IBITEK Hidupkan Kembali Semangat Membaca Al-Qur’an bagi Mahasiswa Baru

oleh -55 Dilihat

Media Humas Polri//Banjarmasin

Jumat (2/1/2026) – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Ada bekal lain yang juga penting untuk dibawa mahasiswa dalam menjalani kehidupan, salah satunya kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.

Semangat itulah yang terlihat dalam Launching CUM Laude #1, Kegiatan Pembelajaran Al-Qur’an bagi Mahasiswa Baru Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK), yang berlangsung di Mushalla IBITEK Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, Banjarmasin, Jumat (2/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IBITEK bersama para dosen Fakultas Agama Islam untuk kembali menghidupkan semangat membaca Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.

Rektor IBITEK, Dr. Yanuar Bachtiar, SE, MSi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama para dosen agama Islam sebagai bagian dari upaya meramaikan sekaligus mensyiarkan kembali budaya membaca Al-Qur’an.

“Harapan kita, membaca Al-Qur’an ini tidak hanya sekadar membaca. Tetapi sampai pada tingkatan tartil, baik dari tajwid, makhraj maupun waqaf,” ujarnya.

Menurut Yanuar, mahasiswa diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Tidak berhenti sampai di situ. IBITEK juga mulai melihat potensi mahasiswa baru yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an untuk dikembangkan lebih jauh.

“Insya Allah, kita sedang berupaya mencari bibit-bibit yang mungkin berpotensi untuk bisa kita hadirkan dalam MTQ Nasional tingkat mahasiswa,” katanya.

Yanuar menuturkan, selama perjalanan IBITEK, khususnya di bidang FSI, belum ada mahasiswa yang mewakili institusi tersebut hingga tingkat nasional dalam ajang MTQ mahasiswa.

Kini, mulai muncul satu-dua mahasiswa yang memiliki potensi, baik di bidang tilawah Al-Qur’an maupun bidang lainnya.

“Mudah-mudahan nanti kita bisa perjuangkan mereka untuk mengikuti acara MTQ Nasional tingkat mahasiswa,” harapnya.

Sedangkan Dosen Pendidikan Agama Islam IBITEK, Tamjid Noor, melihat pembelajaran Al-Qur’an sebagai sesuatu yang sangat mendasar bagi mahasiswa.

Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa sejak sekolah dasar, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, pendidikan agama Islam tetap diberikan. Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan agama memiliki posisi penting dalam kehidupan seorang mahasiswa.

“Kalau sesuatu itu penting, tidak mungkin tidak menjadi bagian dari pembelajaran,” katanya.

Menurut Tamjid, meskipun mahasiswa IBITEK belajar berbagai bidang seperti akuntansi dan manajemen, pendidikan agama Islam tetap memiliki tempat. Sebab, salah satu bagian terpenting dalam agama Islam adalah memahami sumber utamanya, yakni Al-Qur’an.

“Di antara ranting dan cabang PAI itu, yang paling inti adalah sumber agama. Sumber agama itu adalah Al-Qur’an,” tuturnya.

Karena itu, ia menilai kemampuan membaca Al-Qur’an seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang sepele.

Tamjid mengakui bahwa membaca Al-Qur’an pada dasarnya sederhana. Namun, justru karena dianggap sederhana, terkadang kemampuan tersebut diabaikan.

“Di sinilah IBITEK muncul untuk menekankan bahwa ini penting untuk dikuasai oleh mahasiswa-mahasiswa kita,” ujarnya.

Menurutnya, langkah pertama yang perlu dikuasai mahasiswa adalah kemampuan membaca Al-Qur’an atau setidaknya “melek huruf” Al-Qur’an.

Namun, membaca Al-Qur’an tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada kaidah yang harus diperhatikan, termasuk ilmu tajwid dan tartil.

“Al-Qur’an tidak bisa sembarang baca. Dia ada kaidahnya. Al-Qur’an itu harus tartil,” tegasnya.

Dari kemampuan membaca dengan baik dan benar itulah, menurut Tamjid, mahasiswa kemudian dapat melangkah lebih jauh untuk memahami, memperhatikan dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau awalnya sudah dimulai, insya Allah yang lain itu mudah. Tapi kalau sumbernya saja tidak dikuasai, bagaimana mereka bisa mengamalkan Al-Qur’an?” katanya.

Sementara itu, Hanafi, Dosen Agama Islam IBITEK, mengatakan dirinya telah mengajar di bidang agama selama lebih dari 30 tahun. Salah satu bidang yang selama ini banyak ia ajarkan adalah Al-Qur’an.

Pengalaman panjang tersebut membuatnya melihat bahwa pembelajaran Al-Qur’an bukan sekadar memberikan pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi juga menghadirkan teladan.

“Alhamdulillah, kita juga ingin menjadi teladan dan contoh bagi anak-anak kita sendiri,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ada sejumlah anak didiknya yang kemudian berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an, bahkan ada yang hafiz 30 juz dan menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Al-Qur’an.

Pengalaman tersebut ingin terus ditularkan kepada mahasiswa IBITEK.

“Kita ingin memberikan keteladanan dan contoh untuk memotivasi mahasiswa kita juga,” katanya.

Menurut Hanafi, tidak harus langsung berbicara tentang kemampuan yang tinggi. Langkah pertama yang paling penting adalah mahasiswa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu yang dipelajari.

“Itu harapan kita. Paling tidak yang paling awal dulu, bisa baca dengan kaidah ilmu-ilmu itu,” tuturnya.

Bagi Hanafi, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di IBITEK juga menjadi bagian dari proses regenerasi. Sebuah upaya yang tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus dilanjutkan dari generasi ke generasi.

Ia mengaitkan semangat tersebut dengan perjuangan Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, yang namanya diabadikan sebagai nama mushalla kampus.

“Ini merupakan upaya regenerasi, upaya yang terus berkesinambungan dari pendiri Ibu Maimunah Zarkasyi,” katanya.

Baginya, apa yang dilakukan saat ini bukan semata-mata sebuah terobosan baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sebuah perjuangan dan pengorbanan yang telah ditanamkan untuk terus dihidupkan.

Dari mushalla kampus, langkah itu dimulai. Mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal dunia akademik, teknologi dan bisnis, tetapi juga diajak kembali membuka lembaran Al-Qur’an.

Sebab, di tengah derasnya perkembangan zaman, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik tetap menjadi bekal yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam bagi perjalanan seorang mahasiswa.(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.