Subuh Berjamaah di Ahuru Kapolda Maluku Dorong Warga Jadi Mitra Strategis Jaga Kamtibmas

oleh -77 Dilihat

Ambon// Media Humas Polri

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan aparat. Partisipasi warga menjadi faktor penting untuk memastikan lingkungan tetap aman, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. saat melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah Keliling dan silaturahm bersama masyarakat di Masjid Nurul Mu’min, Ahuru, Kota Ambon, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Maluku membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan warga dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

Kapolda Maluku hadir bersama Dirpamobvit Polda Maluku, Panit II Subdit Waster Ditpamobvit Polda Maluku, Panit I Subdit Audit Ditpamobvit Polda Maluku, personel Ditpamobvit Polda Maluku serta personel Polsek Sirimau Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Turut hadir imam dan jamaah Masjid Nurul Mu’min.

Usai melaksanakan Sholat Subuh berjamaah, Kapolda menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat Ahuru. Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. > “Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas. Dibutuhkan kebersamaan, kepedulian dan partisipasi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan kondusif,” pesan Dadang.

Menurut Kapolda, keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui kehadiran polisi, tetapi juga melalui kesadaran masyarakat untuk menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan membangun komunikasi yang sehat antara warga.

Karena itu, Kapolda mendorong masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan. Informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas, menurutnya, perlu segera disampaikan kepada aparat sehingga dapat ditangani sedini mungkin.

Kehadiran Kapolda dalam kegiatan keagamaan bersama masyarakat juga menjadi bagian dari strategi membangun komunikasi publik secara langsung. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membuka ruang dialog yang lebih dekat sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama.

Dadang mengatakan, silaturahmi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mendengar aspirasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Melalui komunikasi langsung, polisi dapat memahami kondisi sosial di tingkat lingkungan, sementara masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan informasi maupun persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian.

Kapolda juga mengingatkan masyarakat Ahuru agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memicu perselisihan atau mengganggu kerukunan.

> “Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah kebersamaan. Jika ada persoalan, mari kita koordinasikan dan cari penyelesaian bersama,” ujarnya.

Kapolda menilai, lingkungan masyarakat merupakan salah satu lapisan terpenting dalam sistem pencegahan gangguan keamanan. Ketika warga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan membangun komunikasi yang baik, berbagai potensi persoalan dapat dideteksi lebih awal.

Karena itu, Polda Maluku terus mendorong pola pemolisian yang menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek pelayanan keamanan

Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif melalui sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga.

Kegiatan Subuh Berjamaah Keliling dan silaturahmi di Masjid Nurul Mu’min berakhir sekitar pukul 05.35 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Melalui ruang-ruang sosial dan keagamaan seperti ini, Polda Maluku terus membangun kedekatan dengan masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan hasil dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.