Media Humas Polri//Maluku
TNI AL-Kodaeral IX, Ambon (20/8/2026).Tim SAR TNI Angkatan Laut dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX bersama Basarnas dan Polairud terus melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di perairan Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.
Warga yang dilaporkan hilang tersebut adalah Vercolev Amigo Maspaitella, 25 tahun, warga Negeri Rutong. Ia dilaporkan hilang setelah terseret arus dan gelombang laut saat mencari ikan menggunakan jaring di perairan sejajar Puskesmas Rawat Inap Hutumuri, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIT.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban saat itu bersama dua orang saudaranya berada di laut tanpa menggunakan perahu. Ketika air mencapai dada, arus dan gelombang tiba-tiba membawa ketiganya ke arah perairan yang lebih dalam.

Dua warga Hutumuri yang mendengar teriakan minta tolong kemudian memberikan pertolongan. Namun, karena keterbatasan perlengkapan, kedua warga tersebut terlebih dahulu mengevakuasi dua orang yang berhasil diselamatkan.
Saat kembali untuk menolong korban, Vercolev sudah tidak terlihat dan diduga terseret arus serta gelombang laut.
Upaya pencarian awal dilakukan keluarga bersama masyarakat dan Pemerintah Negeri Hutumuri di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga permintaan bantuan disampaikan kepada TNI AL, korban belum ditemukan.
Menindaklanjuti permohonan Kepala Pemerintah Negeri Hutumuri, Komandan Kodaeral IX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H. memerintahkan Komandan Satrol Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Irwin Kurniady, untuk mengerahkan unsur dan personel guna membantu proses pencarian.
Satrol Kodaeral IX kemudian menugaskan Tim SAR menggunakan Searider 01 yang diawaki Lettu Laut (P) Abraham Fahmi bersama Kopda Bah Markus, Kls Mer Samsudin, dan Kls Amo Zulfikar.
Pada Rabu (19/8/2026), tim bergerak menuju lokasi kejadian sejak pukul 06.45 WIT. Pencarian dilakukan dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Tim juga berkoordinasi dengan Basarnas dan Polairud dalam pelaksanaan operasi pencarian.
Pencarian dilanjutkan setelah siang hari dengan penyisiran bersama unsur SAR gabungan. Tim kemudian kembali ke pangkalan Tulehu pada pukul 15.30 WIT setelah seluruh personel dan material dinyatakan aman.
Operasi pencarian kembali dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026). Tim SAR bergerak menuju lokasi pada pukul 12.30 WIT dan melakukan penyisiran di sekitar perairan Hutumuri hingga kembali ke pangkalan Tulehu pada pukul 15.30 WIT.
Hingga pencarian hari kedua tersebut, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan koordinasi dan pencarian sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Pencarian ini merupakan bentuk sinergi TNI AL bersama Basarnas, Polairud, pemerintah negeri, dan masyarakat dalam upaya memberikan pertolongan serta memastikan keberadaan warga yang dilaporkan hilang di wilayah perairan Maluku.
(OngenLeano)












