Kapolres Ketapang Tinjau Langsung Lokasi Karhutla di Pelang–Kepuluk Upaya Pemadaman Terus Dimaksimalkan

oleh -32 Dilihat

Media Humas Polri//Ketapang

Polda Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., C.P.H.R., turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas Jalan Pelang–Kepuluk KM 5 hingga KM 10, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, (5/8/2026).

Dalam kegiatanya, Kapolres Ketapang didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Ketapang untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal sekaligus mengevaluasi langkah-langkah percepatan pemadaman di lapangan.

Berdasarkan hasil pengecekan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Namun, kawasan tersebut diketahui merupakan wilayah yang setiap tahun rawan mengalami kebakaran saat musim kemarau berkepanjangan.

Proses pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya kondisi angin yang cukup kencang sehingga api cepat menjalar, karakteristik lahan gambut yang tebal dan kering, serta minimnya sumber air di sekitar lokasi. Untuk memenuhi kebutuhan air, armada pemadam harus mengambil pasokan dari permukiman warga dengan jarak sekitar 10 kilometer.

Selain itu, kepulan asap yang sangat tebal menyebabkan jarak pandang di sekitar lokasi menjadi sangat terbatas, sehingga petugas juga memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

Dalam operasi penanganan karhutla tersebut, sebanyak 87 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 13 personel Polres Ketapang, 15 personel Yon TP 832, 4 personel Koramil 1203-13/MHS, 28 personel BPBD Kabupaten Ketapang, 15 personel Manggala Agni, 2 personel Satpol PP, 5 anggota LPHD Desa Sungai Pelang, dan 5 anggota LPHD Desa Sungai Besar.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran, di antaranya pengecekan langsung lokasi kejadian, pemadaman dan pendinginan titik api, pemberian imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan, pelaksanaan water bombing oleh BPBD Provinsi Kalimantan Barat, koordinasi lintas instansi, hingga pengaturan jalur alternatif yang aman bagi kendaraan roda dua, roda empat maupun roda enam.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat akan terus bersinergi hingga api benar-benar padam dan situasi kembali aman.

“Kami terus mengerahkan personel bersama seluruh instansi terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kami juga mengimbau pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau seperti saat ini. Penyebab kebakaran juga masih kami lakukan penyelidikan,” tegas Kapolres.

Polres Ketapang juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas.
( Lies )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.