Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026 Utamakan Tindakan Preemtif dan Preventif

oleh -264 Dilihat

Media Humas Polri// Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda) bersama jajaran instansi terkait menggelar apel pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026, Senin (26/10/2026) pagi. Fokus utama kegiatan ini adalah pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang dipicu oleh gangguan jarak pandang akibat kabut asap karhutla.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol. Dr. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, terutama pada ruas jalan yang terdampak langsung oleh kabut asap karhutla. Langkah antisipasi ini meliputi pemasangan imbauan keselamatan, pengecatan marka jalan, pemasangan lampu rotator dan lampu hajat, hingga penempatan reflektor di sejumlah titik rawan guna menghindari kecelakaan lalu lintas.

“Kami sudah melaporkan kepada Kakorlantas Polri bahwa untuk Kalimantan Selatan, kami tetap akan mendepankan tindakan yang preemtif dan preventif, terutama menyasar ruas jalan yang memang terdampak kabut asap karhutla,” ujar Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol. Fahri Siregar dalam keterangannya.

Meski pendekatan preemtif dan preventif diutamakan, pihak kepolisian tetap akan mengambil langkah represif yang tegas berupa penilangan manual. Tindakan tegas ini khususnya diberlakukan bagi para pelanggar lalu lintas yang melakukan pelanggaran berat atau balap liar.

Di sisi lain, Polda Kalsel mencatatkan prestasi membanggakan dalam hal indeks keselamatan berlalu lintas. Berdasarkan evaluasi semester pertama 2026 dan laporan dari Kakorlantas Polri, nilai Road Safety Index (RSI) Polda Kalsel berada di level empat dan menjadi salah satu yang terbaik secara nasional.

“Alhamdulillah, nilai Road Safety Index kita atau tingkat keselamatan kita paling baik secara nasional karena kita berada di level empat, dan hanya tiga polda saja yang berada di level empat, di mana nilai tertingginya adalah Polda Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan serta instansi terkait yang telah mendukung program pencegahan dan penanganan laka lantas. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap waspada mengingat masih adanya korban jiwa akibat kecelakaan di jalan raya.

Sebagai langkah jangka panjang, Polda Kalsel bersama forum group discussion (FGD) juga telah menyusun dan mengirimkan strategi pencegahan serta penanganan laka lantas kepada unsur pimpinan daerah, mulai dari Gubernur, Kapolda, Ketua DPRD, hingga para Bupati dan Walikota sebagai pedoman bersama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas.

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda) bersama jajaran instansi terkait menggelar apel pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026, Senin (26/10/2026) pagi. Fokus utama kegiatan ini adalah pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang dipicu oleh gangguan jarak pandang akibat kabut asap karhutla.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol. Dr. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, terutama pada ruas jalan yang terdampak langsung oleh kabut asap karhutla. Langkah antisipasi ini meliputi pemasangan imbauan keselamatan, pengecatan marka jalan, pemasangan lampu rotator dan lampu hajat, hingga penempatan reflektor di sejumlah titik rawan guna menghindari kecelakaan lalu lintas.

“Kami sudah melaporkan kepada Kakorlantas Polri bahwa untuk Kalimantan Selatan, kami tetap akan mendepankan tindakan yang preemtif dan preventif, terutama menyasar ruas jalan yang memang terdampak kabut asap karhutla,” ujar Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol. Fahri Siregar dalam keterangannya.

Meski pendekatan preemtif dan preventif diutamakan, pihak kepolisian tetap akan mengambil langkah represif yang tegas berupa penilangan manual. Tindakan tegas ini khususnya diberlakukan bagi para pelanggar lalu lintas yang melakukan pelanggaran berat atau balap liar.

Di sisi lain, Polda Kalsel mencatatkan prestasi membanggakan dalam hal indeks keselamatan berlalu lintas. Berdasarkan evaluasi semester pertama 2026 dan laporan dari Kakorlantas Polri, nilai Road Safety Index (RSI) Polda Kalsel berada di level empat dan menjadi salah satu yang terbaik secara nasional.

“Alhamdulillah, nilai Road Safety Index kita atau tingkat keselamatan kita paling baik secara nasional karena kita berada di level empat, dan hanya tiga polda saja yang berada di level empat, di mana nilai tertingginya adalah Polda Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan serta instansi terkait yang telah mendukung program pencegahan dan penanganan laka lantas. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap waspada mengingat masih adanya korban jiwa akibat kecelakaan di jalan raya.

Sebagai langkah jangka panjang, Polda Kalsel bersama forum group discussion (FGD) juga telah menyusun dan mengirimkan strategi pencegahan serta penanganan laka lantas kepada unsur pimpinan daerah, mulai dari Gubernur, Kapolda, Ketua DPRD, hingga para Bupati dan Walikota sebagai pedoman bersama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas.(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.