para peserta juga diharapkan menjadi pionir dan kader yang nantinya dapat meneruskan pengembangan Balawista di Ambon maupun Maluku.

Sementara itu, Willem mengatakan profesi lifeguard tidak mengenal batas negara karena keselamatan manusia di air merupakan kebutuhan bersama.

“Saya kerja di Prancis sebagai guru lifeguard. Orang tenggelam tidak ada border,” ujarnya.

Ia menyebutkan, program keselamatan air yang dikembangkan juga telah dilakukan di sejumlah negara lain, termasuk Aljazair dan Mesir.

“Saya berpikir, saya punya darah Ambon, harus ke Ambon. Saya bertemu Bapak Imadi dan kami membuat proyek bersama. Ini adalah first step atau langkah pertama,” katanya.

Menurut Willem, keberadaan lifeguard sangat penting untuk menekan risiko kecelakaan dan korban tenggelam, terutama di wilayah yang memiliki banyak kawasan pantai seperti Maluku.

Selain kemampuan penyelamatan, ia menilai edukasi berenang kepada anak-anak juga harus menjadi perhatian.

“Kalau anak-anak umur empat atau lima tahun belajar berenang, lebih bagus untuk safety di Ambon,” tuturnya.

Pemda Diharapkan Beri Dukungan

Balawista Indonesia berharap Pemerintah Provinsi Maluku maupun pemerintah kabupaten/kota memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut.

Dukungan pemerintah dinilai penting agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi sistem keselamatan wisata air yang berkelanjutan.

Pengalaman di Bali, kata dia, menunjukkan bahwa keberadaan lifeguard dapat memberikan rasa aman bagi wisatawan sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata.

Ia mencontohkan kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Setelah sistem pengamanan pantai diperkuat, keselamatan wisatawan lebih terjamin sehingga aktivitas pariwisata dapat berkembang.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran melalui APBD maupun berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mendukung pelatihan dan pengembangan Balawista.

“Pemerintah juga harus ikut mengawasi mereka dan memberikan dukungan,” katanya.

Dengan terbentuknya Balawista di Ambon dan Maluku, diharapkan pantai-pantai wisata dapat memiliki sistem pengamanan yang lebih baik sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati kawasan perairan dengan lebih aman.

Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi awal terbentuknya budaya keselamatan air di Kota Ambon, mulai dari peningkatan kemampuan lifeguard hingga edukasi berenang dan keselamatan kepada anak-anak.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.