Polda Maluku Bekali 76 Personel Jelang Purnabakti Siap Pensiun Bahagia dan Produktif

oleh -84 Dilihat

Ambon //Media Humas Polri

Kepolisian Daerah Maluku menyiapkan 76 personel yang akan memasuki masa purnabakti melalui program pembekalan dan pelatihan keterampilan berbasis potensi ekonomi daerah. Menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Polda Maluku membekali calon purnawirawan dengan keterampilan pengolahan hasil perikanan untuk mendorong kemandirian ekonomi, mengembangkan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha produktif setelah mengakhiri masa kedinasan.

Program tersebut dibuka Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.Si., di Aula BPVP Ambon, Passo, Kota Ambon, Kamis (24/9/2026).

Pelatihan tahun anggaran 2026 ini mengusung tema “Siap Pensiun Bahagia” dengan pendekatan pembekalan psikologis, pengelolaan keuangan dan pengembangan keterampilan kewirausahaan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Maluku mempersiapkan sumber daya manusia Polri yang mandiri, produktif dan tetap mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat setelah memasuki masa pensiun.

Kegiatan ini melibatkan BPVP Ambon, PT ASABRI Cabang Ambon dan Bank Mandiri Taspen Cabang Ambon sebagai mitra dalam memberikan pembekalan keterampilan serta persiapan menghadapi masa purnabakti.

Potensi Perikanan Maluku Jadi Basis Kewirausahaan Purnawirawan

Dalam sambutannya, Wakapolda Maluku menegaskan bahwa pelatihan keterampilan bagi personel menjelang pensiun harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi daerah agar pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang usaha nyata.

Untuk tahun anggaran 2026, Polda Maluku memilih sektor perikanan, khususnya keterampilan pengolahan ikan sederhana, sebagai bidang pelatihan yang relevan dengan karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan.

Menurut Wakapolda, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi personel dalam mengembangkan usaha mandiri, menciptakan sumber penghasilan tambahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga setelah masa kedinasan berakhir.

“Purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pelatihan berbasis potensi perikanan Maluku ini, kami berharap para personel memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, sehingga tetap mandiri secara ekonomi dan mampu menciptakan peluang usaha setelah memasuki masa pensiun,” ujar Wakapolda.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan bidang pelatihan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian program pengembangan keterampilan dengan karakteristik perekonomian wilayah.

Dengan pendekatan itu, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mampu melihat peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan, minat dan kondisi ekonomi di lingkungan masing-masing.

Karo SDM: Tanggung Jawab Institusi Mempersiapkan Personel Kembali ke Masyarakat

Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Dicky Irawan Kesuma, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi 76 personel yang akan memasuki masa purnabakti merupakan bagian dari tanggung jawab institusi Polri dalam mempersiapkan anggotanya menghadapi kehidupan setelah mengakhiri masa kedinasan.

Sebanyak 76 peserta tersebut terdiri atas 64 anggota Polri, sembilan aparatur sipil negara (ASN) dan tiga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kegiatan dilaksanakan secara hibrida dengan melibatkan peserta yang mengikuti pelatihan secara langsung di BPVP Ambon serta personel dari Polres dan Polresta jajaran melalui konferensi video.

Menurut Dicky, kesiapan memasuki masa pensiun tidak hanya menyangkut aspek administrasi dan finansial, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan beradaptasi serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk kembali berkiprah di tengah masyarakat.

“Pelatihan keterampilan bagi 76 personel yang akan memasuki masa purnabakti ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi Polri untuk mempersiapkan anggotanya sebelum mengakhiri masa dinas. Kami ingin memastikan bahwa setiap personel benar-benar siap kembali ke masyarakat, memiliki kemandirian ekonomi, keterampilan yang produktif serta kesiapan mental untuk menjalani kehidupan baru setelah pensiun,” ujar Dicky.

Ia menjelaskan, pemilihan pelatihan pengolahan hasil perikanan disesuaikan dengan potensi ekonomi Maluku. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Melalui program tersebut, Biro SDM Polda Maluku berupaya memberikan bekal yang dapat diterapkan peserta setelah memasuki masa pensiun, termasuk kemampuan menyusun rencana usaha dan memanfaatkan potensi ekonomi di lingkungan masing-masing.

