Wakapolda Maluku Ajak Jamaah Masjid Darul Hasanah Poka Jaga Perdamaian dan Dukung Penegakan Hukum yang Berkeadilan

oleh -165 Dilihat

Ambon //Media Humas Polri

Kepolisian Daerah Maluku terus memperkuat pendekatan humanis dan kemitraan dengan masyarakat melalui kegiatan Jumat Keliling. Program ini menjadi sarana bagi Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan.

Komitmen tersebut diwujudkan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., saat melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat di Masjid Darul Hasanah, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (23/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIT tersebut, Wakapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku, yakni Karo Logistik, Kabid TIK, Dirintelkam, Dirresnarkoba, Kabid Keuangan Polda Maluku, serta Wakapolresta Ambon.

Jumat Keliling tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi keagamaan, tetapi juga ruang dialog antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan semangat program prioritas Kapolri dalam 100 hari program kerja, khususnya penguatan kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pelayanan yang humanis, komunikasi langsung, dan penyelesaian persoalan secara bersama-sama.Dalam sambutannya, Wakapolda Maluku mengajak jamaah untuk mensyukuri kehidupan, menjaga persaudaraan, serta merawat situasi keamanan yang selama ini memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas keagamaan, pendidikan, dan pekerjaan dengan tenang.

“Keamanan dan kedamaian Maluku merupakan harapan kita bersama. Ketika situasi aman dan kondusif, anak-anak dapat bersekolah dengan baik, masyarakat dapat bekerja dengan tenang, dan kehidupan sosial dapat berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ujar Brigjen Pol. Arif Budiman.

Menurutnya, Polri membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para imam, pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda, untuk menjaga persatuan serta mencegah berkembangnya persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan kehidupan bersama.

Wakapolda juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, informasi, maupun keluhan terkait situasi kamtibmas dan pelayanan kepolisian. Melalui komunikasi langsung seperti ini, berbagai persoalan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami menyadari bahwa Polri masih memiliki kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan tugas. Karena itu, kami terus berbenah dan melakukan perbaikan. Kami membutuhkan masukan masyarakat agar pelayanan kepolisian semakin baik dan kepercayaan publik terus meningkat. Semangat kami adalah Polisi Bersama Masyarakat, hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, dan mengayomi,” tegasnya.

Selain mengajak masyarakat menjaga kedamaian, Wakapolda Maluku menekankan pentingnya keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba yang mengancam masa depan generasi muda.

Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum. Diperlukan pula kepedulian keluarga, peran aktif tokoh agama, pengawasan lingkungan, serta keberanian masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

Dukungan masyarakat juga dibutuhkan dalam penanganan tindak pidana lainnya. Informasi yang akurat, kesediaan memberikan keterangan, serta sikap kooperatif dari saksi dapat membantu kepolisian mengungkap perkara secara lebih efektif dan memberikan kepastian hukum.

“Jangan sampai persoalan kriminal yang tidak diselesaikan dengan baik meninggalkan dendam dan menjadi api dalam sekam yang berpotensi memicu persoalan baru di kemudian hari. Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi dan keterangan yang benar agar setiap perkara dapat ditangani secara profesional, sehingga keadilan dapat diwujudkan dan perdamaian tetap terjaga,” ungkap Wakapolda.

Pesan tersebut menjadi penting bagi Maluku, daerah yang memiliki kekayaan keberagaman budaya dan kehidupan sosial yang perlu terus dirawat melalui dialog, penghormatan terhadap hukum, serta penyelesaian persoalan secara damai.

Polda Maluku mendorong masyarakat agar tidak membiarkan persoalan berkembang tanpa penyelesaian. Setiap persoalan perlu disikapi secara bijaksana, mengutamakan komunikasi, dan diserahkan kepada mekanisme hukum apabila mengandung unsur tindak pidana.

Sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian, Wakapolda turut menyosialisasikan layanan Contact Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian.

Layanan 110 dapat diakses secara gratis. Masyarakat diimbau memanfaatkan saluran tersebut secara bertanggung jawab ketika membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas.

Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah menghubungi Polri tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi lebih besar. Kehadiran kanal pengaduan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat.

Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan Jumat Keliling merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat. Kehadiran personel kepolisian di tempat ibadah menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mendengar langsung harapan dan kebutuhan warga.

“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, Polda Maluku terus mendorong pendekatan yang humanis, terbuka terhadap masukan, serta mengedepankan kerja sama dengan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan bahwa Polri tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mencegah persoalan sejak dini,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, upaya menjaga kamtibmas harus dilakukan secara konsisten melalui edukasi, komunikasi, deteksi dini, dan kepedulian bersama. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan melalui saluran resmi kepolisian.

Menurutnya, sinergi dengan tokoh agama memiliki peran penting dalam menyebarkan pesan perdamaian, memperkuat toleransi, dan mengajak masyarakat menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang bijaksana.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan ibadah jamaah, dalam kesempatan tersebut Wakapolda Maluku menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an dan perlengkapan salat berupa sajadah kepada pengurus Masjid Darul Hasanah. Bantuan diterima langsung oleh imam masjid.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Lebih dari sekadar kunjungan, Jumat Keliling menjadi momentum untuk memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga Maluku tetap aman, damai, dan harmonis.

Polda Maluku mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menjauhi narkoba, menyampaikan informasi yang benar, dan mendukung penegakan hukum yang profesional serta berkeadilan.

Dengan semangat *Polisi Bersama Masyarakat*, Polda Maluku berkomitmen memperkuat pelayanan yang responsif, membangun kepercayaan publik, dan menjaga keamanan sebagai fondasi bagi kehidupan sosial, pendidikan, serta pembangunan di Maluku.

OngenLeano


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.