Sumur Bor Presisi Kedua Dibangun di Muara Pawan Polres Ketapang Perkuat Mitigasi Karhutla dan Bantu Warga

oleh -78 Dilihat

Media Humas Polri//KETAPANG

Polres Ketapang terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan membangun sarana pendukung berupa Sumur Bor Presisi di wilayah rawan Karhutla. Terbaru, Sumur Bor Presisi kedua dibangun di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, sebagai langkah nyata menghadirkan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan Karhutla sekaligus membantu kebutuhan masyarakat.

Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) oleh Kapolsek Muara Pawan Ipda Eko Astower, S.E., bersama personel Polsek Muara Pawan dan masyarakat.

Lokasi pembangunan berada di Desa Sungai Awan Kiri dengan titik koordinat 1,73096 LS dan 110,11403 BT. Proses pengeboran masih berlangsung dan setelah selesai akan dilanjutkan dengan pemasangan pipa serta instalasi pendukung, dengan estimasi pengerjaan selama dua hari. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., menyampaikan bahwa pembangunan Sumur Bor Presisi merupakan bentuk komitmen Polri dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki kerawanan kebakaran. Ketersediaan sumber air di lokasi strategis dinilai sangat penting untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran serta mendukung upaya pemadaman oleh personel di lapangan.

“Pembangunan Sumur Bor Presisi ini merupakan langkah preventif untuk menghadapi potensi Karhutla. Kami berharap keberadaan sumber air ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk membantu penanganan kebakaran maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar. Pencegahan Karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Sumur Bor Presisi pertama yang berada di Jalan Sei Awan–Tanjungpura KM 14, Mensubuk, Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, saat ini telah selesai dan siap difungsikan. Dengan adanya dua unit sumur bor tersebut, Polres Ketapang berharap ketersediaan sumber air di wilayah rawan Karhutla semakin memadai sehingga dapat mempercepat respons dan penanganan apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

Kapolres Ketapang juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla. Mari kita jaga lingkungan bersama, segera laporkan apabila menemukan titik api, dan manfaatkan sarana yang telah dibangun untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

( Lies )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.