Setelah Disorot Akun TikTok @JOSS GROUP 1 Diduga Raib Sengaja Dihapus untuk Hilangkan Jejak Undian Kerbau Bonga

oleh -309 Dilihat

Media Humas Polri // Jakarta

Akun TikTok @JOSS GROUP 1 yang sebelumnya disorot karena diduga menggelar praktik perjudian berkedok “UNDIAN KERBAU BONGA PART 4” kini tidak dapat diakses. Pantauan redaksi pada (Minggu(30/8)) akun tersebut tidak lagi ditemukan dalam pencarian TikTok.

Hilangnya akun ini muncul tak lama setelah informasi mengenai dugaan undian berhadiah uang tunai dan Kerbau Bonga itu beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan publik.

Sebelumnya, akun tersebut menampilkan daftar hadiah berjenjang mulai dari Kerbau Bonga untuk Juara 1, hingga uang tunai Rp10 juta, Rp5 juta, Rp2 juta, Rp1 juta, dan Rp400 ribu untuk Juara 2 hingga 10. Dalam unggahan itu juga tertera klaim “400K/KURSI. MAIN 560 KURSI”.

Berdasarkan klaim angka dalam unggahan tersebut, redaksi menaksir perputaran dana satu putaran mencapai Rp224 juta (Rp400 ribu x 560 kursi). Angka ini merupakan estimasi berdasarkan konten, bukan hasil verifikasi resmi.Hilangnya akun secara tiba-tiba ini memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa pengelola sengaja menghapus atau menonaktifkan akun untuk menghilangkan jejak digital. Namun, hingga kini belum ada bukti yang mengonfirmasi siapa dan mengapa akun tersebut hilang.

Secara teknis, hilangnya akun TikTok dapat disebabkan oleh tiga kemungkinan: dihapus oleh pemiliknya, ditangguhkan oleh pihak TikTok karena melanggar pedoman komunitas terkait perjudian, atau diubah nama penggunanya (username).

Upaya redaksi untuk meminta klarifikasi kepada pemilik akun melalui fitur pesan TikTok tidak dapat dilakukan karena akun sudah tidak ditemukan. Redaksi juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak Polda Sulsel dan Kementerian Komunikasi dan Digital terkait dugaan pemblokiran tersebut.

Praktik yang memanfaatkan ikon budaya Toraja, Kerbau Bonga, ini sebelumnya dinilai berpotensi melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan Pasal 27 ayat (2) UU ITE. Aparat penegak hukum didesak tidak berhenti hanya pada hilangnya akun, melainkan menelusuri identitas pengelolanya melalui jejak digital yang tersisa.

(Yohanis)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.