Media Humas Polri // Jakarta
Modus judi online berkedok arisan mobil dengan label Arari Team diduga beroperasi secara terang-terangan. Sosok kunci di balik promosi tersebut mulai terkuak.
Perempuan berinisial JRA disebut-sebut menjadi ujung tombak yang aktif menjaring peserta. Namanya mencuat setelah bukti transfer dana dari peserta yang mengambil nomor beredar.
Bukti Transfer dan Chat Menguatkan Dugaan
Redaksi menerima tangkapan layar percakapan dan bukti transaksi elektronik senilai ratusan ribu rupiah yang ditujukan ke sebuah rekening Bank BUMN. Dalam percakapan itu, terjadi negosiasi pergantian nomor undian menjadi nomor 232, dengan instruksi transfer dilakukan segera.
Pola ini identik dengan modus arisan bodong yang belakangan banyak dimodifikasi menjadi slot mobil – peserta diminta mengambil nomor dengan mahar tertentu.
Dikonfirmasi Malah Blokir
Kejanggalan muncul saat tim mencoba melakukan konfirmasi melalui akun media sosial yang bersangkutan. Bukan klarifikasi yang didapat, akun tersebut justru memblokir akses media.
Sikap tersebut semakin menimbulkan tanda tanya besar. Jika tidak terlibat, mengapa harus menghindar dan memblokir?
Desakan Penyelidikan Aparat
Masyarakat kini mendesak aparat kepolisian, khususnya Tim Patroli Siber Polda Sulsel dan Divisi Mabes Polri, untuk segera turun tangan.
“Buktinya sudah jelas ada aliran dana. Jangan sampai dibiarkan, ini meresahkan. Kami minta segera diselidiki,” tegas salah seorang warga yang menjadi sumber.
Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih berupaya meminta klarifikasi resmi dari pihak yang diduga terkait. Redaksi memberikan ruang hak jawab sepenuhnya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
(Yohanis)









