Rektor UNUKASE Terima Audiensi Ponpes RMA Perkuat Akses Pendidikan Tinggi bagi Santri

oleh -82 Dilihat

Media Humas Polri//Banjar

¹Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan Islam dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., dengan jajaran Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Raudhatul Mutaallimin Annahdiyah (RMA) Banjarbaru di Gedung Dakwah UNUKASE, Kamis (6/8).

Rombongan Pondok Pesantren RMA yang berlokasi di Jalan Guntung Manggis, Kelurahan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, dipimpin oleh Dr. KH. Muhari, S.Ag., M.I.Kom., didampingi Ustadzah Ahmadah, S.Pd., M.Pd. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Rektor UNUKASE bersama Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Alkausar, S.T., M.Ars., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora (FESH) sekaligus Wakil Ketua PMB Redhana Aulia, S.P., M.P., serta Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Muhdi, S.E., M.M.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai langkah awal membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pondok pesantren. Fokus pembahasan diarahkan pada perluasan akses pendidikan tinggi bagi para santri dan tenaga pendidik, sekaligus penguatan pengembangan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing.

Rektor UNUKASE, Dr. Abrani Sulaiman, menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin sebelumnya dengan pimpinan Pondok Pesantren RMA. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berakhlak mulia sehingga perlu didukung melalui akses pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan Pondok Pesantren RMA. UNUKASE siap menjadi mitra bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui pendampingan akademik maupun akses terhadap berbagai program beasiswa. Kami berharap semakin banyak lulusan pesantren yang menjadi sarjana tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya, sehingga mampu menjadi pemimpin masa depan yang berilmu, berkarakter, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Abrani.

Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan pondok pesantren merupakan kebutuhan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional, khususnya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepemimpinan yang kuat.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren RMA, Dr. KH. Muhari, S.Ag., M.I.Kom., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran pimpinan UNUKASE. Menurutnya, kemitraan antara pesantren dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk membuka lebih banyak peluang bagi para santri dalam melanjutkan pendidikan.

Selain membahas peluang kerja sama pendidikan, KH. Muhari yang juga bertugas di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar turut menyosialisasikan Program Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Banjar sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Kami menyambut baik komitmen UNUKASE dalam membangun kemitraan dengan pesantren. Semoga silaturahmi ini menjadi awal lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat bagi santri, pesantren, dan masyarakat luas. Pendidikan pesantren dan perguruan tinggi memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan agama,” ungkap KH. Muhari.

Melalui audiensi ini, UNUKASE kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan pondok pesantren sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi kalangan santri, memperkuat pengembangan sumber daya manusia Kalimantan Selatan, serta melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta ke-NU-an.

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.