Pembangunan Listrik untuk Tower Telkomsel Harus Diawali Koordinasi

oleh -34 Dilihat

Ambon, Maluku //Media Humas Polri

PT PLN (Persero) menegaskan pembangunan jaringan listrik untuk mendukung operasional sejumlah tower telekomunikasi milik Telkomsel perlu diawali dengan koordinasi dan perencanaan bersama,senin 21 September 2026

Hal tersebut disampaikan Ramli Malawat diruang paripurna DPRD PROVINSI MALUKU menanggapi adanya sejumlah titik pembangunan tower Telkomsel yang berada di lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik PLN, termasuk di wilayah terpencil.

PLN menjelaskan, secara internal komunikasi dengan Telkomsel sebenarnya telah berjalan. Namun, persoalan muncul karena sejumlah titik tower yang direncanakan berada di luar jaringan listrik yang sudah tersedia atau existing.

“Kalau secara internal komunikasi itu sudah berjalan. Tetapi dalam keseriusan untuk awal perencanaan, kerja samanya, dia punya mapping, dia punya perencanaan, harusnya dibicarakan dengan PLN awal-awal,” jelas pihak PLN.

Menurutnya, PLN memiliki perencanaan pembangunan jaringan listrik setiap tahun. Karena itu, setiap kebutuhan tambahan jaringan harus disesuaikan dengan perencanaan, ketersediaan material serta anggaran yang dimiliki PLN.

Apalagi, berdasarkan pemaparan yang diterima PLN, terdapat cukup banyak titik koordinat tower Telkomsel yang harus mendapatkan dukungan jaringan listrik.

“Banyak sekali titik koordinat. Saya juga bingung waktu dipaparkan. Karena itu saya mintakan supaya mari kita duduk bersama, berapa titiknya. Kemudian kalau ada jaringan kita yang sudah dibangun dan memang dekat, silakan disambung,” katanya.

Namun, apabila lokasi tower berada jauh dari jaringan PLN, terlebih berada di kawasan hutan, maka dibutuhkan investasi dan anggaran tambahan untuk membangun jaringan listrik menuju lokasi tersebut.

“Kalau dia di dalam hutan, kita butuh anggaran investasi. Kadang-kadang Telkomsel punya rencana banyak yang di dalam hutan. Nah, PLN harus ikuti dia,” ujarnya.

Di sisi lain, PLN menyebut prioritas utama perusahaan tetap menyelesaikan program elektrifikasi bagi desa maupun dusun yang hingga kini belum mendapatkan akses listrik.

“Padahal tugas PLN ini harus selesaikan hasil elektrifikasi, di mana dusun dan desa yang belum. Itu tujuan kita listrik,” tegasnya.

Telkomsel Bisa Bantu Material

PLN juga membuka ruang apabila Telkomsel ingin membantu mempercepat pembangunan jaringan melalui penyediaan material yang dibutuhkan.

Menurut PLN, apabila material belum tersedia sementara Telkomsel memiliki kemampuan untuk menyediakannya, PLN siap membantu proses pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang PLN dari materialnya belum tersedia dan Telkomsel dalam hal ini untuk percepat menyalakan, kami serahkan buat Telkomsel. Kalau memang Telkomsel mau menyediakan material tersebut, kita bantu,” jelasnya.

Meski demikian, PLN menekankan kebutuhan material dan anggaran tetap harus melalui tahapan evaluasi serta pengusulan.

“Tidak gampang bangun jaringan itu. Kita harus ada tahapan untuk pengusulan, pengusulan program,” katanya.

Untuk itu, PLN dan Telkomsel diharapkan kembali duduk bersama untuk menentukan titik koordinat tower, melihat jaringan existing yang paling dekat, serta menghitung kebutuhan investasi apabila pembangunan jaringan baru diperlukan.

Dengan koordinasi tersebut, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah yang belum terjangkau listrik diharapkan dapat berjalan tanpa mengabaikan program elektrifikasi desa dan dusun yang menjadi prioritas PLN.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.