Apresiasi Kolonel Paulo Andre Gepak Kalsel Berharap Ada Transfer Teknologi Pemadaman Karhutla

oleh -63 Dilihat

Media Humas Polri//BANJARMASIN, 19 Oktober 2026

Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Brasil atas dukungannya dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan.

Bersamaan dengan itu, elemen masyarakat ini mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak sekadar menerima bantuan, melainkan aktif belajar dari formula mitigasi dan teknologi pemadaman yang diterapkan oleh negara Amerika Selatan tersebut.

Langkah taktis penanganan karhutla di ring 1 sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, hingga kawasan Jalan Gubernur Syarkawi akhir-akhir ini mencuri perhatian publik. Hal tersebut menyusul keterlibatan langsung Kolonel Paulo Andre Silva Barroso, seorang perwira pemadam kebakaran asal Brasil yang turun ke lapangan bersama prajurit TNI dan petugas pemadam gabungan.

Sosok Kolonel Paulo Andre Silva Barroso menjadi perbincangan hangat setelah dirinya bertindak sebagai koordinator tim penyedia material pemadam khusus bernama Realiza Antichamas.

Material berbentuk serbuk non-toksik yang ramah lingkungan ini dilarutkan ke dalam air dengan perbandingan 1:100. Saat diaplikasikan lewat penyemprotan darat maupun water bombing udara, cairan tersebut langsung berubah menjadi lapisan gel penahan kelembapan yang diklaim memiliki efektivitas hingga 10 kali lipat dibanding air biasa dalam menghentikan perambatan api bawah tanah di lahan gambut.

H.Junaidi Ketua DPW Gepak Kalsel, menegaskan bahwa kehadiran tim ahli serta teknologi dari Brasil ini harus menjadi momentum evaluasi besar bagi otoritas pemadam domestik.

“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pemerintah Brasil dan tim yang dipimpin oleh Kolonel Paulo. Namun, ini juga menjadi tamparan sekaligus pelajaran berharga. Pemerintah kita harus mau belajar dari mereka mengenai kesiapan teknologi. Jangan setiap tahun kita hanya menggunakan metode konvensional yang boros air sementara lahan gambut terus amblas terbakar,” ujarnya dalam keterangan resmi di Banjarmasin, pada Senin (19/10/2026).

Di sisi lain, respons positif juga datang dari jajaran birokrasi daerah. Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, membenarkan bahwa hasil uji coba awal dari material Realiza Antichamas memberikan dampak signifikan bagi pergerakan personel di area minim pasokan air.

“Alhamdulillah, bubuk pemadam dari Brasil sudah diaplikasikan di lapangan. Hasil awalnya cukup menghemat penggunaan air dan proses pemadaman di area lahan kering serta gambut berlangsung cukup cepat,” ungkap Ronny Eka Saputra saat memimpin penanganan titik api besar di lapangan.

Upaya akselerasi pemadaman lintas negara ini dibawa ke Kalimantan Selatan berkat fasilitasi dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan guna memperkuat ketahanan wilayah dari kepungan kabut asap.

Dengan adanya transfer teknologi dari pemadam kebakaran Brasil ini, elemen masyarakat berharap pemerintah pusat maupun daerah segera merumuskan regulasi pengadaan sistem pemadaman berbasis gel pelindung gambut secara mandiri di masa mendatang.

(irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.