Wujud Pelayanan Humanis Polda Jateng Siapkan Polwan Negosiator Untuk Kedepankan Dialog dalam Kawal Aksi Penyampaian Pendapat

oleh -22 Dilihat

Mediahumaspolri.com//Polda Jateng

Sebagai wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepolisian yang humanis kepada masyarakat, Polda Jawa Tengah menyiapkan personel Polwan negosiator untuk memberikan pelayanan dalam kegiatan penyampaian pendapat di Kota Semarang, Rabu (26/8).

Ratusan Polwan negosiator tersebut merupakan bagian dari personel gabungan Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang yang disiapkan untuk memberikan pelayanan kepolisian selama rangkaian kegiatan penyampaian pendapat berlangsung.

Sebelum melaksanakan tugas di lapangan, tim Polwan negosiator mengikuti apel di Mapolda Jateng. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengarahan dan pembagian ploting tugas sebagai bagian dari kesiapan personel dalam memberikan pelayanan kepolisian di lapangan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menyebut bahwa Tim Polwan negosiator memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan peserta aksi, menyampaikan imbauan secara persuasif serta membantu menjaga agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara tertib, aman dan kondusif. Dirinya mengatakan, keberadaan tim negosiator merupakan bagian dari pendekatan Polri yang mengedepankan komunikasi dan dialog dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat

“Negosiator memiliki peran penting untuk membangun komunikasi dengan peserta aksi. Kami ingin setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi melalui dialog,” ujar Kombes Pol Yuliyanto.

Menurutnya, peserta penyampaian pendapat merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Karena itu, komunikasi dengan peserta dilakukan dengan mengedepankan sikap humanis dan saling menghormati.

“Peserta memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Kami menghormati hak tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang damai, tertib dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, tim negosiator akan membangun komunikasi dengan peserta aksi maupun pihak terkait guna membantu mencegah terjadinya kesalahpahaman dan potensi gesekan selama kegiatan berlangsung.

Pendekatan persuasif dikedepankan agar setiap dinamika yang muncul di lapangan dapat direspons melalui komunikasi yang baik, dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh pihak.

“Polri tidak hadir untuk berhadap-hadapan dengan mahasiswa. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman dan tertib, sementara masyarakat lainnya juga tetap dapat menjalankan aktivitasnya,” pungkas Yuliyanto.

Polda Jateng mengajak seluruh peserta penyampaian pendapat untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi di Kota Semarang dengan menyampaikan aspirasi secara damai, menghormati hak masyarakat lainnya serta menjaga situasi tetap kondusif.

(Zaenal MHP)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.