Hotel Summer Banjarmasin Rayakan HUT ke-12 Donor Darah Jadi Wujud Kepedulian Sosial

oleh -27 Dilihat

Media Humas Polri//Banjarmasin

Merayakan perjalanan usaha tidak selalu harus dilakukan dengan kemeriahan pesta. Ada cara lain yang lebih bermakna, yakni berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Semangat itulah yang mewarnai peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-12 Hotel Summer Banjarmasin.

Memasuki usia lebih dari satu dekade, hotel ini kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Owner Hotel Summer Banjarmasin, Budi Salim mengatakan, kegiatan donor darah telah menjadi agenda rutin tahunan sejak hotel tersebut pertama kali beroperasi. Tahun ini, pihaknya menargetkan sebanyak 50 kantong darah terkumpul.

Menurut Budi, peringatan ulang tahun hotel bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan bisnis, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami juga mengundang rekan-rekan dari hotel lain dan berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi. Jadi, selain merayakan ulang tahun, kami ingin ada kegiatan sosial yang manfaatnya bisa dirasakan orang lain,” ujarnya.

Selama 12 tahun penyelenggaraannya, kegiatan donor darah tersebut terus diupayakan secara konsisten. Budi berharap partisipasi masyarakat dan kalangan perhotelan semakin meningkat sehingga semakin banyak orang yang dapat terbantu.

Selain donor darah, rangkaian peringatan HUT ke-12 juga diisi dengan kegiatan gotong royong, pembersihan lingkungan, serta berbagai aktivitas kebersamaan bersama karyawan.

Hotel Summer turut menyiapkan promosi khusus bagi para tamu sebagai bagian dari perayaan ulang tahun.

Menghadapi Tahun yang Tidak Mudah

Di balik semangat merayakan ulang tahun, Budi tidak menampik bahwa tahun ini menjadi periode yang cukup berat bagi pelaku industri perhotelan, termasuk di Banjarmasin.

Kondisi ekonomi, menurunnya kunjungan tamu, hingga berbagai kendala operasional menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Situasi tersebut semakin terasa ketika kegiatan dan acara berskala Pemerintahan maupun Nasional yang biasanya turut menggerakkan sektor perhotelan mengalami penurunan.

Sebagai bagian dari Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Banjarmasin, Budi melihat kondisi ini bukan hanya menjadi persoalan satu hotel, melainkan tantangan yang dirasakan oleh banyak pelaku usaha perhotelan.

“Kondisi tahun ini cukup berat bagi teman-teman di perhotelan. Ekonomi agak menurun, ditambah kabut asap dan pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi. Biaya operasional semakin tinggi, sementara jumlah pengunjung juga cenderung berkurang,” tuturnya.

Menurutnya, efisiensi anggaran Pemerintah turut memberikan dampak terhadap aktivitas perhotelan. Berkurangnya kegiatan Pemerintahan dan minimnya acara berskala Nasional membuat peluang mendapatkan tamu dalam jumlah besar menjadi semakin terbatas.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi hotel yang selama ini turut mengandalkan kegiatan rapat, pertemuan, maupun berbagai acara untuk menopang tingkat hunian dan pendapatan.

Namun, Budi memilih untuk tidak larut dalam keadaan tersebut . Baginya, situasi yang sulit justru menuntut pelaku usaha untuk semakin kreatif membaca peluang dan mencari cara baru agar bisnis tetap berjalan.

Menghadirkan Pengalaman Menginap yang Berbeda

Salah satu langkah yang dilakukan Hotel Summer adalah menyesuaikan strategi pemasaran dan menawarkan pengalaman menginap yang lebih menarik bagi masyarakat.

Hotel ini berupaya mengoptimalkan pasar domestik, khususnya wisatawan dan masyarakat dari Banjarmasin serta daerah sekitarnya.

Konsep staycation untuk Hotel Summer yang ada di km 21 Banjarmasin yang telah dibuka, menjadi salah satu pilihan untuk menarik tamu yang ingin menikmati waktu berlibur tanpa harus bepergian jauh.

“Kami mencoba mencari strategi lain, termasuk melalui penyesuaian harga dan penawaran konsep staycation. Kalau tamu dari luar daerah sedang berkurang, kami berupaya mengoptimalkan pasar domestik, terutama masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, Hotel Summer di km 21 tersebut juga melakukan pembaruan untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu. Kamar-kamar diperbarui dengan gaya modern, dilengkapi fasilitas kolam renang, ballroom, ruang pertemuan, serta restoran dengan konsep yang lebih modern.

Ke depan, pihak hotel juga merencanakan pembangunan area mini zoo di bagian belakang hotel sebagai tambahan daya tarik bagi pengunjung.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih beragam, tidak hanya bagi tamu yang menginap, tetapi juga keluarga dan masyarakat yang ingin menikmati fasilitas hotel.

Bagi Budi, pembaruan fasilitas dan strategi pemasaran merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus menjawab perubahan kebutuhan pasar.

Di tengah berbagai tantangan, Budi menilai kebersamaan antarpelaku usaha untuk menjadi salah satu hal penting untuk menjaga keberlangsungan industri perhotelan dan pariwisata di Banjarmasin khususnya dan Kalsel umumnya.

Ia berharap Pemerintah dan seluruh Pemangku Kepentingan dapat terus memberikan perhatian terhadap sektor pariwisata, termasuk melalui kegiatan yang mampu menggerakkan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi daerah.

Sebab, ketika kegiatan pariwisata tumbuh, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh hotel, tetapi juga restoran, pelaku UMKM, pekerja, serta berbagai usaha lain yang saling berkaitan.

Menurutnya, upaya memajukan pariwisata membutuhkan kerja sama yang kuat. Pelaku usaha perlu terus berinovasi, sementara dukungan terhadap kegiatan yang mendatangkan pengunjung juga penting untuk menjaga perputaran ekonomi.

“Walaupun banyak masalah dan tantangan, kita harus tetap yakin dan optimistis. Teman-teman hotel dan pariwisata harus tetap solid. Kita cari peluang lain dan menggali potensi yang masih bisa dikembangkan,” katanya.

Peringatan HUT ke-12 Hotel Summer Banjarmasin menjadi lebih dari sekadar penanda bertambahnya usia sebuah usaha. Di tengah situasi ekonomi yang menantang, kegiatan donor darah menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap dapat tumbuh, bahkan ketika dunia usaha sedangkan menghadapi masa yang tidak mudah.

Sebab, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari tingkat hunian kamar atau besarnya pendapatan, tetapi juga dari kemampuannya untuk terus bertahan, beradaptasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarny

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.