Polres Demak Selidiki Kematian Pelajar dengan Luka Tusuk di Dada

oleh -41 Dilihat

Media Humas Polri//DEMAK

Polisi masih menyelidiki kematian seorang pelajar berinisial MS (15) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Korban meninggal setelah mengalami luka tusukan pada bagian dada yang diduga akibat senjata tajam.

Korban yang merupakan pelajar MA Annur Bakalrejo, Kecamatan Guntur, sempat dibawa ke Charlie Hospital Karangtengah pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, korban diantar oleh dua orang yang menyebut korban mengalami kecelakaan.

Namun, hasil pemeriksaan dokter menemukan adanya kejanggalan pada luka yang dialami korban. Luka pada bagian dada dinilai tidak sesuai dengan luka akibat kecelakaan, melainkan mengarah pada luka akibat benda tajam.

Pihak rumah sakit kemudian melaporkan temuan tersebut kepada polisi. Petugas Polsek Karangtengah selanjutnya melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian yang sebenarnya.

Kasi Humas Polres Demak Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Dokter jaga curiga karena luka pada korban tidak menggambarkan sebuah kecelakaan, tetapi akibat senjata tajam,” ujar Rudi, Kamis (10/9/2026).

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk dilakukan autopsi.

Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan luka pada bagian dada cukup dalam hingga menembus organ dalam, termasuk jantung. Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua orang yang mengantar korban ke rumah sakit. Penyidik juga mendalami informasi mengenai dugaan tantangan duel yang sebelumnya beredar melalui media sosial.

Dugaan sementara, peristiwa tersebut melibatkan dua kelompok. Polisi masih berupaya mengungkap bagaimana kedua kelompok tersebut berkomunikasi, kapan mereka bertemu, serta lokasi terjadinya dugaan duel.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan barang bukti berupa senjata tajam jenis sabit atau celurit dalam kondisi patah di lokasi yang diduga berkaitan dengan kejadian. Sementara senjata yang diduga digunakan pihak lainnya masih dalam pencarian.

Rudi mengatakan, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lain untuk memastikan rangkaian kejadian hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kami masih mendalami keterangan para saksi, termasuk informasi terkait tantangan melalui media sosial, waktu dan lokasi kejadian, serta senjata yang digunakan. Penyidik masih bekerja untuk mengungkap secara utuh peristiwa ini,” kata Rudi.

(Ismun)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.