Media Humas Polri// Banjarmasin
Kabut asap kembali menjadi perhatian masyarakat di Kalimantan Selatan.
Banjarmasin, Banjarbaru hingga sejumlah daerah di Hulu Sungai ikut merasakan dampaknya akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Bukan hanya mengganggu jarak pandang, kabut asap juga membuat masyarakat kembali diingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan pernapasan.
Dalam kondisi seperti ini, ajakan sederhana untuk menggunakan masker menjadi pesan yang sangat berarti.
Kepedulian tersebut salah satunya datang dari Pengacara Robert Hendra Sulu, warga Banjarbaru yang selama ini aktif menciptakan lagu-lagu bertema kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Salah satu lagunya berjudul “Ayo Pakai Masker”. Lagu tersebut dibuat sebagai bentuk ajakan agar masyarakat lebih sadar menjaga kesehatan ketika kualitas udara terganggu oleh kabut asap.
Robert bahkan telah menyampaikan usul kepada Wali Kota Banjarbaru agar lagu tersebut dapat diperdengarkan di lampu-lampu merah maupun tempat-tempat umum lainnya.
Dalam surat yang disampaikannya, Robert menulis:
“Belarasa. Selamat pagi sahabat Bu Wali Kota Banjarbaru. Usul sebagai bentuk peduli atas Karhutla, ada asap, ISPA. Sekiranya lagu Ayo Pakai Masker diputar di lampu merah dan tempat umum lainnya. Hal ini juga dilakukan pada Covid yang lalu. Terima kasih.”
Menurut Robert, musik bukan hanya sekadar hiburan. Lagu juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dan mengajak masyarakat melakukan sesuatu yang baik.
Ia mengatakan, lebih dari 30 lagu telah diciptakannya dengan berbagai tema yang berangkat dari cinta kasih terhadap dunia, kepedulian terhadap sesama, perdamaian, pembangunan dan moralitas.
Salah satunya adalah lagu “Jangan Pernah Menyerah”, yang mengajak manusia untuk senantiasa bersandar kepada Tuhan, memiliki kekuatan dalam menghadapi kehidupan dan tetap menjunjung kejujuran ketika menghadapi berbagai cobaan.
Robert mengaku pernah mendapat pengalaman yang menyentuh hati dari seseorang yang mendengarkan lagu tersebut melalui YouTube.
“Ada pihak yang menyampaikan kepada saya sambil menangis, memberi kesaksian bahwa yang bersangkutan bangkit dari keterpurukan setelah mendengarkan lagu tersebut di YouTube,” ungkap Robert, Minggu (23/8/2026).
Pengalaman itu membuatnya semakin percaya bahwa sebuah lagu dapat menyentuh hati seseorang. Pesan yang sederhana terkadang justru mampu menemani seseorang ketika sedang berada dalam keadaan sulit.
Untuk lagu “Ayo Pakai Masker”, Robert berharap ajakan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat.
“Ayo pakai masker. Saya sudah sampaikan kepada Wali Kota Banjarbaru. Harapannya agar direspons sebagai suara masyarakat,” katanya.
Bagi Robert, kepedulian itu merupakan bagian dari belarasa, yaitu rasa peduli terhadap keadaan dan keselamatan orang lain.
Selain “Ayo Pakai Masker”, saat ini Robert juga sedang mempersiapkan video klip untuk lagu “Rindu Harmoni Selamanya”.
Lagu tersebut telah ia kirimkan kepada sejumlah sahabat, meskipun video klipnya masih dalam proses.
Ia menggambarkan lagu tersebut sebagai nyanyian yang terasa seperti sebuah doa yang diucapkan berulang-ulang.
Di tengah kabut asap yang membuat masyarakat harus kembali berhati-hati menjaga kesehatan, pesan melalui lagu menjadi warna tersendiri. Sebab menjaga kesehatan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian kepada keluarga, tetangga dan orang-orang di sekitar kita
Ayo pakai masker. Jaga kesehatan. Karena udara yang kita hirup adalah milik kita bersama.
(Irfani)










