Tiga Hari Tiga Malam Hanyut di Laut Nelayan Banda Neira Ditemukan Selamat oleh Kapal Pesiar White Manta

oleh -51 Dilihat

Media Humas Polri//BANDA, MALUKU TENGAH

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang nelayan asal Pulau Banda Besar, Kabupaten Maluku Tengah, berakhir dengan kabar menggembirakan. Usman Bugal (50), nelayan yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Pulau Run, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pesiar White Manta di perairan Pulau Manuk.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama Tim SAR Gabungan pada hari kedua operasi pencarian, Kamis (15/10/2026), setelah korban dilaporkan belum kembali dari aktivitas melaut sejak Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan siaran pers Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, laporan orang hilang diterima Pos SAR Banda pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.20 WIT. Laporan disampaikan Fauzi Badilla, anggota keluarga korban.

Korban diketahui berangkat dari Pulau Banda Besar sekitar pukul 04.00 WIT menggunakan perahu katinting untuk memancing di sekitar perairan Pulau Run. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban tidak kunjung kembali.

Upaya pencarian awal juga telah dilakukan oleh seorang warga Pulau Run bernama Udin. Namun, hingga malam hari, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Ditemukan 67 Mil Laut dari Lokasi Awal

Memasuki hari kedua operasi SAR, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair Banda, TNI AL, Koramil Banda, Polsek Banda, dan masyarakat kembali melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik koordinat berdasarkan peta pencarian SAR.

Sekitar pukul 09.35 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pesiar White Manta di perairan Pulau Manuk, Kabupaten Maluku Tengah. Lokasi penemuan tersebut berjarak kurang lebih 67 mil laut dari lokasi awal kejadian.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Banda dikerahkan menuju lokasi penemuan. Tim membawa persediaan bahan bakar tambahan untuk mendukung perjalanan menuju perairan Pulau Manuk yang berjarak cukup jauh.

Pada pukul 16.43 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Pulau Manuk dan mengevakuasi korban dari kapal White Manta ke RIB untuk selanjutnya dibawa kembali ke Pulau Banda.

Setelah menempuh perjalanan laut, tim bersama korban tiba dengan selamat di Pulau Banda sekitar pukul 22.50 WIT. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Terjebak Kabut Tebal dan Kehilangan Arah

Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan korban, Usman mengalami kesulitan saat berada di laut akibat terjebak kabut tebal hingga kehilangan arah.

Dalam kondisi tersebut, korban memilih mematikan mesin perahunya dan membiarkan perahu hanyut mengikuti arus laut.

Selama terombang-ambing di laut, korban bertahan di dalam perahu hingga akhirnya mencapai perairan Pulau Manuk. Di lokasi itu, korban ditemukan dan ditolong oleh kapal pesiar White Manta yang sedang berlabuh untuk kegiatan menyelam atau diving bersama para tamunya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi nelayan saat melaut, terutama ketika cuaca dan jarak pandang memburuk. Kesiapan peralatan keselamatan, alat komunikasi, serta informasi kondisi cuaca menjadi hal penting untuk diperhatikan sebelum berangkat melaut.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Ezau Risamasu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban.

Berkat koordinasi dan kerja sama Tim SAR Gabungan bersama masyarakat serta pihak kapal White Manta, nelayan tersebut berhasil ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan selamat.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.