Kapolres Sintang pimpin langsung pencarian Pelajar Tenggelam di Sungai Kapuas

oleh -34 Dilihat

Media Humas Polri//SINTANG

Seorang pelajar SMP dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di kawasan muara pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas, Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (24/9/2026).

Korban diketahui bernama berinisial P, pelajar kelas VIII SMP. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat korban bersama sejumlah temannya bermain dan berenang di kawasan pasir musiman di sekitar Tanjung Desa Nanga Sepauk.

Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, korban bersama tiga orang temannya meminta izin kepada orang tua untuk bermain di kawasan tersebut. Saat sedang berenang, korban bersama teman-temannya terbawa arus sungai. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan tiga orang, sementara korban masih belum ditemukan.

Menerima informasi tersebut, personel Polsek Sepauk bersama unsur terkait langsung melakukan pencarian. Operasi SAR melibatkan Polairud Polres Sintang, Basarnas Kabupaten Sintang, Polsek Sepauk, pemerintah kecamatan, serta relawan masyarakat.

Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si. turut hadir memantau langsung proses pencarian bersama Kasat Polairud IPTU Sutarji, Camat Sepauk Maryono, S.STP., dan Kapolsek Sepauk IPTU Abdul Hadi, S.H., M.H.

Tim gabungan memusatkan pencarian di sekitar lokasi korban pertama kali dilaporkan tenggelam, yakni di muara pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas. Pencarian dilakukan menggunakan perahu motor milik Basarnas dan perahu masyarakat, serta menyusuri kawasan sekitar sungai.

Operasi pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 23.35 WIB. Karena kondisi sudah gelap, arus sungai cukup deras dan situasi tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian secara optimal, operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Jumat (25/9/2026) pagi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui tidak dapat berenang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian tim dalam proses pencarian dan penanganan kejadian.

Pihak kepolisian bersama Basarnas dan unsur terkait juga telah berkoordinasi dengan desa-desa yang berada di sepanjang hilir Sungai Kapuas untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus menjauh dari lokasi awal kejadian.

Pada musim kemarau, sebagian kawasan Sungai Kapuas di Kecamatan Sepauk mengalami penurunan debit air dan muncul hamparan pasir yang kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi rekreasi musiman. Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar sungai.

Pencarian korban akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran dan melibatkan unsur gabungan serta masyarakat. Petugas juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat kondisi arus dan kedalaman air berubah.

( Lies )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.