Didominasi TKP Landasan Ulin Polres Banjarbaru Musnahkan Barang Bukti Sabu dari 8 Tersangka

oleh -68 Dilihat

Media Humas Polri//Banjarbaru

Akademi Kepolisian (Akpol) tengah bersiap menyempurnakan dan merombak struktur pendidikannya.

Lembaga pencetak perwira Polri tersebut menyambangi Polres Banjarbaru pada Rabu (16/9/2026) untuk menggelar penelitian evaluasi kurikulum terhadap lulusan Akpol angkatan 2023 hingga 2025.

Fokus utama penelitian ini mengarah pada perumusan kurikulum berbasis kompetensi, termasuk rencana penyesuaian durasi masa studi Taruna Akpol menjadi tiga tahun agar lebih adaptif dengan kebutuhan tugas di lapangan.

Ketua Tim Penelitian sekaligus Dosen Kepolisian Utama TK I, Irjen Pol Dr. Drs. Sofyan, S.H., M.Si., M.H., menyampaikan bahwa riset di Polres Banjarbaru merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang rutin digelar di berbagai Kepolisian Daerah (Polda).

 

“Kegiatan penelitian ini adalah bagian yang rutin dilaksanakan oleh Akademi Kepolisian dalam rangka kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ujar Irjen Pol Sofyan di Aula Tribrata Polres Banjarbaru.

Tim peneliti yang beranggotakan Kombes Pol M. Syarif H.S., S.H., M.Si., Kombes Pol Hadi Winarno, S.I.K., M.M., dan Prof. Dr. Arif Yulianto, S.E., M.M. dari Universitas Negeri Semarang ini dijadwalkan melangsungkan riset hingga Kamis besok untuk selanjutnya diserahkan sebagai laporan sementara kepada Kapolda.

Irjen Pol Sofyan menjelaskan, arah utama dari riset ini adalah menyelaraskan kompetensi lulusan Akpol dengan tantangan nyata yang dihadapi perwira lini pertama di satuan kewilayahan.

“Tujuannya adalah mengidentifikasi profil kompetensi lulusan Akpol yang dibutuhkan oleh satuan kewilayahan, menganalisis tantangan tugas perwira lini pertama, mengevaluasi kesesuaian kurikulum saat ini, serta merumuskan desain pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, dan berbasis kompetensi,” tuturnya.

Ia menambahkan, Akpol merupakan perguruan tinggi terapan dengan porsi pembelajaran 70 persen keterampilan profesi dan 30 persen teori.

Melalui sinkronisasi pola kurikulum bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), lulusan Akpol dipastikan memegang gelar Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian yang memiliki akses melanjutkan pendidikan S2, baik di STIK maupun program luar negeri melalui beasiswa LPDP.

Sementara itu, Dirbintarlat Akpol Kombes Pol Muhammad Syarif Harjosaputra mengungkapkan bahwa penyesuaian kurikulum ini akan membawa perubahan signifikan pada skema dan durasi pendidikan taruna.

“Yang jelas pasti akan berpengaruh kepada peserta didik. Untuk yang tingkat tiga sekarang ini nantinya akan dibuat kurikulum yang baru cuma tiga tahun, artinya setelah tiga tahun dia lulus langsung melaksanakan dinas di wilayah,” terang Kombes Pol M. Syarif.

Menurutnya, pembaruan kurikulum ini didasari oleh evaluasi berkala serta masukan langsung dari para kepala satuan wilayah yang melihat perkembangan kebutuhan di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menyambut baik riset yang dilakukan oleh tim Akpol. Ia menilai pembaruan kurikulum sangat krusial bagi penyiapan pimpinan Polri di masa depan.

“Kami mendukung kegiatan ini karena memang penting sekali untuk regenerasi kepemimpinan khususnya di kepolisian ke depannya,” kata AKBP Pius X Febry Aceng Loda.

Ia mengungkapkan, saat ini Polres Banjarbaru memiliki empat perwira muda lulusan Akpol dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 yang menjadi bagian dari objek evaluasi dalam penelitian ini.

“Terima kasih kami sampaikan kepada ketua tim dan rombongan yang sudah berkunjung. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kemajuan Polri ke depannya,” tutupnya.

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.