Media Humas Polri// Mempawah
Untuk mengatasi gejolak kegiatan audiensi yang dilakukan oleh pelajar SMKN 1 Mempawah Hilir
Kab.Mempawah yang terjadi pada hari Rabu, 5 Agustus 2026
pihak sekolah yg diwakili Waka Kurikulum bapak mahpudin menelpon ketua Komite secara mendadak untuk mendampingi anak anak yang mau audiensi dengan tujuan supaya anak tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan apalagi melakukan anarkis,
langkah tersebut diambil pihak sekolah dan komite untuk mengatasi supaya audiensi tersebut tetap aman pihak sekolah tidak pernah memberikan izin untuk demo,siswa mengambil inisiatip sendiri ,karna mereka ingin sekolahnya
menegakan kedisiplinannya tidak hanya siswa, gurupun harus disiplin
dilanjutkan ada perwakilan dari siswa menghadap
ketua dirumah kediaman nya depan wisata nusantara
lalu ketua komite menanyakan kepada keempat
orang siswa apa tujuan kalian mau “audiansi “
jawab siswa tersebut kami ingin mengusulkan
dengan adanya Vidio piral tersebut kami tak ingin
kedua guru tersubut untuk mengajar di SMKN 1
Mempawah Hilir demi ketenteraman dan kenyamanan
semua pihak, dengan waktu yang terdesak ketua komite
menasehati saya siap mendampingi kalian dengan
syarat kalian harus ikuti aturan jangan ribut
,harus tertip dan jangan anarkis,tujukan kalian anak yang
pintar apalagi kita ketahui bersama bahwa kemerdekaan
menyampaikan pendapat dimuka umum
sesuai dengan undang undang
No. 9 tahun 1998
sampai disekolah anak- anak sudah berkumpul didepan
sekolah kurang lebih 700 orang
wakil peserta audiensi mesuk diruanga Aula 1 untuk menyampaikan
usulan kepada kepala sekolah Bambang Juarno
dalam kesepakatan surat pernyataan sikap tersebut
1. para siswa menyampaikan apresiasi dan terimakasih
kepada kedua guru US dan SN tersebut yang telah menjalankan
tugasnya selama ini
2. mengingat dinamika yang berkembang dimedia sosial kedua
guru tersebut disepakati tidak lagi diperkenankan mengajar
peserta didik di SMKN 1 Mempawah Hilir
3. Untuk mengisi kekosongan mata pelajaran yang ditinggalkan
kepala sekolah diminta segera mengupayakan guru pengganti
melalui koordinasi resmi dengan Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar
dengan upaya dan usaha pihak sekolah bersama komite
audiansi berjalan tertip dan aman
( aidi matsyah)









