Siswa Seskoad Turun ke HST Gelar Penyuluhan Karhutla dan Salurkan Bantuan Presiden kepada Warga Terdampak

oleh -34 Dilihat

Media Humas Polri//HULU SUNGAI TENGAH

Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan.

Kali ini, Tim Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk memberikan edukasi sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dan relawan Karhutla, Kamis (5/11/2026).

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Perwira Pendamping Kol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos., M.Han., disambut langsung oleh Dandim 1002/HST Letkol Kav Perri Pujarama, S.H., M.I.P., didampingi para Danramil dan Perwira Staf Kodim 1002/HST di Makodim 1002/HST.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para siswa Seskoad terlebih dahulu menerima paparan dari Dandim 1002/HST mengenai situasi dan kondisi serta perkembangan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Paparan berlangsung di Ruang Data Makodim sebagai bekal untuk memahami karakteristik wilayah dan berbagai tantangan dalam penanggulangan Karhutla.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah guna memperkuat koordinasi dan memperoleh informasi terkait upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di daerah.

Tidak hanya melakukan koordinasi, Tim Siswa Seskoad juga turun langsung ke lapangan. Didampingi Pasiopsdim 1002/HST Kapten Inf Bajuri, rombongan melaksanakan penyuluhan Karhutla di Desa Muara Rintis, Kecamatan Batang Alai Utara.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan maupun kesehatan, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Selain memberikan edukasi, rombongan juga menyalurkan Bantuan Presiden Republik Indonesia berupa paket sembako kepada para relawan Karhutla dan warga yang terdampak sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat.

Rangkaian kegiatan berlanjut ke Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan. Di lokasi tersebut, Tim Siswa Seskoad meninjau langsung kawasan bekas terjadinya Karhutla, kemudian melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat setempat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Penyaluran bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia juga kembali dilaksanakan kepada para relawan dan warga terdampak di desa tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.