YLK Kalsel Soroti Pembatasan Air Nonkonsumsi PTAM Bandarmasih Minta Ada Kompensasi bagi Pelanggan

oleh -42 Dilihat

Media Humas Polri//BANJARMASIN

Kebijakan PTAM Bandarmasih yang mulai Selasa (22/9/2026) mengalirkan air dengan status nonkonsumsi dan hanya diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) mendapat perhatian dari Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan

Ketua YLK Kalimantan Selatan, Dr. Akhmad Murjani, menyayangkan kondisi tersebut dan menilai pembatasan penggunaan air berdampak langsung terhadap hak pelanggan yang selama ini membayar layanan penyediaan air bersih.

Saya sangat menyayangkan memburuknya kualitas pasokan air bersih yang dialami warga Banjarmasin. Ketika fungsi air yang diterima pelanggan menjadi terbatas, tentu ada hak konsumen yang tidak dapat dinikmati secara penuh sebagaimana layanan yang diharapkan,” ujar Akhmad.

Menurut dia, kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius manajemen PTAM Bandarmasih, termasuk dengan mempertimbangkan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.

“Karena ada keterbatasan layanan yang diterima konsumen, menurut kami wajar apabila dipertimbangkan kompensasi, misalnya melalui pengurangan tagihan atau penyesuaian pembayaran berdasarkan pemakaian air,” katanya.

Kemarau Dinilai Harus Diantisipasi

Akhmad menilai musim kemarau merupakan siklus yang dapat diperkirakan sehingga perlu masuk dalam perencanaan pengelolaan layanan air bersih.

“Musim kemarau adalah siklus yang terjadi secara rutin dan dapat diprediksi setiap tahun. Karena itu, kondisi penurunan debit maupun kualitas air seharusnya menjadi bagian dari perencanaan strategis perusahaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, musim kemarau semestinya tidak hanya dipandang sebagai penyebab berkurangnya debit air, tetapi juga menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengevaluasi kesiapan sistem pelayanan.

“Justru di sinilah peran manajemen PTAM, bagaimana menjaga stabilitas pasokan dan kualitas air, baik pada musim penghujan maupun musim kemarau,” katanya.

Akhmad juga mendorong agar kondisi yang terjadi saat ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan PTAM Bandarmasih.

Menurutnya, perusahaan perlu memiliki perencanaan strategis yang jelas, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi sumber air dan kebutuhan pelanggan.

Jangan sampai kondisi seperti ini kembali terjadi pada musim kemarau berikutnya. Ini harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan mutu pelayanan,” ucapnya.

Sosialisasi Air Nonkonsumsi Dinilai Penting

Selain persoalan kualitas layanan, Akhmad menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait status air yang dialirkan.

Menurut dia, istilah “air nonkonsumsi” dan peruntukannya untuk MCK harus disampaikan secara jelas kepada seluruh pelanggan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai penggunaan air.

“Informasi mengenai air yang hanya diperuntukkan untuk MCK harus disampaikan secara luas dan mudah dipahami masyarakat. Jangan sampai ada pelanggan yang belum memahami peruntukannya kemudian menggunakan air tersebut untuk konsumsi,” katanya.

Ia menilai sosialisasi perlu dilakukan secara merata, termasuk kepada pelanggan di wilayah yang jauh dari pusat kota.

“Edukasi, sosialisasi, dan pemerataan informasi sangat penting. Masyarakat harus mengetahui secara jelas kualitas dan peruntukan air yang mereka terima,” ujar Akhmad.

Akhmad juga mengingatkan bahwa penggunaan air yang kualitasnya tidak memenuhi persyaratan untuk konsumsi dapat menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai mengenai keamanan dan peruntukan air sebelum menggunakannya untuk minum atau memasak

Di sisi lain, YLK Kalsel meminta PTAM Bandarmasih tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah dalam menghadapi kondisi tersebut.

Akhmad mengatakan, tidak semua pelanggan memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk memenuhi kebutuhan air minum dari sumber alternatif seperti air kemasan atau air isi ulang.

“Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik, mungkin membeli air galon atau air isi ulang masih menjadi pilihan. Tetapi bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi pas-pasan, tambahan biaya untuk membeli air minum tentu menjadi beban,” katanya

Karena itu, ia menyarankan agar PTAM Bandarmasih mempertimbangkan skema pelayanan atau distribusi air yang tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok yang rentan secara ekonomi.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kualitas, keamanan, kontinuitas, dan keterjangkauan pelayanan harus menjadi perhatian utama,” ujar Akhmad.

Dorong Reformasi Pelayanan

YLK Kalimantan Selatan berharap kondisi yang terjadi saat ini tidak berhenti pada kebijakan sementara, tetapi menjadi momentum evaluasi dan pembenahan sistem pelayanan PTAM Bandarmasih

“Sudah saatnya reformasi pelayanan PTAM Bandarmasih dilakukan agar ke depan pelayanan menjadi lebih baik dan hak dasar masyarakat atas air bersih dapat terlindungi,” kata Akhmad.

Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa air yang dialirkan melalui jaringan perpipaan memiliki kualitas dan peruntukan yang jelas.

“Pelanggan tentu berharap air yang dialirkan benar-benar aman sesuai peruntukannya, kualitasnya terjaga, serta kenyamanan dan keamanan pelanggan mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Penulis:

(Irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.