Tinjau KP Yudistira 8003 Wakapolda Maluku Perkuat Kesiapan Polri Jaga Keamanan Perairan Dan Sumber Daya Laut 

oleh -98 Dilihat

Ambon //Media Humas Polri

Kepolisian Daerah Maluku memperkuat kesiapan pengamanan wilayah perairan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan laut, melindungi aktivitas masyarakat pesisir, serta mendukung pengawasan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah perairan Maluku.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui peninjauan Kapal Polisi (KP) Yudistira-8003 oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si., di Dermaga Kapal Perikanan Tantui, Ambon, Jumat (14/8/2026).

Peninjauan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.00 WIT tersebut dilakukan bersama Kapten KP Yudistira-8003 AKBP Agung Hendri Susanto, S.Sy., M.M., sebagai bagian dari pengecekan kesiapan sarana dan dukungan operasional kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah perairan Maluku.

Sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki karakter geografis yang menempatkan wilayah laut sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus memiliki nilai strategis dalam konteks keamanan nasional.

Aktivitas pelayaran, perikanan, transportasi laut, hingga mobilitas masyarakat antarpulau menjadikan keamanan perairan sebagai salah satu aspek penting yang harus terus dijaga.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman menegaskan, kesiapan armada kepolisian merupakan bagian penting dari kemampuan Polri menghadirkan keamanan yang menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan perairan.

> “Kesiapan kapal polisi bukan hanya menyangkut kesiapan sarana operasional, tetapi juga kesiapan personel dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengamanan kepada masyarakat di wilayah perairan. Maluku adalah provinsi kepulauan, sehingga kehadiran Polri di laut harus benar-benar mampu menjawab karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat,” tegas Wakapolda.Menurutnya, keberadaan KP Yudistira-8003 harus dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah perairan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta merespons secara cepat berbagai potensi gangguan keamanan.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolda melihat secara langsung kondisi kapal sekaligus memastikan kesiapan sarana pendukung dan personel yang mengawaki KP Yudistira-8003.

Wakapolda menekankan bahwa kesiapan operasional harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari kondisi kapal, perlengkapan pendukung, kemampuan personel, hingga pola koordinasi ketika melaksanakan tugas di lapangan.

> “Kapal harus dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Namun yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel. Kemampuan mengoperasikan sarana, memahami medan, menjaga keselamatan, serta membangun koordinasi dengan satuan lain harus menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Arif.

Ia meminta setiap unsur yang mengawaki kapal menjaga disiplin, profesionalitas, keselamatan, dan kesiapsiagaan selama menjalankan tugas.

Menurut Wakapolda, kehadiran armada kepolisian di wilayah perairan juga harus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi dan kehidupannya pada laut.

Wakapolda menegaskan bahwa pengamanan wilayah perairan tidak dapat dilakukan oleh Polri secara sendiri-sendiri. Kompleksitas aktivitas di laut membutuhkan koordinasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Sinergi tersebut diperlukan untuk menciptakan sistem pengamanan laut yang responsif sekaligus memastikan setiap persoalan dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.

> “Pengamanan wilayah perairan membutuhkan sinergi. Polri harus membangun koordinasi yang kuat dengan seluruh stakeholder terkait agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan terukur,” katanya.

Ia menambahkan, pola pengamanan juga harus menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan karakteristik wilayah perairan Maluku yang luas serta terdiri atas banyak pulau.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan peninjauan KP Yudistira-8003 merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku memastikan dukungan operasional kepolisian di wilayah perairan berjalan optimal.

Menurutnya, karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan membuat keberadaan sarana transportasi dan patroli kepolisian memiliki arti penting dalam memperluas jangkauan pelayanan serta perlindungan masyarakat.

> “Kehadiran Polri tidak boleh hanya dirasakan di daratan. Di wilayah kepulauan seperti Maluku, masyarakat yang beraktivitas di laut juga harus mendapatkan rasa aman, perlindungan dan pelayanan kepolisian yang optimal,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, kesiapan KP Yudistira-8003 menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat kehadiran polisi di wilayah perairan, terutama dalam mendukung patroli, pelayanan masyarakat, serta respons terhadap berbagai gangguan keamanan dan ketertiban.

“Penguatan sarana operasional harus diikuti dengan peningkatan profesionalitas personel dan koordinasi lintas sektoral. Dengan demikian, kehadiran Polri di wilayah perairan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya keamanan laut yang kondusif,” jelasnya.

Wakapolda menekankan bahwa pengamanan wilayah laut pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat.

Laut bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang kehidupan bagi masyarakat Maluku. Karena itu, keamanan perairan memiliki keterkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas ekonomi, transportasi, perikanan, dan mobilitas masyarakat antarpulau.

“Orientasi kita adalah memberikan rasa aman. Masyarakat harus dapat menjalankan aktivitas di laut dengan tenang, nelayan dapat bekerja, transportasi dapat berjalan, dan seluruh kegiatan masyarakat di wilayah perairan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif,” pungkas Wakapolda.

Peninjauan KP Yudistira-8003 berlangsung selama kurang lebih 30 menit dan berakhir pada pukul 09.00 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan terkendali.

Melalui pengecekan kesiapan armada dan personel tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya memperkuat kehadiran Polri di wilayah perairan sebagai bagian dari strategi menjaga keamanan wilayah kepulauan, melindungi masyarakat, serta memastikan aktivitas di laut dapat berlangsung secara aman dan kondusif.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.