Dicky berharap para calon purnawirawan dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan ekonomi produktif, bahkan membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Wakapolda Tekankan Empat Pilar Siap Pensiun Bahagia

Dalam arahannya, Brigjen Pol Arif Budiman menguraikan empat pilar utama yang menjadi landasan program “Siap Pensiun Bahagia”, yakni sehat, ikhlas, aktivitas bermanfaat dan produktif.

Keempat pilar tersebut diharapkan dapat membangun kesiapan personel dalam menghadapi perubahan kehidupan setelah mengakhiri masa pengabdian di lingkungan Polri.

Wakapolda menekankan bahwa persiapan menghadapi masa pensiun tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan penghasilan, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan beradaptasi dan perencanaan aktivitas setelah tidak lagi menjalankan tugas kedinasan

Perubahan rutinitas, status sosial dan kondisi finansial setelah pensiun perlu diantisipasi melalui persiapan yang matang agar setiap personel mampu menjalani masa purnabakti dengan percaya diri.

Karena itu, program pembekalan dirancang untuk mendorong peserta menyusun perencanaan masa depan yang realistis, mengelola keuangan secara bijaksana dan mengembangkan keterampilan sesuai dengan potensi masing-masing.

Wakapolda juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan seluruh materi pembekalan dan pelatihan secara optimal, termasuk pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.

Selain memberikan manfaat bagi diri sendiri dan keluarga, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang lapangan pekerjaan.

Wakapolda turut mengingatkan bahwa para purnawirawan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik institusi Polri serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Mereka juga diharapkan tetap memberikan kontribusi bagi kemajuan kepolisian melalui saran, masukan dan pemikiran yang konstruktif berdasarkan pengalaman selama menjalankan tugas.

BPVP Ambon Dukung Pelatihan Pengolahan Ikan

Sementara itu, BPVP Ambon yang diwakili oleh Subkoordinator bidang Penyelenggaraan Pelatihan Ferdinandus Rianto Sampe,ST menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Polda Maluku dalam penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi personel yang akan memasuki masa purnabakti.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program tailor-made training berupa pelatihan pengolahan ikan sederhana yang dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta.

Program ini diharapkan dapat membantu para calon purnawirawan mengembangkan potensi kewirausahaan, meningkatkan kemandirian ekonomi dan mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pengabdian di kepolisian.BPVP Ambon memandang masa purnabakti sebagai kesempatan bagi setiap personel untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan baru setelah bertahun-tahun menjalankan tugas kedinasan.

Kolaborasi dengan Polda Maluku diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan melalui peningkatan keterampilan kerja dan pengembangan usaha mandiri sesuai potensi ekonomi daerah.

Kabid Humas: Bentuk Kepedulian Institusi terhadap Kesejahteraan Personel

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa program pembekalan dan pelatihan keterampilan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mempersiapkan kesejahteraan personel secara berkelanjutan, termasuk ketika memasuki masa purnabakti.

Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan anggota tidak hanya diberikan selama masa kedinasan, tetapi juga melalui penguatan kapasitas dan keterampilan agar personel memiliki kesiapan menghadapi kehidupan setelah pensiun.

“Program ini merupakan wujud kepedulian Polda Maluku terhadap masa depan personel yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang memasuki masa purnabakti memiliki kesiapan mental, kemampuan mengelola keuangan serta keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi bersama keluarga,” ujar Rositah.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan potensi ekonomi lokal melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi salah satu pendekatan untuk menghubungkan pengembangan sumber daya manusia dengan peluang kewirausahaan di Maluku.

Melalui keterampilan tersebut, para calon purnawirawan diharapkan mampu mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah dan turut berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Rositah juga mengapresiasi dukungan BPVP Ambon, PT ASABRI dan Bank Mandiri Taspen yang telah berkolaborasi dengan Polda Maluku dalam penyelenggaraan program pembekalan dan pelatihan keterampilan tersebut.

Sinergi lintas lembaga ini diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat kesiapan personel menghadapi masa pensiun, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.