Terkait Insiden Maut Ajang Drag Race,Kapolda Sulut Roycke Harry Langie S,I,K.M,H Akan Lakukan Penelitian Dan Penyelidikan

oleh -118 Dilihat

Media Humas Polri//Kotamobagu

Insiden Tragis Yang terjadi pada ajang open turnamen drag Race-Drag Bike Kotamobagu championship 2026Di kelurahan Upai, Kotamobagu Utara,yang berakhir dengan maut merenggut nyawa warga, mendapat perhatian serius dari pimpinan kepolisian Daerah Sulawesi Utara.senin 10.08.2026

Sebagaimana di ketahui, kegiatan yang seharusnya dan hiburan itu , berubah menjadi duka mendalam, pantauan awak media di lapangan menemukan dugaan kuat kelalaian dari pihak panitia penyelenggara dalam menjamin keamanan dan keselamatan warga yang menyaksikan.

Terlihat jelas bahwa sebagian pengaman serta pagar pembatas sirkuit hanya menggunakan Tali Plastik dan kayu balok seadanya, bahan yang sama sekali tidak layak dan tidak memenuhi standar keselamatan.akibatnya, terjadilah tabrakan maut yang menewaskan sedikitnya 7 orang korban jiwa, sementara warga lainya mengalami luka berat maupun ringan.

Merespon Peristiwa Tersebut.Kapolda Sulawesi Utara Roycke Harri Langie,S,I,K.,M.H . menyampaikan ,turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,atas musibah yang telah terjadi sya turut prihatin,saya menyampaikan turut berdukacita kepada keluarga,yang semoga permasalahan ini kita akan lakukan proses penegakan hukum, terutama itu,dan hari ini juga saya akan ke sana.

Kapolda juga menyampaikan bahwa korban meninggal sudah 8 orang , Kapolda hari ini akan melakukan penelitian,dan penyelidikan yang intensif,Hala hal apa yg menjadi Kres atau kecelakaan itu,kalau ada pelanggaran hukum saya harus proses karena ini sebagian pelayanan kepada masyarakat, Ujar Kapolda.

Lebih lanjut di minta kepada pihak kepolisian,agar segera memproses hukum setiap pihak yang di nilai bertanggung jawab,dan terlibat dalam Dugaan kelalaian fatal ini tanpa pandang bulu.Pihak Penyelengara Harus di panggil untuk di mintai keterangan dan pertanggungjawabkan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sebelum Berita ini di tayangkan,awak media telah berupaya menemui di TKP tapi tidak ada di tempat,dan di susul Dengan via WhatsApp, tapi belum ada balasan , sehingga berita di tayangkan.

Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara juga di minta mengawal proses penyelidikan hingga tuntas, memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,serta memberikan rasa ke adilandan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

(Rusfandi)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.