Ricuhnya Kelompok Tani karena Ulah Anggota Pengurus Berinisal S.T.Y yang di Duga Tidak Transparan dan Lakukan Kecurangan

oleh -37 Dilihat

Media Humas Polri//Grobogan

Grobogan 28/09/2026. Ricuhnya salah satu kelompok tani di desa harjowinangun kecamatan godong kabupaten grobogan yang di duga tidak transparan maupun adanya permainan dalam laporan pertanggung jawaban (LPJ) serta penggunaan anggaran dari penarikan hasil panen di area sawah Bendungharjo menuai sorotan dari masyarakat bahkan kecaman keras dari para petani

Pernyataan dari beberapa narasumber yang sekaligus sebagai petani berinisial S. dan M,mereka tergabung dalam sebuah kelompok tani Teguh Santosa yang sekarang di perbarui jadi Teguh Raharjo, bahwa adanya penarikan gabah setiap perbau 4 ember yang di perkirakan beratnya kurang lebih 20 kg padi pada setiap musim panen dengan luas 90an bau,tidak hanya menarik gabah dalam setiap panen,S.T.Y juga menarik tarif pada traktor pada musim bajak sawah maupun combien pada musim panen dengan nominal tertentu di wilayah sawah tersebut,ketika petani meminta laporan ke S.T.Y beliau tidak bisa menunjukkan bahkan di anggap tidak bisa membuat laporan hasil tarikan,pada tahun tahun sebelumnya juga sama,atas ketidak jelasan adanya laporan pertanggung jawaban dari S.T.Y ke anggota kelompok tani sehingga patut di pertanyakan ada apakah di balik semua ini”ujar salah satu narasumber”

Para anggota kelompok tani berharap S.T.Y bisa memberikan penjelasan maupun transparansi ke anggota kelompok maupun ke petani atas pemasukan maupun penggunaan anggaran yang seharusnya di lakukan dalam forum yang di hadiri seluruh anggota sehingga persoalan ini menjadi terang dan terkesan tidak di tutup tutupi,sedangkan tersiar kabar kalau S.T.Y mau mencalonkan diri sebagai calon Kepala Desa harjowinangun dlm waktu dekat ini,”dalam mengurus kelompok tani saja tidak transparan apalgi mengurus desa lha mau jadi apa nanti desa ini”,.warga petani akan melaporkan maslah ini ke Aparat Penegak Hukum karena maslah ini sudah berjalan lama dan tidak ada penyelesaian, “ujarnya”.

Team selanjutnya melakukan investigasi kepada ketua kelompok tani berinisial H. M.D untuk meminta klarifikasi atas adanya polemik yang terjadi,pada penjelasan kepada awak media.

H. M.D menyampaikan kalau terkait kabar yang beredar memang benar adanya kalau S.T.Y benar melakukan penarikan padi hasil panen ke petani pada setiap musim panen 4 ember dari per satu bahu,maupun penarikan lain,aktifitas tersebut sudah berjalan lama dari tahun ke tahun sebelumnya dari sewaktu saya menjabat sebagai wakil ketua kelompok tani Teguh Santoso dengan ketua pak H.T yang sekarang di pecah menjadi dua kelompok tani menjadi kelompok tani Teguh Raharjo yang di ketuai oleh saya sendiri,dalam era kelompok baru yang baru di kukuhkan kurang lebih satu tahun ini sy anggap sudah sesuai dengan laporan maupun pertanggung jawaban S.T.Y ke saya bahkan di dalam forum rapat anggota kelompok,tapi kalau sebelumnya pada waktu saya jadi wakil ketua pada kelompok tani teguh santoso saya tidak begitu faham soal kinerja S.T.Y,setau saya di gunakan untuk perbaikan, membangun jalan maupun jembatan,

Saya sudah merencanakan akan mengadakan rapat dan mengundang semua kelompok tani dari 2 sampai 3 minggu yang lalu,serta mengundang dan menghadirkan pihak perangkat desa juga babinsa dan babinkamtibmas untuk membahas persoalan ini maupun terkait rencana program kerja kedepan namun masih tertunda karena beberapa hal,terang ujarnya”.

(Rofiq)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.