Penumpang KM Inti Glory Keluhkan Pelayanan ABK Diminta Turun Kapal pada Malam Hari di Pelabuhan Saumlaki

oleh -339 Dilihat

Media Humas Polri//Maluku

Saumlaki, Maluku , Media Humas Polri – Sejumlah penumpang KM Inti Glory mengeluhkan pelayanan awak buah kapal (ABK) yang dinilai kurang profesional setelah diminta turun dari kapal saat kapal bersandar di Pelabuhan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (25/7/2026) malam.

Keluhan muncul setelah para penumpang mengaku diminta meninggalkan kapal dengan alasan kru akan melakukan pekerjaan perbaikan di atas kapal. Permintaan tersebut memicu kekecewaan karena disampaikan pada malam hari, saat sebagian besar penumpang belum memiliki tempat untuk beristirahat.

Salah seorang penumpang mempertanyakan kebijakan tersebut. Menurutnya, apabila memang terdapat pekerjaan yang harus dilakukan di atas kapal, seharusnya dapat dijadwalkan tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.

“Hak kami sebagai penumpang bagaimana? Kalau disuruh turun malam-malam, kami harus tidur di mana? Kenapa tidak menunggu sampai besok pagi?” keluh salah seorang penumpang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Kantor UPP Kelas II Saumlaki Rodrieggo Diaz, S.E., M.H., memberikan penjelasan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata keputusan ABK, melainkan bagian dari prosedur operasional yang dipengaruhi kondisi cuaca, keselamatan pelayaran, serta keterbatasan fasilitas sandar di Pelabuhan Saumlaki.

Menurut Rodrieggo, KM Inti Glory saat ini beroperasi sebagai kapal pengganti KM Sabuk Nusantara 60 yang sedang menjalani docking tahunan di galangan kapal. Kapal tersebut melayani trayek perintis dengan pangkalan di Pelabuhan Tual dan masih harus melanjutkan pelayaran ke sejumlah pelabuhan singgah berikutnya.

Ia menjelaskan bahwa Kantor UPP Kelas II Saumlaki mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan seluruh kapal penumpang setelah adanya peringatan dini cuaca buruk dari BMKG yang memprakirakan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Maluku, termasuk wilayah sekitar Kepulauan Tanimbar.

Akibat penundaan tersebut, KM Inti Glory bersama kapal penumpang lainnya belum diizinkan berlayar hingga kondisi cuaca kembali dinyatakan aman.

Rodrieggo menambahkan, penumpang lanjutan diarahkan turun sementara karena kapal harus berpindah dari dermaga menuju kolam bandar untuk berlabuh sambil menunggu cuaca membaik dan selesainya pekerjaan perbaikan.

Selain itu, kapasitas ruang sandar di Pelabuhan Saumlaki saat ini terbatas karena banyak kapal penumpang lain yang juga berlindung akibat cuaca buruk. Oleh sebab itu, kapal tidak dapat terus berada di dermaga.

“Himbauan kepada penumpang juga bertujuan agar mereka tidak mengalami kesulitan apabila ingin membeli makanan atau kebutuhan lainnya di darat, mengingat kapal sudah tidak lagi bersandar di dermaga,” jelasnya.

Keterangan serupa juga disampaikan Nahkoda KM Inti Glory. Menurutnya, sejak kapal tiba di Pelabuhan Saumlaki pada pukul 07.30 WIT, pihak kapal telah mengumumkan kepada seluruh penumpang lanjutan mengenai rencana perbaikan kapal. Pengumuman kembali disampaikan sekitar pukul 13.00–13.30 WIT agar penumpang turun sementara ke ruang tunggu pelabuhan.

Nahkoda menjelaskan, selama penundaan keberangkatan, kru kapal melakukan perbaikan pada sistem hidrolik dan palka kapal. Perbaikan tersebut juga disertai uji coba buka-tutup palka yang sebelumnya digunakan sebagai tempat beristirahat penumpang, sehingga demi keselamatan seluruh penumpang diminta turun sementara hingga pekerjaan selesai.

Namun hingga sore dan malam hari, sebagian penumpang masih bertahan di atas kapal. Karena kapal harus segera bergeser ke kolam bandar untuk melakukan perbaikan sambil menunggu cuaca membaik, ABK kembali mengimbau para penumpang agar turun sementara.

Sementara itu, PPK Bandar Tual, Fandi Bessie, yang turut mengonfirmasi keterangan nahkoda, mengatakan bahwa permintaan agar penumpang turun dilakukan dengan dua pertimbangan utama, yakni menjaga keselamatan selama proses perbaikan palka dan hidrolik berlangsung serta memberikan keleluasaan kepada penumpang untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya selama kapal menjalani perbaikan.

Selain itu, keputusan tersebut juga mempertimbangkan adanya penundaan pelayaran yang diberlakukan UPP Kelas II Saumlaki akibat cuaca buruk serta kondisi dermaga yang penuh oleh kapal-kapal lain yang berlindung.

Meski demikian, para penumpang berharap koordinasi dan penyampaian informasi dari pihak kapal dapat dilakukan lebih baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun rasa tidak nyaman, khususnya dalam situasi penundaan pelayaran. Mereka juga berharap hak-hak penumpang tetap menjadi perhatian utama tanpa mengesampingkan aspek keselamatan pelayaran. ( Ongen )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.