APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel

oleh -104 Dilihat

Media Humas Polri//Banjarmasin

Spektroom : Perlahan namun pasti, DPP Apindo Kalimantan Selatan, terus menggalang kesatuan pengusaha agar berada dalam satu wadah bersama yaitu APINDO.

Siaran Pers APINDO Kalsel yang diterima Kamis (13/8/2026) menyebutkan, kali ini Pengurus DPP Apindo Kalsel berkunjung ke PT Wijaya Triutama Plywood Industri, salah satu perusahaan pabrik kayu lapis yang pernah jaya di era industri kayu di sepanjang sungai Barito.

Diterima langsung General manager, Djoko Wahyudi, Pengurus DPP Apindo Kalsel memperkenalkan keberadaan dan fungsi Apindo sebagai rumah besar bersama bagi para pengusaha.

“Kami berharap, semua pengusaha di Kalsel berhimpun dalam asosiasi pengusaha bernama APINDO, karena inilah organisasi pengusaha yang duduk dan mewakili para pengusaha di Tripartit dan Dewa Pengupahan”, kata Winardi Sethiono, Ketua DPP Apindo Kalsel, menyampaikan dan memperkenalkan keberadaa organisasi yang dipimpinnya.

“Tugas utama Apindo adalah melakukan advokasi, membela eksistensi para pengusaha dalam menjalankan usahanya. Karena tugas pengusaha begitu berat dan mulia, yaitu menciptakan lapangan pekerjaan melalui berbagai usaha yang dibangunnya, mulai dari pengusaha UMKM, hingga pengusaha besar berkelas industri. Dengan terbukanya banyak lapangan pekerjaan, maka ekonomi menjadi maju. Apalagi bila usaha tersebut padat karya, maka akan dapat mengurangi jumlah pengangguran yang menjadi problem terbesar hampir di seluruh wilayah di Indonesa”, lanjut Winardi.

Ia juga menjelaskan tentang komitmen Apindo dalam mendampingi, membantu dan menjadi jembatan penghubung bagi jejaring pengusaha di luar Kalsel, agar para pengusaha dapat membangun usahanya menjadi lebih maju.

Winardi Sethiono datang didampingi sekretaris DPP Apindo Kalsel, Abdul Haris Makkie dan Wakil Ketua Apindo Bidang Organisasi, Noorhalis Majid.

Djoko Wahyudi menyampaikan problem dan tantangan industri playwood yang dipimpinnya, terutama terkait terbatasnya bahan baku dan semakin sempitnya pasar dalam menjual produk jadi kayu olahan.

Diskusi berlangsung begitu hangat, terutama menyangkut tantangan ketenagakerjaan dan keberlanjutan usaha dari industri playwood. Sejumlah gagasan disampaikan, diantaranya perlunya membangun hutan berbasis kerakyatan, mengantisipasi sejumlah perusahaan yang tidak memiliki HPH agar terus mampu menjalankan usahanya. Apabila terbangun kerjasama dengan warga di desa-desa untuk menanam jenis kayu tertentu yang dibutuhkan, akan ada pendapatan bagi desa dan warga desa dalam waktu panjang.

“Kalau ada hutan desa yang difungsikan menanam kayu-kayu yang dibutuhkan oleh industri palyawood, maka hasil dari hutan desa tersebut kami siap menampungnya”, kata Djoko Wahyudi.

Ia juga menceritakan sejumlah kendala yang dihadapi perusahaan, terutama menyangkut regulasi, perizinan, perpajakan dan potensi pasar yang terhambat berbagai dinamika politik global.

Abdul Haris Makkie meminta kesediaan Djoko Wahyudi untuk mengajak kawan-kawannya sesama perusahaan di bidang industri playwood untuk bergabung dalam Apindo, sehingga bernar-benar berfungsi memperkuat keberadaan para pengusaha dan perekonomian di Kalsel.

“Sekretariat DPP Apindo buka setiap hari kerja, dan melayani setiap keluhan Para Pengusaha. Melalui jejaring yang dimiliki, kami akan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada seluruh anggota yang bergabung dalam Apindo”, kata Abdul Haris Makkie.

“Setelah ini kami juga akan berkunjung ke sejumlah perusahaan yang dinilai strategis dalam membuka lapangan pekerjaan dan memajukan perekonomian Kalsel. Termasuk perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten. Bagi kami, kalau seluruh pengusaha bersatu, berada dalam satu kesatuan organisasi yaitu Apindo, maka Kalsel akan maju, kata Winardi Sethiono, dengan penuh optimis.

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.