Tekan Angka Pengangguran Polres Batola Gandeng 9 Perusahaan melalui program Polisi Peduli Pengangguran Siapkan Peluang Kerja bagi Masyarakat

oleh -7 Dilihat

Media Humas Polri//BARITO KUALA

Polres Barito Kuala terus menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui Program Polisi Peduli Pengangguran yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kompetensi, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat di Kabupaten Barito Kuala.

Sebagai langkah konkret, Polres Barito Kuala menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Polisi Peduli Pengangguran pada Kamis (5/11/2026) pukul 09.00 Wita, bertempat di Aula Tathya Dharaka Polres Barito Kuala.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati, S.H., M.H., didampingi Wakapolres Kompol Yuda Kumoro Pardede, S.H., M.H., serta dihadiri para pejabat utama dan perwira Polres Barito Kuala.

Rakor ini juga melibatkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Kuala Arif Widodo, S.TP., M.S., Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Barito Kuala Sahminan, S.E., perwakilan sembilan perusahaan, serta 16 peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Kapolres Barito Kuala menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan pengangguran. Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polri berupaya mengambil peran aktif dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.

Dalam rapat tersebut dipaparkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penduduk mencapai 334.958 jiwa, dengan 251.351 jiwa merupakan penduduk usia kerja.

Dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat sebanyak 180.935 jiwa, terdiri atas 175.099 jiwa yang telah bekerja dan 5.836 jiwa masih menganggur. Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Barito Kuala berada pada angka 3,23 persen.

Rakor juga membahas sejumlah tantangan ketenagakerjaan, mulai dari terbatasnya kesempatan kerja, fluktuasi angka pengangguran, menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja, hingga meningkatnya jumlah penduduk usia kerja yang belum aktif bekerja.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Kuala terus mendorong berbagai program strategis, meliputi pelatihan kerja, peningkatan produktivitas tenaga kerja, penempatan tenaga kerja, serta penguatan hubungan industrial guna meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Beberapa program unggulan yang turut dibahas meliputi KURSI PAPAN (Pelatihan Operator Sarana Industri), PELANDUK AMAS (Pelatihan Aluminium, Metal dan Pengelasan), serta PEPES NGEBOR (Pelatihan Pembuatan Sasirangan dan Bordir).

Program-program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan pemagangan dan fasilitasi penempatan kerja di sejumlah perusahaan sehingga peserta pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk terserap ke dunia kerja

Dalam pemetaan wilayah, Kecamatan Alalak tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah pengangguran terbesar, yakni 439 jiwa, disusul Kecamatan Anjir Pasar sebanyak 366 jiwa dan Kecamatan Mandastana sebanyak 362 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), angka tertinggi terdapat di Kecamatan Bakumpai sebesar 4,64 persen, Kecamatan Anjir Pasar sebesar 3,55 persen, dan Kecamatan Mandastana sebesar 3,53 persen.

Selain membahas peluang kerja, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti berbagai kendala dalam pendataan pengangguran, di antaranya validitas data yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia pendata, rendahnya partisipasi masyarakat, perubahan kondisi pasar kerja, luasnya wilayah desa dan kelurahan, serta pemanfaatan teknologi yang masih perlu ditingkatkan.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan kerja, kepolisian, dan pihak perusahaan swasta untuk menghasilkan data ketenagakerjaan yang lebih akurat sekaligus menyusun program pelatihan dan penempatan kerja yang tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, Polres Barito Kuala berharap Program Polisi Peduli Pengangguran dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Polri dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka pengangguran, meningkatkan kompetensi masyarakat, serta memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) terkait penempatan tenaga kerja siap kerja Tahun 2026 di Kabupaten Barito Kuala, penyerahan plakat dari Kapolres Barito Kuala kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, foto bersama, dan ditutup dengan kegiatan penutup.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Barito Kuala berkomitmen memperkuat kolaborasi dan kepedulian sosial demi mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.