Perkuat Enokomi Pesisir Program Polda Maluku Hadir Untuk Nelayan Salurkan 26 Mesin Katinting

oleh -117 Dilihat

Media Humas Polri//Ambon

POLDA MALUKU-Kepolisian Daerah Maluku memperkuat dukungan terhadap ekonomi masyarakat pesisir melalui program *“Polda Maluku Hadir untuk Nelayan”* dengan menyalurkan bantuan mesin katinting kepada kelompok nelayan di sejumlah wilayah Maluku.

Sebanyak *26 unit mesin katinting* disalurkan untuk mendukung produktivitas nelayan tradisional, meningkatkan aktivitas ekonomi keluarga pesisir, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan.

Program tersebut dilaksanakan di Batu Kuda Beach, Negeri Tulehu, Jumat (14/8/2026), dan dipantau langsung Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si. Kegiatan turut dihadiri Dir Binmas Polda Maluku Kombes Pol. Hujra Soumena, S.I.K., M.H., Raja Negeri Tulehu, Bhabinkamtibmas Negeri Tulehu, serta perwakilan kelompok nelayan.

Program tersebut mengusung tema *“Mewujudkan Masyarakat Pesisir yang Sejahtera dan Indonesia yang Tangguh”*, yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun keamanan dan ketahanan sosial dari tingkat paling bawah.

Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui langkah-langkah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi Maluku sebagai provinsi kepulauan. Karena itu, penguatan kapasitas nelayan menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri, dan tangguh.

> “Polri harus hadir bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan. Program ini merupakan bentuk kehadiran Polri untuk membantu masyarakat pesisir agar semakin produktif dan mampu memperkuat ekonomi keluarganya,” ujar Ronald.

Ia menegaskan, bantuan tersebut harus dikelola secara bertanggung jawab dan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok nelayan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

> “Bantuan ini bukan sekadar pemberian sarana, tetapi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas. Kami berharap mesin yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan dan keluarganya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Maluku menyerahkan bantuan berupa *26 unit mesin katinting* kepada kelompok nelayan dari sejumlah negeri dan desa.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung mobilitas nelayan dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan sekaligus membantu meningkatkan efisiensi operasional di laut.

Bagi masyarakat pesisir, ketersediaan sarana operasional menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi. Karena itu, bantuan mesin diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan produktivitas dan memperkuat pendapatan keluarga.

Dir Binmas Polda Maluku Kombes Pol. Hujra Soumena mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional yang menjadi salah satu kelompok penting dalam menopang kehidupan ekonomi masyarakat.

> “Bantuan ini kami berikan untuk membantu kelompok nelayan dalam menjalankan aktivitasnya di laut. Harapannya, mesin katinting ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas dan membantu kesejahteraan keluarga nelayan,” ujar Hujra.

Ia mengingatkan para penerima agar bantuan tersebut dikelola secara bersama dan digunakan sesuai tujuan pemberian.

Karo Ops menilai, penguatan ekonomi masyarakat memiliki hubungan erat dengan terciptanya stabilitas sosial dan keamanan lingkungan.

Masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi produktif dan akses terhadap sarana pendukung yang memadai akan memiliki daya tahan sosial yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, menurutnya, pendekatan pemeliharaan keamanan perlu berjalan seiring dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

> “Keamanan dan kesejahteraan memiliki keterkaitan. Ketika masyarakat memiliki aktivitas ekonomi yang produktif dan lingkungan sosial yang kuat, maka ketahanan masyarakat juga semakin baik. Karena itu, pendekatan Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” jelas Ronald.

Program tersebut sekaligus memperkuat peran personel di tingkat kewilayahan untuk membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat, khususnya kelompok nelayan.

Selain memberikan dukungan sarana, Polda Maluku juga mengingatkan para nelayan agar mengutamakan keselamatan saat melaut.

Dir Binmas mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut, mengingat perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat dan berpotensi membahayakan keselamatan nelayan.

> “Di wilayah Salahutu sekarang ada musim cuaca ekstrem. Jika ingin pergi nelayan mencari ikan agar bisa berhati-hati. Cuaca sekarang tidak pasti dan dapat berubah dengan cepat. Jangan sampai merugikan katong samua,” pesan Hujra kepada para nelayan.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari program, karena peningkatan produktivitas harus tetap berjalan beriringan dengan kesadaran keselamatan kerja di laut.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan program *“Polda Maluku Hadir untuk Nelayan”* menunjukkan bahwa pemeliharaan keamanan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Menurutnya, karakter Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi daerah. Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan nelayan merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat secara lebih luas.

> “Kehadiran Polri harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi masyarakat Maluku yang sebagian besar aktivitasnya sangat berkaitan dengan laut, dukungan terhadap nelayan merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat pesisir yang produktif, mandiri, dan tangguh,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi sarana memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

> “Polri tidak dapat membangun keamanan secara sendiri-sendiri. Hubungan yang kuat dengan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan, maka partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan juga akan semakin kuat,” jelasnya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan kelompok nelayan dari masing-masing wilayah penerima oleh Karo Ops Polda Maluku bersama Dir Binmas Polda Maluku, didampingi Raja Negeri Tulehu dan Bhabinkamtibmas Negeri Tulehu.

Polda Maluku berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai dukungan sarana, tetapi berkembang menjadi bagian dari penguatan ekonomi kelompok nelayan secara berkelanjutan.

Program *“Polda Maluku Hadir untuk Nelayan”* juga diharapkan semakin memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun lingkungan pesisir yang aman, produktif, dan memiliki daya tahan sosial.

Karo Ops menegaskan, Polri akan terus mendorong pola pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

> “Kita ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan. Bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun kemitraan dan mendukung masyarakat agar semakin mandiri. Ketika masyarakat kuat, produktif, dan sejahtera, maka ketahanan keamanan di wilayah juga akan semakin kuat,” pungkasnya.

Melalui program tersebut, Polda Maluku menegaskan bahwa *pemeliharaan keamanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan dua hal yang saling berkaitan*. Penguatan ekonomi nelayan diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat pesisir yang tangguh sekaligus memperkuat fondasi keamanan dan stabilitas sosial di wilayah kepulauan Maluku.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.