Wisuda ke-5 STIKES Abdi Persada Banjarmasin 851 Alumni Telah Dihasilkan dan Siapkan Prodi Sarjana Gizi

oleh -9 Dilihat

Media Humas Polri//BANJARMASIN

Perjalanan pendidikan tidak selalu mudah. Ada perjuangan, ketekunan, doa orang tua, serta dukungan banyak pihak yang mengantarkan seseorang hingga akhirnya berdiri mengenakan toga di panggung wisuda.

Suasana penuh kebanggaan itulah yang mewarnai Wisuda ke-5 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Abdi Persada Banjarmasin, Kamis (5/11/2026).

Sebanyak 16 wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan mereka. Masing-masing terdiri dari delapan lulusan Program Studi DIII Kebidanan angkatan ke-16 dan delapan lulusan Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit angkatan kedua.

Bagi STIKES Abdi Persada, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni pelepasan lulusan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan institusi pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional untuk mendukung pelayanan kesehatan di Indonesia.

Ketua STIKES Abdi Persada Banjarmasin, Prof. Dr. drg. Rosihan Adhani, S.Sos., M.S., FISDPH, FISPD, mengungkapkan, dengan tambahan 16 lulusan tersebut, jumlah alumni yang telah dihasilkan STIKES Abdi Persada kini mencapai 851 orang.

Menurutnya, angka tersebut mencerminkan kontribusi nyata lembaga pendidikan dalam membantu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan.

“Kami berharap lulusan kami dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi, khususnya dalam pemenuhan sumber daya manusia yang mendukung program pelayanan kesehatan maupun pembangunan kesehatan,” ungkapnya.

Ia berharap ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak berhenti sebagai bekal memperoleh gelar akademik. Sebaliknya, ilmu tersebut harus diterapkan dalam kehidupan nyata, terutama ketika para lulusan terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menariknya, kiprah alumni STIKES Abdi Persada tidak hanya terbatas di Kota Banjarmasin maupun Kalimantan Selatan. Mereka juga telah berkiprah di berbagai wilayah Indonesia.

Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi bagi institusi untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Saat ini, STIKES Abdi Persada masih mendidik sekitar 350 mahasiswa dari berbagai semester. Mereka merupakan generasi berikutnya yang dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional di bidang kesehatan.

Di balik keberhasilan menyelesaikan pendidikan, ada pula prestasi akademik yang patut mendapatkan apresiasi.

Pada Wisuda ke-5 ini, STIKES Abdi Persada memberikan penghargaan kepada enam wisudawati terbaik dari Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit dan DIII Kebidanan.

Untuk Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, predikat lulusan terbaik pertama diraih Jannaturramah, S.Kes, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90 dan predikat pujian. Posisi lulusan terbaik kedua diraih Sylvana Maharani, S.Kes, dengan IPK 3,85. Sementara lulusan terbaik ketiga diraih Shabine Fardiani Putri Ibrahim, S.Kes, dengan IPK 3,83. Ketiganya berhasil menyelesaikan pendidikan dengan predikat pujian.

Sementara itu, dari Program Studi DIII Kebidanan, lulusan terbaik pertama diraih Sholehah, A.Md.Keb, dengan IPK 3,75 dan predikat pujian. Lulusan terbaik kedua diraih Khalifah, A.Md.Keb, dengan IPK 3,75, disusul Dwita, A.Md.Keb, sebagai lulusan terbaik ketiga dengan IPK 3,70. Keduanya juga meraih predikat pujian.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja keras para wisudawati selama menjalani proses pendidikan.

Prestasi itu sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga yang selama ini memberikan dukungan dan doa hingga mereka berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.

Di tengah keberhasilan meluluskan mahasiswa dari dua program studi, STIKES Abdi Persada juga terus mempersiapkan langkah pengembangan institusi.

Salah satu rencana yang tengah berproses adalah pembukaan Program Studi Sarjana Gizi.

Rosihan menjelaskan, pengembangan tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap tenaga profesional di bidang gizi.

Terlebih, persoalan gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Karena itu, keberadaan tenaga ahli gizi sangat diperlukan untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kami terdorong untuk segera mengembangkan dan membuka program studi baru, salah satunya Sarjana Gizi,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran program studi tersebut nantinya dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi di bidang kesehatan sekaligus menghasilkan tenaga profesional yang dibutuhkan daerah maupun nasional.

Wisuda ke-5 ini juga menjadi penanda perkembangan STIKES Abdi Persada Banjarmasin. Jika sebelumnya hanya memiliki satu program studi yang menghasilkan lulusan, kini institusi tersebut telah berhasil meluluskan mahasiswa dari dua program studi.

Bagi Rosihan, perkembangan itu merupakan bagian dari perjalanan panjang lembaga pendidikan dalam meningkatkan kapasitas, memperluas bidang keilmuan, serta mempersiapkan generasi tenaga kesehatan yang semakin beragam.

Ia berharap STIKES Abdi Persada ke depan terus memberikan kontribusi melalui pendidikan dan menghasilkan tenaga-tenaga yang kompeten serta profesional.

Dengan demikian, para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik ketika meninggalkan kampus, tetapi juga tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu, memberikan pelayanan terbaik, dan ikut menjawab berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Sebab, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan pada akhirnya bukan hanya diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, melainkan juga dari sejauh mana para alumninya mampu memberikan manfaat bagi kehidupan orang banyak.

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.