TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Demak Jawa Tengah Perkuat Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh -17 Dilihat

Demak// MEDIA HUMAS POLRI

Pemerintah Kabupaten Demak bersama TNI dan masyarakat terus memperkuat sinergi dalam pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan warga.

Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 berlangsung di Desa Donorojo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026). Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa program TMMD merupakan bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Menurut Eisti’anah, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, menjadi salah satu sasaran penting dalam program TMMD. Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian desa.

“Ini salah satu bentuk koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan tentunya masyarakat untuk bagaimana bisa membangun infrastruktur, khususnya jalan, dengan melibatkan desa. Pengerjaannya dilakukan bersama-sama dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Eisti’anah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik juga dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam sejumlah bidang penting.

Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan bela negara, pencegahan stunting, kesehatan, dan hukum. Selain itu, program TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 juga mencakup kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat.

Dari sisi pendanaan, pelaksanaan program TMMD ini mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Demak, dan pemerintah desa. Dalam keterangannya, alokasi anggaran tersebut terdiri atas Rp156 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah, Rp200 juta dari APBD Kabupaten Demak, serta Rp50 juta dari pemerintah desa.

Eisti’anah menegaskan bahwa dukungan anggaran dan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan program TMMD. Menurutnya, semangat berbagi dan bergotong royong memungkinkan pembangunan dilaksanakan secara lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

“Biar semakin banyak yang berbagi, semakin panjang jalan yang bisa dibangun, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat bersama personel TNI dalam proses pengerjaan pembangunan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi wujud nyata semangat gotong royong sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

[ LATIF ]


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.