Polres Wonogiri dan Pemkab Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Tlogosari Kapolres Negara Harus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan

oleh -13 Dilihat

Media Humas Polri//Wonogiri

Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Tlogosari itu menjadi wujud kolaborasi lintas instansi dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim, S.H., S.I.K. serta dihadiri unsur Forkopimda, BPBD Kabupaten Wonogiri, PDAM, Satpol PP, PMI, Forkopimcam Giritontro, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan sekitar 300 warga.

Secara simbolis, sebanyak 10 tangki air bersih disalurkan kepada masyarakat Desa Tlogosari. Bantuan tersebut merupakan langkah cepat Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Polres Wonogiri dalam merespons dampak kekeringan yang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Giritontro.

Dalam sambutannya, Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim, S.H., S.I.K. menyampaikan bahwa kehadiran Polri bersama pemerintah daerah di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, terutama saat menghadapi kesulitan akibat musim kemarau.

“Kehadiran kami bersama Bapak Bupati merupakan wujud hadirnya negara di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga. Penyaluran air bersih memang menjadi solusi jangka pendek, namun Polres Wonogiri siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten, Forkopimda, dan seluruh stakeholder untuk mencari solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan dapat diatasi secara berkelanjutan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi pada puncak musim kemarau. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan di area kering.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan kekeringan melalui bantuan air bersih. Ia memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat yang terdampak dan meminta pemerintah desa segera berkoordinasi apabila masih terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Wonogiri, hingga awal Agustus 2026 terdapat enam kecamatan dan 19 desa yang telah melaporkan dampak kekeringan. Selain berpotensi menyebabkan krisis air bersih, musim kemarau tahun ini juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga diperlukan sinergi seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

Melalui kolaborasi ini, Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam menghadapi dampak musim kemarau di Kabupaten Wonogiri.

(Zaenal MHP)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.