Media Humas Polri//BALIKPAPAN
Warga Komplek Bumi Rengganis, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan terhentinya suplai air bersih dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Gangguan layanan yang sudah berlangsung selama lima hari ini membuat aktivitas harian masyarakat melumpuh total.
Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap kebutuhan dasar harian warga, mulai dari kebutuhan memasak, MCK (mandi, cuci, kakus), hingga operasional usaha mikro di wilayah pemukiman tersebut.
salah seorang warga setempat, Subhan, S.H., menyuarakan kekecewaan mendalam atas lambatnya penanganan dan tidak adanya kepastian dari pihak pengelola air minum milik daerah tersebut.
“Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, saat ini menjadi barang yang sulit didapatkan bagi sebagian besar warga. Bagaimana janji-janji Pak Wali Kota di saat kampanye dulu untuk mempermudah pelayanan dan mensejahterakan masyarakat?” tegas Subhan kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).
Advokat yang berkantor di Komplek Bumi Rengganis Blok 7C RT. 34 No. 81 tersebut menilai, krisis air minum di Balikpapan merupakan persoalan klasik yang tak kunjung menemukan solusi konkrit. Ia berharap pihak manajemen PTMB bergerak cepat dan tidak terkesan pembiaran terhadap penderitaan warga.
“Bahkan sangat di sayangkan pihak PDAM terindikasi menjual air bersih ke masyarakat di saat warga mengeluarkan kekurangan suplai air tersebut,” tukas Subhan.
Senada juga, Direktur Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan, Aspihani Assegaf, S.A.P., S.H., M.H. menyangkan lambatnya pelayanan terhadap krisis air PDAM di Kota Balikpapan.
“Kan banyak solusi langkah yang harus di lakukan oleh pihak Perintah Kita Balikpapan untuk mengatasi krisis air PDAM ini, jangan diam saja dari banyaknya seribu langkah yang harus di lakukan,” ucap Aspihani yang juga berkantor di Komplek Bumi Rengganis Blok 7C RT. 34 No. 81 Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini.
Sebagai langkah jangka pendek, warga mendesak PTMB segera mengirimkan bantuan armada mobil tangki air secara gratis ke wilayah-wilayah terdampak parah, khususnya di RT 34 Gunung Bahagia, guna meringankan beban warga.
“Kami tidak hanya butuh penjelasan teknis terkait kendala di lapangan, tapi kami butuh aksi nyata mendesak. Minimal distribusikan bantuan air tangki gratis untuk warga terdampak, sebab warga sudah sangat kesulitan dan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air eceran,” tambah Aspihani yang juga di ketahui Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI).
Apakah perlu kami menggugat Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dulu baru di berikan pelayan yang prima terhadap warga krisis air bersih ini? Direktur Eksekutif LEKEM Kalimantan ini.
Hingga berita ini diterbitkan, warga Komplek Bumi Rengganis masih menunggu iktikad baik dan respon cepat dari direksi PTMB maupun Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera memulihkan aliran air bersih di wilayah mereka.
(Irfani)









