Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati Agus Flores Teguhkan Perjalanan Spiritual dan Kecintaan pada Sejarah Nusantara

oleh -18 Dilihat

Media Humas Polri//Cirebon

12 September 2026 – Perjalanan spiritual dan kecintaan terhadap sejarah Nusantara kembali menjadi bagian dari aktivitas R.Mas Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H.M.H.atau yang akrab disapa Agus Flores. Pada Sabtu, 12 September 2026, Agus Flores melakukan ziarah ke makam Syaikh Sunan Gunung Jati di kawasan kompleks pemakaman Gunung Jati, Cirebon.

Ziarah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Agus Flores yang selama ini dikenal memiliki ketertarikan terhadap situs-situs sejarah, makam para raja, tokoh ulama dan leluhur Nusantara.

Dalam foto yang diabadikan saat ziarah, Agus Flores tampak duduk dengan khidmat di area makam.

Mengenakan pakaian bernuansa gelap dan penutup kepala, ia terlihat menundukkan kepala sambil memanjatkan doa. Di hadapannya terdapat kompleks makam yang dihiasi bunga tabur, menciptakan suasana hening dan penuh penghormatan.

Ziarah sebagai Penghormatan terhadap Sejarah

Bagi Agus Flores, perjalanan ke berbagai makam tokoh Nusantara bukan semata-mata perjalanan wisata. Ziarah menjadi ruang untuk mengenang sejarah, mendoakan para pendahulu, sekaligus melakukan perenungan tentang perjalanan kehidupan.

Sebelumnya, Agus Flores pernah mengungkapkan bahwa kegemarannya melakukan perjalanan dan ziarah ke situs-situs yang berkaitan dengan kerajaan serta tokoh-tokoh Nusantara telah dilakukan sejak usia muda.

“Kalau dalam hidup saya suka jalan dan ziarah ke para raja seluruh Nusantara, karena itu sudah menjadi hobi dari kecil sampai setengah abad ini,” ujarnya.

Kebiasaan tersebut kembali terlihat ketika Agus Flores berada di kompleks makam Sunan Gunung Jati.

Dalam suasana yang tenang, ia memilih menghabiskan waktu untuk berdoa dan mengenang sosok ulama sekaligus salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa.

Dari Besuki hingga Gunung Jati

Ziarah ke Gunung Jati juga memperlihatkan kesinambungan dengan kisah perjalanan spiritual dan sejarah keluarga yang sebelumnya disampaikan Agus Flores.

Ia pernah bercerita mengenai keterkaitan keluarganya dengan kawasan Besuki serta ketertarikannya terhadap jejak sejarah kerajaan, bangsawan dan tokoh-tokoh Nusantara.

Dalam pandangannya, sejarah keluarga dan perjalanan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses memahami kehidupan.

Karena itu, perjalanan menuju berbagai situs sejarah dilakukan dengan semangat penghormatan. Setiap makam dan tempat bersejarah menjadi ruang untuk mengingat bahwa perjalanan bangsa Indonesia dibangun oleh generasi-generasi yang telah lebih dahulu melewati zamannya.

Sunan Gunung Jati dan Warisan Islam Nusantara

Sunan Gunung Jati dikenal sebagai salah satu tokoh Wali Songo yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di wilayah Cirebon dan Jawa Barat. Kompleks makamnya di Gunung Jati hingga kini menjadi salah satu tujuan ziarah yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan.

Bagi para peziarah, kunjungan ke tempat tersebut menjadi momentum untuk berdoa sekaligus mengenang jasa para ulama dan pendahulu yang memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan masyarakat Nusantara.

Agus Flores pun memaknai ziarah tersebut dalam konteks perjalanan batin dan penghormatan terhadap sejarah.

Ia sebelumnya juga pernah mengungkapkan bahwa perjalanan spiritualnya melewati proses pembelajaran keagamaan, mulai dari syariah, tarekat hingga tasawuf. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses panjang dalam memahami kehidupan.

Ketika Sejarah Menjadi Ruang Perenungan

Foto Agus Flores saat berada di makam Sunan Gunung Jati menggambarkan sisi lain dari sosoknya yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial.

Di tengah aktivitas tersebut, terdapat ruang untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala dan melakukan perenungan.

Ziarah pada 12 September 2026 itu sekaligus menjadi gambaran bahwa perjalanan Agus Flores tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sosial dan organisasi, tetapi juga dengan kegemarannya menelusuri jejak sejarah serta tradisi ziarah Nusantara.

Baginya, perjalanan hidup pada akhirnya bukan sekadar tentang bagaimana seseorang dikenal atau dinilai oleh orang lain. Ada proses panjang untuk mengenal sejarah, menghormati para pendahulu, memperkuat kehidupan keagamaan dan mengambil pelajaran dari perjalanan orang-orang yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan.

Sebagaimana pernah disampaikannya:

“Artinya hidup ini dijalankan saja, sampai di mana ujungnya.”

Dan di antara perjalanan panjang itu, ziarah ke makam Sunan Gunung Jati menjadi salah satu titik untuk berhenti sejenak—berdoa, mengenang sejarah, dan kembali melanjutkan perjalanan kehidupan dengan rasa syukur.

Caption foto:

Agus Flores saat melakukan ziarah ke makam Syaikh Sunan Gunung Jati, Cirebon, Sabtu (12/9/2026). Ziarah menjadi bagian dari perjalanan spiritual sekaligus kecintaannya terhadap sejarah dan situs-situs peninggalan tokoh Nusantara.

(Agus Salim)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.