Sinergi Polri TNI dan Pemerintah Daerah Polres Batola Gelar Operasi Patuh Intan 2026 untuk Wujudkan Lalu Lintas yang Aman dan Berkeselamatan

oleh -237 Dilihat

Media Humas Polri//BARITO KUALA

Memperkuat sinergi lintas instansi dalam meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas, Polres Barito Kuala menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Patuh Intan 2026 di halaman Mapolres Barito Kuala, Senin (26/10/2026) pukul 08.00 Wita.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati, S.H., M.H., sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memastikan keterpaduan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan operasi di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Dandim 1005/Batola Letkol Inf. Anton Mahriadi, S.Sos., Ketua Pengadilan Negeri Marabahan Edi Rosadi, S.H., M.H., Danyon TP 925/KSW Letkol Inf. Zulfikar Ali Nugraha, Wakapolres Barito Kuala Kompol Yuda Kumoro Pardede, S.H., serta Danki 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob IPTU Hidayatullah.

Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Kuala H. Jaya Hidayatullah, S.Sos., perwakilan Senkom, Satpol PP, PT Jasa Raharja, serta para pejabat utama Polres Barito Kuala.

Apel gelar pasukan ini melibatkan unsur gabungan dari TNI Kodim 1005/Batola, Yon TP 925/KSW, Brimob, Satpolairud, Samapta, Satlantas, Satreskrim, Satintelkam, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Senkom. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas.

Operasi Berlangsung 14 Hari

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Selatan yang dibacakan Kapolres Barito Kuala, ditegaskan bahwa Operasi Patuh Intan 2026 berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Operasi ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”

Pelaksanaan operasi bertujuan menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korban, meningkatkan disiplin serta kepatuhan masyarakat terhadap peraturan, dan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Kalimantan Selatan, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dari 947 kasus pada 2024 menjadi 871 kasus pada 2025. Jumlah korban meninggal dunia juga turun dari 389 orang menjadi 267 orang.

Meski demikian, jumlah korban luka berat mengalami peningkatan dari 132 orang pada 2024 menjadi 139 orang pada 2025. Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan kecelakaan dan peningkatan kesadaran berlalu lintas harus terus dilakukan secara konsisten.

Kedepankan Edukasi dan Penegakan Hukum Humanis

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026, seluruh personel diminta mengedepankan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan humanis melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan teguran simpatik.

Personel juga diarahkan untuk meningkatkan pelayanan, pengaturan, dan pengawasan lalu lintas, terutama pada titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain itu, sinergi dan koordinasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait perlu terus diperkuat agar pelaksanaan operasi berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang dapat mengurangi jarak pandang pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kewaspadaan dan langkah antisipasi perlu ditingkatkan guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

Wujudkan Keselamatan Berlalu Lintas Bersama

Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026, Polres Barito Kuala berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari menurunnya angka kecelakaan dan fatalitas korban serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Sinergi seluruh unsur yang terlibat diharapkan menjadi kekuatan dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan kondusif di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Polres Barito Kuala juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Dengan semangat sinergi dan kolaborasi, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat berkomitmen mewujudkan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di Kabupaten Barito Kuala.

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.