Rektor dan Muktamirin UNUKASE Ambil Bagian Aktif dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang

oleh -38 Dilihat

Media Humas Polri//Jombang

31 Agustus 2026 – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi ruang pembahasan agenda strategis organisasi melalui berbagai sidang resmi. Momentum lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut juga diramaikan dengan berbagai forum strategis, mulai dari rapat kerja, Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), halaqah strategis PTNU, hingga bedah dan launching Buku Ajar Aswaja.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 27 hingga 31 Agustus 2026, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) turut mengambil bagian secara aktif.

Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., mengikuti sejumlah forum serta halaqah yang digelar bersamaan dengan agenda utama muktamar.

Keikutsertaan Rektor UNUKASE menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran akademisi dan intelektual Nahdliyin untuk merespons berbagai persoalan strategis bangsa sekaligus menjawab perkembangan dan dinamika organisasi NU di masa depan.

Salah satu agenda penting yang diikuti adalah Halaqah Strategis Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan nilai-nilai ke-Aswajaan dalam dunia pendidikan tinggi.

Menurut Rektor UNUKASE, keterlibatan perguruan tinggi dalam forum-forum strategis tersebut memiliki arti penting agar PTNU tidak hanya menjadi lembaga penyelenggara pendidikan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui gagasan, pemikiran, riset, dan pengembangan keilmuan.

“Keterlibatan UNUKASE dalam berbagai forum strategis ini sangat penting. Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama harus mampu mengambil peran melalui gagasan dan keilmuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Dr. Abrani Sulaiman.

Kehadiran Rektor UNUKASE dalam berbagai forum tersebut sekaligus menunjukkan partisipasi aktif UNUKASE dalam dinamika besar Muktamar ke-35 NU.

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki peran dalam mencetak sarjana dan intelektual Nahdliyin, UNUKASE menempati posisi strategis dalam memperkuat tradisi keilmuan, mengembangkan pendidikan tinggi, serta mendorong lahirnya kader-kader NU yang profesional dan mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Kehadiran Rektor UNUKASE dalam Forum Pimpinan PTNU juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi, sinergi, dan kolaborasi antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi di masa depan.

Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan Baru PBNU

Pada kesempatan tersebut, Rektor UNUKASE juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Selain itu, Dr. Abrani Sulaiman menyampaikan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin atas amanah baru sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031, serta kepada KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Semoga hasil muktamar ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Rektor UNUKASE.

Menurut Dr. Abrani Sulaiman, kepemimpinan baru PBNU diharapkan mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin kuat dalam menghadapi perkembangan dan tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi keilmuan, kebangsaan, serta kemanusiaan yang selama ini menjadi fondasi perjuangan NU.

Sejumlah Muktamirin UNUKASE Turut Hadir

Selain Rektor UNUKASE yang mengikuti berbagai agenda Forum Pimpinan PTNU, sejumlah unsur dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan juga turut hadir sebagai muktamirin dalam Muktamar ke-35 NU.

Mereka adalah Dr. Berry Nahdian Forqan, S.P., M.S. selaku Ketua Senat UNUKASE, serta Ilhamiannur, S.H.I., M.H. dan M. Najmuel Muttaqin, S.Sos.I. dari Unit Penunjang Akademik (UPA) UNUKASE.

Kehadiran para muktamirin dari UNUKASE tersebut menjadi bentuk partisipasi aktif sivitas akademika dan keluarga besar UNUKASE dalam momentum penting lima tahunan Nahdlatul Ulama.

Partisipasi UNUKASE dalam Muktamar ke-35 NU juga mencerminkan komitmen perguruan tinggi Nahdlatul Ulama untuk terus berkontribusi dalam perjalanan besar jam’iyah, khususnya melalui penguatan pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta lahirnya generasi unggul yang memiliki karakter keislaman, kebangsaan, dan ke-NU-an yang kuat.

Gus Kikin Terpilih Melalui Musyawarah AHWA

Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031 berlangsung melalui rangkaian tahapan dalam Muktamar ke-35 NU.

Pada tahap awal, para muktamirin melakukan proses pemilihan untuk menyaring lima calon Ketua Umum PBNU dengan perolehan suara tertinggi. Dalam proses tersebut, Gus Kikin memperoleh 472 suara dan menempati posisi pertama.

Empat nama lainnya yang masuk dalam lima besar adalah KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Sochib dengan 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf dengan 258 suara, serta KH Abdul Ghofar Rozin dengan 155 suara.

Kelima nama tersebut kemudian diserahkan kepada anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk dimusyawarahkan. Melalui musyawarah para anggota AHWA, akhirnya ditetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.

Dengan terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, Muktamar ke-35 NU secara resmi melahirkan kepemimpinan baru yang akan mengemban amanah besar dalam membawa perjalanan Nahdlatul Ulama selama lima tahun mendatang.

Hal tersebut sejalan dengan tema besar Muktamar ke-35 NU, “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”

Menjaga marwah berarti menjaga nilai, integritas, dan amanah organisasi. Sementara memperkaya khidmah merupakan upaya untuk mengoptimalkan seluruh potensi Nahdliyin agar dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Bagi UNUKASE, momentum Muktamar ke-35 NU menjadi penguat semangat untuk terus mengambil bagian dalam perjalanan besar Nahdlatul Ulama melalui pengembangan pendidikan tinggi, penguatan tradisi intelektual, serta peningkatan kontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa.

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.