Arari Team Disorot Dugaan Praktik Judi Berkedok Undian Perempuan Cantik Diduga Jadi Ujung Tombak Promosi 

oleh -250 Dilihat

Media Humas Polri // Jakarta

Kelompok bernama ARARI Team kini menjadi sorotan setelah video penyerahan Mitsubishi Triton kepada pemilik nomor 785 viral di TikTok @ar.cuu2. Bukan hanya soal mobil dan angka “modal Rp350ribu saja”, publik juga menyoroti peran seorang perempuan muda berpenampilan menarik yang tampil sebagai juru bicara utama dalam video tersebut.

Dalam durasi 1 menit 16 detik, perempuan berkaus polo hitam dan jeans biru itu memegang kendali penuh narasi. Dialah yang mengumumkan nomor pemenang, menyebut kata “modal”, menyerahkan kunci dan cenderamata, hingga mempromosikan “next part” ARARI Team.

Pola ini tajam dan familiar dalam ekosistem promosi judi online di Indonesia: perempuan cantik dijadikan magnet untuk menutupi aktivitas pengumpulan dana yang diduga ilegal.

Modusnya berulang:

1. Tampilkan sosok perempuan ramah dan menarik agar terlihat profesional dan meyakinkan, 2. Gunakan bahasa halus seperti “part”, “stell”, “ramaikan”, “cenderamata”, untuk mengaburkan kata judi, 3. Pamerkan hadiah mewah – dalam hal ini mobil Triton putih – sebagai bukti kemenangan, 4. Sebutkan “modal kecil” Rp350 ribu untuk memancing ribuan orang ikut menyetor.

Dalam video ARARI Team, perempuan tersebut bahkan terlihat akrab menyerahkan bungkusan dan berjabat tangan dengan pemenang, menciptakan kesan legalitas dan transparansi. Padahal, tidak ada satu pun dalam video itu yang menunjukkan izin undian berhadiah, mekanisme pengundian yang diawasi notaris, atau asal-usul dana pembelian mobil.

Kriminolog komunikasi menyebut taktik ini sebagai “beauty washing” dalam kejahatan siber: menggunakan daya tarik visual untuk menurunkan kewaspadaan calon korban. Korban tidak lagi fokus pada pertanyaan kritis – dari mana uangnya, ke mana larinya dana yang kalah, siapa penjaminnya – karena teralihkan oleh kemasan konten yang entertaining.

Redaksi menegaskan, hingga kini tidak ada bukti bahwa perempuan dalam video tersebut adalah pemilik atau pengelola ARARI Team. Ia diduga hanya berperan sebagai host, admin, atau talent promosi. Namun perannya sangat sentral: tanpa narasi darinya, tidak ada klaim “785 yang stell”, tidak ada ajakan “ramaikan next part”.

Inilah yang membuatnya penting dimintai keterangan oleh aparat, bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk membongkar struktur di belakangnya: siapa yang merekrutnya, siapa yang menyiapkan mobil, siapa yang menghimpun “modal”, dan ke mana aliran dananya

Polda Sulsel dan jajaran siber patut menelusuri akun @ar.cuu2 ini. Jika terbukti ada penghimpunan uang masyarakat tanpa izin dengan janji hadiah, maka ini bukan sekadar konten viral, melainkan dugaan tindak pidana perjudian sebagaimana diatur dalam Pasal 303 KUHP, UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru, dan UU ITE.

ARARI Team boleh berlindung di balik kata “tim” dan “cenderamata”. Tapi selama “modal” masih dipungut dan nomor masih diundi, publik berhak curiga.

Dan selama perempuan cantik terus dijadikan tameng promosi, maka dugaan eksploitasi perempuan untuk melancarkan dugaan judi online pun tak bisa dikesampingkan.

(Yohanis)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.